Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selamat Datang di Threadku
Namanya juga orang, namanya sosial media pasti ada saja sesosok makhluk ghoib yg berkomentar sesuka hati tanpa melihat batas norma & hingga menyinggung perasaan orang lain. Setidaknya itu lah yg dirasakan oleh beberapa orang, ketika mereka sudah tenang & tidak coba mencari cari gara-gara, eh ada saja yg berkomentar buruk.
Sudah banyak orang berkomentar, merasa kondusif & tenang dibalik smartphone ataupun pc mereka. Ada yg dari golongan warganet, ada juga yg dari golongan figur publik (kalau yg ini susah juga). Kedua golongan berkomentar, pasti saja ada yg baper & merasa dihina, terus langsung lapor polisi. Bimsalabim terpanggillah mereka yg berkomen ria tadi ke kantor polisi.
Ingat Bu Risma? Wali kota Surabaya, pernah dikatain mirip kodok oleh seorang warganet. Padahal Bu Risma lagi kerja ngurus-ngurus kota Surabaya, tiba-tiba dikatain begitu. Kadang orang tidur dikatain pengangguran aja tersinggung, nah ini llagi kerja dikatain mirip kodok, jelas tersinggungnya berlapis-lapis. Walaupun niatnya cuma bercanda, rupanya Bu Risma tidak suka dibercandain & rada sensitif "ada apa nih mengatakan saya kodok?", alhasil dilaporkanlah warganet tadi ke polisi.
Terbaru & masih hangat beritanya dari abang Jerinx yg menuduh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai "K*c*ng WHO". IDI ini ikatan Dokter kan yah? artinya kerjanya ngerawat pasien dong. Apa lagi pas pandemi gini, percayalah mereka tertekan dengan keadaan pandemi juga. Mereka sudah kebakar, & dengan ngatain "K*c*ng WHO" ibaratnya tuh nyiram minyak ke kobaran api yg lagi menyala, tambah besarlah apinya. Alhasil nih, Bang Jerinx dilaporin juga ke polisi.
Yah walaupun sudah minta maaf dengan dalih emosi melihat kelakuan buruk di sebuah RS, namun mau apa dikata. IDI sudah tersinggung duluan dengan mengatakan "K*c*ng WHO", & mereka emang punya hak untuk tersinggung. Seperti Bang Jerinx yg punya hak bersuara & berkomentar, tetapi salahnya terbakar emosi hingga ngatain "K*c*ng WHO."
Terus juga gansis masih ingat juga gak dengan seorang hater yg komen di Internet soal Chica Jessica yg disebut sebagai PSK. Nah, waktu itu dia kan lagi dekat dengan Om Deddy Corbusier. Deddy pun naik pitam lah karena membaca komentar tersebut, masa cewek baik-baik dibilang PSK? Dicarilah haters ini hingga ketemu oleh Om Botak, & luar biasa, orangnya ketemu. Face to face sama Om Botak & dimarahin habis-hadapatn dah, & dilaporin ke polisi jugaak.
Entah bagaimana kabar orang itu sekarang. Gue rasa pasti sangat malu, & tidak mau lagi macam-macam dengan sosial media. Pelajaran seumur hidup dah ini, gak main-main dah.
Penutup
Gue tahu sosial media adalah tempat yg bebas untuk berkomentar, namun bukan berarti kita dapat memberi komentar buruk juga. Norma pun masih berlaku lah di sosial media, etika pun tetep harus dijaga. Kalau mau kritik pun boleh lah, namun bahasa etika norma dilihat. Jari ngetik kepeleset dikit dapat jadi penjara cuy.
Makasih Sudah Menyimak
Dirawan
Namanya juga orang, namanya sosial media pasti ada saja sesosok makhluk ghoib yg berkomentar sesuka hati tanpa melihat batas norma & hingga menyinggung perasaan orang lain. Setidaknya itu lah yg dirasakan oleh beberapa orang, ketika mereka sudah tenang & tidak coba mencari cari gara-gara, eh ada saja yg berkomentar buruk.
Sudah banyak orang berkomentar, merasa kondusif & tenang dibalik smartphone ataupun pc mereka. Ada yg dari golongan warganet, ada juga yg dari golongan figur publik (kalau yg ini susah juga). Kedua golongan berkomentar, pasti saja ada yg baper & merasa dihina, terus langsung lapor polisi. Bimsalabim terpanggillah mereka yg berkomen ria tadi ke kantor polisi.
Ingat Bu Risma? Wali kota Surabaya, pernah dikatain mirip kodok oleh seorang warganet. Padahal Bu Risma lagi kerja ngurus-ngurus kota Surabaya, tiba-tiba dikatain begitu. Kadang orang tidur dikatain pengangguran aja tersinggung, nah ini llagi kerja dikatain mirip kodok, jelas tersinggungnya berlapis-lapis. Walaupun niatnya cuma bercanda, rupanya Bu Risma tidak suka dibercandain & rada sensitif "ada apa nih mengatakan saya kodok?", alhasil dilaporkanlah warganet tadi ke polisi.
Terbaru & masih hangat beritanya dari abang Jerinx yg menuduh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai "K*c*ng WHO". IDI ini ikatan Dokter kan yah? artinya kerjanya ngerawat pasien dong. Apa lagi pas pandemi gini, percayalah mereka tertekan dengan keadaan pandemi juga. Mereka sudah kebakar, & dengan ngatain "K*c*ng WHO" ibaratnya tuh nyiram minyak ke kobaran api yg lagi menyala, tambah besarlah apinya. Alhasil nih, Bang Jerinx dilaporin juga ke polisi.
Yah walaupun sudah minta maaf dengan dalih emosi melihat kelakuan buruk di sebuah RS, namun mau apa dikata. IDI sudah tersinggung duluan dengan mengatakan "K*c*ng WHO", & mereka emang punya hak untuk tersinggung. Seperti Bang Jerinx yg punya hak bersuara & berkomentar, tetapi salahnya terbakar emosi hingga ngatain "K*c*ng WHO."
Terus juga gansis masih ingat juga gak dengan seorang hater yg komen di Internet soal Chica Jessica yg disebut sebagai PSK. Nah, waktu itu dia kan lagi dekat dengan Om Deddy Corbusier. Deddy pun naik pitam lah karena membaca komentar tersebut, masa cewek baik-baik dibilang PSK? Dicarilah haters ini hingga ketemu oleh Om Botak, & luar biasa, orangnya ketemu. Face to face sama Om Botak & dimarahin habis-hadapatn dah, & dilaporin ke polisi jugaak.
Entah bagaimana kabar orang itu sekarang. Gue rasa pasti sangat malu, & tidak mau lagi macam-macam dengan sosial media. Pelajaran seumur hidup dah ini, gak main-main dah.
Penutup
Gue tahu sosial media adalah tempat yg bebas untuk berkomentar, namun bukan berarti kita dapat memberi komentar buruk juga. Norma pun masih berlaku lah di sosial media, etika pun tetep harus dijaga. Kalau mau kritik pun boleh lah, namun bahasa etika norma dilihat. Jari ngetik kepeleset dikit dapat jadi penjara cuy.
Makasih Sudah Menyimak
Dirawan
Hari ini 15:40