• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Komik Bahasa Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0

Cinta kedua kalinya kurasakan kembali, setelah sayang pertamaku kandas. Cinta perdana yg begitu indah di masa-masa remaja di bangku kuliah. Kumengenalnya karena sesama anggota sebuah organisasi yg sama walau kami beda jurusan di universitas.

Awalnya saya tak mengenalnya walau sering melihatnya setiap kali berangkat & pulang kuliah. Aku yg anak perantau dari Jakarta ke Medan & belum banyak teman yg kumiliki jadilah kami sering berbincang-bincang sore kadang di kosnya dengan teman yg lain kadang di kosku dengan teman-temanku, ada juga yg satu jurusan dengannya cuma beda tingkat.

Singkat cerita entah mengapa kami pun jadi pasangan seperti yg lainnya, usia kami tidak beda jauh cuma beda seminggu. Suatu hari kami pulang ke kampungnya dengan maksud hati mengenalkan saya pada orangtuanya, namun yg terjadi orangtuanya tidak merestui kami.

Cinta kami memang bukan sayang biasa karena kami berpacaran pun sesungguhnya tidak direstui orangtuaku di Jakarta. Esok paginya saat di dapur saya mendengar orangtuanya yg ternyata juga tidak merestui kami, saya pun memaksa pulang ke Medan.


Cintaku padanya bukan sayang biasa, begitu akbar pengorbananku padanya selama 2,5 tahun namun dia lebih memilih keluarganya daripada hubungan kami, & akupun belajar menerima kenyataan yg ditakdirkan Tuhan padaku. Aku kembali ke Jakarta & jalani hari-hariku sambil mencari pekerjaan & akhirnya saya diterima bekerja di sebuah sekolah dasar swasta. Setelah sekian lama saya sendiri menutup hati untuk yg lain hadir, tanpa sengaja kami berjumpa di depan kantor kepala sekolah di mana saat itu dia berdiri seperti orang bingung.


Pikirku ia seorang sales buku yg datang ke sekolah-sekolah untuk menawarkan buku cetak untuk siswa. Ternyata saya salah, ia jadi patner kami sesama guru. Saat itu saya belum merasakan sayang ataupun rasa suka karena dia berbeda sekali dengan tipe laki-laki idamanku yg tinggi, berisi & juga putih serta lebih smart dari aku. Dia berbadan gelap & kurus juga berambut keriting, jauh dari tipe cowok idamanku.



Empat bulan kami jadi partner guru sering kami bertengkar tidak jelas & saling sindir walaupun tidak hingga pada pertengkaran hebat. Sejak itu kami jadi dekat & semakin dekat kalau pergi sering bersama pulang sekolah. Terkadang saya diantar pulang hingga di kos walau dengan jalan kaki. Tapi saya merasa bahagia karena ada teman untuk ngobrol sambil berjalan hingga tak terasa tiba di kos. Kami pergi ke mall pun dengan naik kopaja namun saya merasa kondusif dijaganya.



Kedekatan kami yg berbeda segalanya menciptakan kami pun jadi semakin dekat. Usia kami pun berbeda 10 tahun jauhnya tetapi dia tidak merasa malu. Saat itu saya cuma dapat menganggapnya sebagai teman biasa. Kebersamaan kami pun banyak orang yg tidak menyukainya karena disparitas usia, suku & juga status pekerjaan kami. Kami tetap jalani kebersamaan kami walaupun diam-diam berjumpa di luar jam sekolah. Di sekolah kami tetap professional menjalankan tugas sebagai guru.



Setiap pulang les, kami pergi makan di luar & kalau hari pekan kami pergi ibadah setelah itu pergi mengunjungi keponakannya yg berbeda agama dari kami cuma untuk mengajaknya jalan-jalan ke mall terdekat. Kisah sayang kami memang seperti sinetron yg tak tahu bagaimana akhirnya menjalani hubungan yg tak pernah dia anggap ada.


Satu tahun kebersamaan kami, saya belajar membuka hati & mencoba menyayanginya setulus hati walau tertekan batin berlajar menerima kehadirannya. Aku sering mengiyakan kemana ia mengajakku untuk apa yg ia lakukan, seperti menemaninya ke bengkel & juga bermain futsal walau dulu saya tidak suka bola sejak bersamanya belajar menyukai apa yg ia suka.



