Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kasus tentang pembunuhan 2 sejoli yg awalnya korban laka lantas, lalu berakhir dengan dibuang ke sungai oleh aparat TNI yg berpangkat kolonel beserta anak buahnya akhirnya menguak kebenaran seperti apa sosok perwira TNI tersebut.
Kolonel Priyanto dialah yg pantas bertanggung jawab atas kejadian yg menimpa 2 sejoli ini, tetapi melihat dari gerak geriknya sosok ini dapat saja seorang psikopat tidak merasa bersalah & santai mengikuti alur persidangan.
Perkataan Kolonel Priyanto yg membuang sejoliHandi & Salsabila,hingga akhirnya mereka meninggal menciptakan tanya, karena alasan sang Kolonel untuk melindungi anak buahnya terbilang janggal.
Sang Kolonel memang aneh dalam berucap & memberikan alasan ketika harap membela Kopda Andreas Dwi Atmoko, sebagai driver mobil yg membawa petaka.
Walau ia mengakui dirinya salah karena panik & pikirannya kacau dalam persidangan, namun logikanya tidak berjalan ketika membuang mayat orang lain karena ia mengaku bahwa mereka berdua itu dugaannya sudah mati.
Apa seorang manusia tega membuang manusia yg sudah mati ke dalam sungai kalau alasannya seperti itu, otomatis keluarga yg kehilangan akan mencari bahkan mayat yg dibuang akan meninggalkan jejak.
Kekejaman Kolonel Priyanto pun ternyata dibuka dengan kisahnya di Timor Leste, ketika itu ia mengebom satu rumah. Entah ada atau tidak ada orang didalamnya, tetapi ia bertugas untuk menciptakan teror, melihat gaya ini hampir serupa dengan KKB yg membakar rumah warga di Papua.
Sang Kolonel sebenarnya Kepala Seksi Intelijen Komando Resor Militer 133/Nani Wartabone Gorontalo. Bahkan ketika dicecar pertanyaan hakim dirinya mengaku menginap dihotel bersama teman wanitanya NS.
Maka ancaman dari kejadian ini pun sanksi seumur hidup hingga sanksi mati, persidangan masih berjalan. Netizen pun geram karena sang kolonel seperti tidak ada rasa empati.
Banyak netizen mengharapkan sang kolonel dihukum mati, disini sebagai masyarakat awam harus tahu bahwa bila ada laka lantas yg mengakibatkan kematian lebih baik menunggu pihak terkait baik itu polantas maupun ambulance.
Karena mau TNI sekalipun ternyata sikapnya dapat jadi tidak sesuai seragam dinasnya. Agak susah memang kalau berurusan dengan sosok yg berseragam apalagi punya jabatan, jadi apa tanggapan GanSis dalam kasus ini apa pantas dihukum mati?
Sumber