Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Hasil penelitian Bryan Fry dari Melbourne University di Australia mematahkan dugaan bahwa Komodo memiliki jumlah bakteri yang sangat banyak di mulutnya sehingga menyebabkan infeksi pada mangsanya. Dasar pemikiran Bryan untuk melakukan penelitian lebih lanjut akan mitos ' bakteri pada mulut Komodo' berawal dari pengamatannya terhadap pola hidup Komodo. Apabila di dalam mulut Komodo terdapat banyak bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada mangsanya, maka mangsa Komodo akan mati dalam waktu 2 hingga 3 hari sebelum meninggal karena infeksi, namun pada kenyataannya mangsa reptil raksasa ini mati dalam waktu yang singkat setelah digigit. Bersama timnya, Bryan melakukan penelitian menggunakan teknologi MRI. Hasil mengejutkan dari penelitiannya menggambarkan bahwa di rahang bawah Komodo terpadam enam kelenjar racun di kedua sisinya. Racun inilah yang selama ini menjadi 'senjata' Komodo saat menerkam mangsanya. source : megindo.net
hmmm agak bingung jadi yang benar mati krn infeksi ato krn racun??? bukti infeksi kebanyakan korban mati setelah beberapa hari(racun dalam waktu singkat), Hasil penelitian menyatakan komodo menanti hasil buruannya yg akan mati krn infeksi selama 2 hari untuk setelahnya tidakmakan selama seminggu, bukti klo racun terdapat kantong racun di rahangnya??? tolong penjelasannya