10/04/2007 19:44 wib
Perluas Pasar, Lenovo Fokus Inovasi
JAKARTA, KCM - Untuk memperluas pangsa pasarnya di bisnis komputer personal, Lenovo fokus ke pengembangan inovasi dan kualitas produk. Sejak mengakuisisi divisi komputer personal IBM (IBM PCD) dua tahun lalu, perusahaan komputer terbesar di China itu telah menghasilkan produk-produk baru yang menggabungkan kekuatan teknologi IBM dan Lenovo.
Dengan kolaborasi tersebut, Lenovo juga telah memperluas pangsa pasarnya di dunia. Untuk kebutuhan pasar enterprise, Lenovo kini menyediakan lini produk ThinkPad dan ThinkCenter. Untuk pasar usaha kecil dan menengah, tersedia Lenovo 3000, dan pasar pengguna individu telah diluncurkan lini produk Lenovo consumer.
"Kolaborasi Lenovo dan IBM PCD selama hampir dua tahun telah menghasilkan inovasi-inovasi produk baru," ujar Soeparwan Soelaiman, Country General Manager Lenovo Indonesia dalam jumpa pers Yamato Tour di Jakarta, Selasa (10/4). Ia mengatakan, sejak IBM PCD bergabung ke Lenovo pada 1 Mei 2005, perusahaan komputer terbesar di China tersebut telah menghasilkan 20 produk baru hasil kolaborasi.
Produk-produk tersebut merupakan hasil inovasi yang dikembangkan bersama-sama di tiga pusat riset yang tersebar di Beijing, China, Raleigh, North Carolina, AS, dan Yamato, Jepang. Ketiga pusat riset yang disebut Lenovo sebagai Innovation Triangle membagi proses pengembangan inovasinya dalam dua tingkatan (tier). Tingkatan pertama merupakan kelompok riset yang mengembangkan produk-produk baru. Sedangkan tingkatan kedua menjadi pusat riset dan pengembangan teknologi dan fitur-fitur terbaru.
Lenovo mendistribusikan sumber dayanya ke tiga pusat riset untuk menghasilkan inovasi-inovasi terbaru. Misalnya, di Beijing, riset difokuskan pada pengembangan kolaborasi produk dan fabrikasi, di Raleigh lebih banyak berkumpul senior engineer yang mengatur koordinasi teknologi, dan Yamato menjadi pusat desain dan worldwide development center. Lini produk Lenovo 3000 yang pertama kali dirilis untuk mendukung olimpiade musim dingin di Turin, Italia merupakan hasil kolaborasi pertama ketiga pusat riset.
Melalui kolaborasi ini pula dihasilkan produk-produk baru untuk pengguna individu yang kini telah menjangkau pasar China, India, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam waktu dekat, menurut Soeparwan, lini produk ini akan menjangkau ke seluruh dunia. Dengan tersedianya produk-produk baru tersebut, Lenovo telah menjangkau pangsa pasar individu, UKM, dan enterprise.
--------------------------------
10/04/2007 19:45 wib
Sumut Tak Akan Lagi Kirim Calon Praja
MEDAN, KOMPAS--Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan tidak akan mengirim lagi calon praja ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Jatinangor, Sumedang, Jabar jika pola pembinaan di kampus tersebut masih sama. Namun praja asal Sumatera Utara yang kini masih menempuh pendidikan di IPDN belum akan ditarik pulang.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Muhyan Tambuse di Medan, Selasa (10/4) mengungkapkan, Pemprov Sumut mendukung sepenuhnya keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menunda penerimaan praja baru di IPDN. “Selagi IPDN belum mampu mengubah sistem yang dikeluhkan Presiden, kami tidak akan mengirim calon praja ke sana,” ujar Muhyan.
Namun Muhyan mengatakan, hingga saat ini belum ada niat Pemprov Sumut untuk menarik semua praja asal Sumut. “Kami masih percaya dengan tindakan Presiden yang sudah memanggil rektor dan menghentikan penerimaan calon praja untuk tahun ini,” ujarnya.
Salah satu tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya praja asal Sulawesi Utara Cliff Muntu adalah Ahmad Harahap, praja asal Medan Sumatera Utara. Menurut Muhyan, tidak seharusnya sekolah yang mendidik calon pamong memiliki pola pembinaan internal yang penuh kekerasan dan mengakibatkan kematian siswanya.
“IPDN ini sekolah calon pamong, jika mereka sudah punya mental seperti itu saat masih sekolah, bagaimana nanti mereka mau memimpin masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan, sebaiknya IPDN diformat ulang sesuai dengan cita-cita awal pendirian sekolah calon pamong ini. “IPDN kan lembaga pendidikan yang dipersiapkan membentuk calon-calon birokrat yang memimpin pemerintahan di daerah. Formatnya ya harus disesuaikan dengan norma-norma dan kaidah untuk menciptakan pemimpin masyarakat yang baik,” ujarnya.
