toya
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 58234
- Sejak
- 30 Nov 2008
- Pesan
- 2.532
- Nilai reaksi
- 103
- Poin
- 63
kalo kita menilik pihak2 penyedia layanin komunikasi, akhir-akhir in banyak menawarkan promo untuk menarik pelanggan. dengan iming2 fitur lengkap ditambah lagi dengan teknologi 3g-nya. tapi semua itu ternyata tidak seperti pada promo. dan fitur seperti 3g sepertinya di Indonesia tidak terlalu berguna. bayangkan, untuk memperoleh sinyal untuk sms ato telepon aja kadang masih susah. apalagi 3g ato gprs?? sekarang dan tahun lalu sangat berbeda. pelanggan komunikasi selular mungkin bertambah banyak, tetapi apakah penyedia layanin menambah sarana dan prasarana juga?? jawabannya tidak. kegoisan dari masing-masing penyedia layanin untuk memperoleh banyak pelanggan telah merubah masyarakat kita menjadi tergantung pada teknologi yang bernama Handphone/ponsel. banyak juga diantara kita yang memakai Hp fitur canggih, layanin mendukung, tetapi tidak bisa menggunakan fitur tersebut.. untuk apa beli yang mahal kalau cuma bisa sms sama telpon?
atau ada lagi yang bisa menguasai teknologi, dan bisa menggunakan fitur canggih tersebut. tetapi dari ternyata penyedia layanin yang kurang siap dengan fitur-fitur yang mereka berikan.
dunia komunikasi di Indonesia memang carut marut dan sangat menyedihkan. apakah kita akan tetap begini?
jawabannya ya selama ada keegoisan penyedia layanin dalam promosi mereka. dan hanya semata2 untuk menarik pelanggan tanpa memikirkan berapa banyaknya sarana dan prasarana yang harus di bangun.
istilahnya sama saja dengan memasukan banyak orang ke dalam rumah yang sempit tanpa membuat rumah baru atau memperlebar ruangan.
atau ada lagi yang bisa menguasai teknologi, dan bisa menggunakan fitur canggih tersebut. tetapi dari ternyata penyedia layanin yang kurang siap dengan fitur-fitur yang mereka berikan.
dunia komunikasi di Indonesia memang carut marut dan sangat menyedihkan. apakah kita akan tetap begini?
jawabannya ya selama ada keegoisan penyedia layanin dalam promosi mereka. dan hanya semata2 untuk menarik pelanggan tanpa memikirkan berapa banyaknya sarana dan prasarana yang harus di bangun.
istilahnya sama saja dengan memasukan banyak orang ke dalam rumah yang sempit tanpa membuat rumah baru atau memperlebar ruangan.