• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Komik Bahasa Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0

MALAM TERAKHIR

Malam itu, Emir sudah datang lebih dulu & memesan sebuah meja di restoran favoritnya.
Mila menyusul belakangan karena pekerjaan tambahan di kantor menciptakannya pulang terlambat. Setelah hampir satu jam Emir menunggu, Mila akhirnya datang juga.
Di atas meja itu, sudah tersedia sepiring nasi, seporsi bebek panggang, & sepiring spageti.
"Kamu sudah memesankannya untukku?" tanya Mila.
"Iya, anda sering bilang suka dengan bebek panggang di restoran ini bukan?" jawab Emir.
"Kamu sering mengingatnya dengan baik", jawab Mila lagi sambil melempar senyum.
Emir tidak banyak berkata setelahnya. Mereka berdua tampak menikmati hidangan itu. Di tengah acara malam itu, Emir merogoh saku celananya.
Dia sudah menyiapkan sekotak cincin emas yg akan dia berikan untuk melamar sang kekasih.
Namun, belum sempat Emir benar-benar mengeluarkan cincin itu, Mila sudah menyelanya terlebih dulu.
"Emir, maaf," mengatakan Mila.
"Maaf kenapa? Apa yg kau lakukan?" tanya Emir heran.
"Soal Ibu. Dia tidak merestui kita," mengatakan Mila.
Kotak cincin yg sudah digenggam Emir di bawah meja itu pun urung ditunjukkannya kepada Mila.
"Kenapa? Kita sudah lama bersama & saling mensayangi. Penghasilan kita juga sudah cukup baik untuk dapat berkeluarga!" mengatakan Emir yg tidak dapat menyembunyikan kecewanya.
"Bukan itu! Kamu sudah tahu kan, masalah kita bukan itu!" jawab Mila sambil menatap mata Emir dengan penuh kesedihan.
"Aku tahu anda akan jadi suami yg baik," lanjut Mila. "Namun, biar bagaimanapun, anda tidak dapat jadi imamku di saat tanganmu masih menggenggam rosario."
Emir terdiam, spageti yg masih belum habis disantapnya pun dibiarkan mendharap begitu saja.
Dengan berurai air mata, Mila meminta maaf & meminta Emir melupakannya.
Malam itu jadi malam terakhir bagi mereka. Emir masih terdiam saat Mila meninggalkan meja itu.
Gedung restoran yg indah itu jadi saksi bisu dua jiwa yg saling mensayangi tetapi tidak dapat menyatu.


bacaan romatis, seru & hot:
Kemarin 23:18
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.