Sumut tidak kekurangan lembaga pendidikan yang bisa mencetak kader pemimpin di daerah tanpa harus melalui IPDN. Sehingga jika nanti Sumut memutuskan tidak mengirim calon praja ke IPDN, menurut Muhyan, mahasiswa Sumut yang menuntut studi di Universitas Sumatera Utara atau jurusan ilmu pemerintahan di perguruan tinggi negeri seperti Universitas Gajah Mada bisa menggantikannya.
“Kami bisa merekrut calon-calon pamong dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Atau dari mereka yang belajar di jurusan Ilmu Pemerintahan,” katanya.
Dengan tidak mengirim calon praja, setiap Kabupaten dan Kota di Sumut bisa menekan pengeluaran mereka sebesar Rp 7,5 juta pertahun, karena jumlah tersebut merupakan danang yang harus dikeluarkan untuk membiayai seorang praja setiap tahunnya oleh pemerintah kabupaten dan kota.
Terkait dengan upaya pembelaan hukum terhadap Ahmad Harahap, Muhyan mengatakan, Pemprov Sumut menyerahkan ke proses hukum yang tengah berjalan. Namun diupayakan juga bantuan hukum untuk mendampingi Ahmad. “Tersangka kan belum sampai pada tingkat apakah dia benar-benar melakukan,” ujarnya.
-----------------------------
10/04/2007 19:47 wib
Praja Wasana Ikrarkan Pembenahan
Perwakilan praja wasana atau tingkat akhir IPDN berjanji untuk melakukan pembenahan diri dan menghindari tindak kekerasan di kampus. Untuk pertama kalinya sejak mencuatnya kasus Cliff Muntu, praja-praja ini memberikan pernyataan kepada publik dalam jumpa pers di kampus IPDN, Selasa (10/4).
SUMEDANG, KOMPAS- Praja wasana atau tingkat akhir Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Jatinangor, Sumedang, berjanji melakukan pembenahan diri dan menentang segala bentuk kekerasan di kampus. Upaya ini akan segera diikuti dengan langkah pembenahan sistem oleh pihak rektorat.
Untuk pertama kalinya sejak mencuatnya kasus tewasnya praja Cliff Muntu, praja senior yang tergabung dalam korps Wahana Bina Praja dan Dewan Perwakilan Praja mau memberikan pernyataan terbuka kepada publik. Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan praja dalam jumpa pers yang difasilitasi Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi, Selasa (10/4) sore.
Dalam kesempatan itu, Husnul Kholik yang bertindak sebagai juru bicara praja menyampaikan rasa dukacita mendalam atas kematian rekannya Cliff Muntu asal Sulawesi Utara. Mereka juga menyatakan mendukung sepenuhnya enam langkah fundamental yang disampaikan Presiden untuk membenahi sistem pendidikan dan pembinaan di IPDN.
”Segala bentuk kekerasan yang terjadi setelah tahun 2003 (menyusul kematian Wahyu Hidayat) sebetulnya adalah pelanggaran terhadap sistem yang tengah coba dibenahi. Untuk itu, kami mengutuk segala bentuk kekerasan yang terjadi,” papar Wakil Gubernur Praja ini dalam pernyataan sikapnya..
Terkait soal hubungan antar-tingkatan praja selama ini, Husnul berdalih, wujud yang dibangun adalah kolegial, layaknya kakak dan adik. Tidak ada pola senioritas yang berlebihan seperti yang dituduhkan selama ini. Jika pun muncul kasus-kasus kekerasan yang berujung penganiayaan dan kematian, itu dianggapnya perbuatan oknum, bukan produk sistem.
”Makna kekerasan sendiri kan sebetulnya luas. Sekarang, apakah namanya
push up dan lari itu kekerasan? Kan, tentu tidak. Kami pun memiliki cara-cara sendiri untuk membangun kedisplinan. Tetapi, tentunya sepakat tidak boleh ada kekerasan, apalagi pemukulan,” kata Gubernur Praja Dino Aris.
Menyinggung soal pemutaran rekaman kegiatan perpeloncoan yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi swasta, hal itu dianggap praja sangat merugikan citra kampus secara keseluruhan. Menurut Husnul, video amatir yang direkam sebelum tahun 2003 itu seolah-olah melegitimasi dugaan kekerasan di kampus IPDN. Padahal, akunya, sejak pertama kali masuk IPDN (tahun 2003) tidak pernah sekalipun ia mendapat pukulan dari senior.
Hilangkan chauvinisme
Secara terpisah, Dekan Fakultas Politik dan Ilmu Pemerintahan IPDN Lailil Kadar mengatakan, pihaknya telah menyampaikan rekomendasi pembenahan sistem akademik kepada rektorat. Pembenahan tersebut intinya adalah menghilangkan paradigma ekslusivitas praja.
”Chauvinisme lah yang harus dihilangkan. Mahasiswa kami ini, jujur, memang kelewat percaya diri. Semangat korps menyala-nyala dan merasa paling hebat. Untuk itu, kami adakan gagasan mengadakan studi tour ke kampus lain. Tujuannya, agar praja-praja ini lebih terbuka. Kemudian, memperbanyak forum ilmiah dan diskusi,” ungkap mantan Wakil Rektor Institut Ilmu Pemerintahan Cilandak ini.