Setelah saya belajar menyayanginya, tetaplah sayang kami bukan sayang biasa. Aku masih belum diakui sebagai pacarnya ataupun sebagai calon istrinya. Selama tiga tahun bersama & mencoba belajar mengikuti keegoisannya akhirnya saya pun ditinggal. Baginya lebih baik masuk penjara dibandingkan harus menikah denganku yg sudah mendampharapya saat dia susah & dia butuh bantuan. Aku sering ada untuknya, namun hatiku kosong & saya pun tertekan dengan hubungan yg tak pernah diakui olehnya.


Kecemburuan & juga rasa iriku kepada pasangan lain juga menciptakannya tidak mau menganggapku ada. Seringnya saya menangis berdoa pada Tuhan untuk sering diberi ketabahan mendampharapya. Walau dia berasal dari keluarga yg tidak sanggup namun saya tak pernah menyinggung soal harta ataupun tingkat sosial kami. Karena sayang tidak akan memandang harta tetapi sayang memandang ketulusan & kesungguhan hati.



Hampir tiga tahun saya bertahan dengan tekanan batin yg terkadang tak sanggup lagi kujalani, & sering meminta Tuhan panggil aku. Namun Tuhan masih memberiku kekuatan menjalaninya untuk mendampingi dia yg tidak pernah menganggapku sebagai pasangannya.





Dia menganggapku cuma teman biasa, biasa untuk dia maki, biasa untuk menemaninya ke mana ia mau walaupun saya begitu lelahnya. Biasa untuk dia marahi bahkan pernah sekali kami bertengkar hebat cuma karena hal sepele hingga pisaupun bermain dalam pertengkaran kami, akhirnya saya beranikan diri meminta pernyataannya saya ini apa baginya setelah semua yg kulakukan, bahkan saya tak pernah meminta hadiah saat Valentine atau saat ulang tahun karena sadar untuk makan pun masih belum cukup.


Cinta kami memang bukan sayang biasa seperti layaknya pasangan muda yg masih remaja yg setiap saat harapnya sering bersama. Cintaku cuma bertepuk sebelah tangan, akhirnya setelah dia pulang dari bermain futsal siangnya karena saya melihatnya dengan wanita lain begitu bahagia. Aku cemburu, marah, & diam bahkan menjawab pesan darinya dengan kekecewaan serta emosi. Aku dikabari cuma lewat Whatsapp jangan lagi dekat atau datang atau mencarinya di kos cukup hingga di sini. Padahal sehari sebelumnya kami masih baik-baik saja setelah ia tiba di Jakarta sehabis pulang dari Kupang. Dia dimutasi kerja begitu juga dia mutasi perasaan hatiku.



Hancur hatiku setelah sekian lama mendampharapya saat susah, saat gajinya belum cukup untuk biaya hidup hingga akhirnya dapat memiliki barang-barang yg dia mau. Walaupun itu semua uang hasil kerjanya dengan cara mencicilnya padaku, walau kadang ia tidak membayarnya & pengorbananku sering ada untuk dia, berkorban waktu, tenaga juga materi semua hancur sia-sia. Pengorbanan sayang yg tulus dariku yg ternyata cuma untuk dipermainkannya. Itulah sayang kedua yg kurasakan setelah saya menutup hati belasan tahun sejak ditinggal menikah sayang pertamaku.


Cintaku pada dia bukan sayang biasa, saya sungguh-sungguh harap membina rumah tangga & melewati semua rintangan bersama namun takdir berkehendak lain. Takdir memisahkan kami, sayang yg kuharapkan dapat bersatu seperti sebelum-sebelumnya kini tak akan mungkin lagi.



Hanya air mata yg sering ada di setiap doaku. Sebulan lebih saya terpuruk dalam hubungan yg tidak pernah berarti baginya, saya sangat menyayanginya & berharap dapat hidup bersamanya namun semua itu cuma tinggal mimpi. Aku belajar menerima takdirku bahwa sayangku tak mungkin terbalas sebesar apapun pengorbananku tak ada arti baginya.


Cintaku bukan sayang biasa untuknya tetapi saya harus belajar terima kenyataan hidup. Jangan pernah memandang sayang karena disparitas status ekonomi tetapi binalah sayang dengan ketulusan, kejujuran juga niat untuk mengarungi bersama semua rintangan yg ada.



cerita bergambar ada di:
https://komikita.info Hari ini 16:38
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.