yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SURABAYA - Bersentuhan dengan makhluk halus bukan hal yang baru bagi anggota komunitas D'Ghostbust Community Surabaya.
Sekira 30 orang anggota komunitas itu memiliki kebiasaan hunting foto penampakan di sejumlah tempat-tempat angker.
D’Ghosbust terbentuk dari rasa penasaran terhadap keberadaan makhluk tak kasat mata. Uniknya, meski kerap bersentuhan dengan dunia lain ini, namun komunitas ini memiliki pola pikir yang logis. Namun yang pasti, mereka percaya bahwa makhluk halus itu ada dan selalu bersinggungan dengan manusia.
Komunitas yang diketuai Ronny Christian Nataliano ini memiliki tempat nongkrong alias basecamp di Jalan Tuwowo Rejo, Surabaya, Jawa Timur.
Ronny menuturkan, Banyak tentangan dari masyarakat terhadap komunias yang dipimpinnya itu, seperti tudingan musyrik.
"D'Ghostbust ini pertama kali berdiri pada 2009. Saat itu hanya ada beberapa orang saja. Di awal-awal berdiri itu kami memang menutup diri karena banyak yang beranggapan akan terjerumus ke hal-hal yang berbau musyrik,” kata Ronny.
Untuk tudingan itu, Ronny menjelaskan, pihaknya tetap berusaha rasional. Aktivitas mereka sebatas mengabadikan penampakan dan tidak bersinggungan langsung dengan makhluk halus.
Komunitas yang berada di bawah naungan Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) ini sudah berhasil meng-hunting foto penampakan di beberapa tempat.
Dari 30 anggota itu, sekira 25 persen di antaranya merupakan anak-anak indigo. Mereka memiliki kemampuan berbeda-beda, seperti petarung, penyembuh, pengambil foto, penghubung dengan makhluk halus, dan lainnya.
"Ada juga summoning yang memiliki pendamping tak kasat mata. Biasanya ini tidak setiap orang memilikinya,” terang Ronny.
Dia menambahkan, sebagai komunitas yang fokusnya mengabadikan penampakan maka setiap anggota diharuskan memiliki kamera, namun jenisnya tidak harus DSLR.
”Punya kamera, baik digital maupun kamera telefon genggam enggak ada masalah. Tidak perlu memiliki kemampuan khusus, karena saat hunting pasti kita saling bekerja sama," ujar Ronny.
Dia menegaskan, tidak ada ritual khusus yang dilakukan saat melakukan hunting. Tidak ada pula bawaan berbau mistis, seperti kemenyan, dupa, dan lainnya. Semua dilakukan dengan biasa-biasa saja.
Tim hanya menyediakan alat penerangan sekadarnya. ”Karena kami hunting malam hari mulai pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB,” terangnya.