Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mengenal Berbagai Jenis Sampah yang Sulit Terurai dan Waktunya!
Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar terkait berbagai jenis sampah yang sulit terurai dan waktunya yang diperlukan agar hancur!
Sampah masih merupakan tugas akbar bagi kita semua. Pengelolaan sampah masih belum cukup efisien & efektif hingga saat ini. Bantar gebang, masih jadi Tempat Pembuangan Akhir bagi para warga Jakarta, yg juga belum cukup solutif jadi pilihan. Dilansir dari kompas.com Timbunan sampah di Bantar Gebang sudah setinggi bangunan 16 lantai. Sedangkan hingga saat ini, belum tersedia alternatif TPA bagi sampah Jakarta.
Di Indonesia sendiri, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik mencapai 64 juta ton per tahun, & 3,2 juta ton di antaranya terbuang ke laut. Sedangkan berdasarkan studi National Plastic Action Partnership tahun 2020, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar urutan ke-2 di dunia, dengan volume sampah plastik sebesar 6,8 juta ton per tahun. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Republik Indonesia bahkan menyebutkan bahwa sebanyak 72% masyarakat Indonesia masih tidak peduli akan pengelolaan sampah plastik yg dihasilkan.
Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan. Yang mana setiap hari, sampah adalah hal yg dekat sekali dekat kita. Hal ini bukan saja jadi perhatian bagi pemerintah tetapi juga perlu adanya masyarakat yg ikut serta berperan dalam mengatasi masalah sampah ini.
Dikarenakan ada saja setiap harinya kita akan membuang sampah. Adapun sampah terbagi atas 3 jenis, yaitu:
1.Sampah organik adalah sampah yg berasal dari alam & dapat membusuk, seperti: sisa makanan, ranting, kulit buah, sampah sayur, sampah buah, ampas kopi, daun daun kering.
2.Sampah anorganik adalah sampah yg tidak membusuk & sulit terurai oleh tanah, seperti: kertas, plastik, kaleng, botol plastik.
3.Sampah Berbahaya/ Beracun (B3) adalah sampah yg berbahaya & beracun, biasanya berasal dari rumah sakit atau limbah pabrik. Sampah yg apabila dibuang dapat meracuni ekosistem lingkungan, seperti: deterjen, oli bekas, pembasmi serangga, pemutih pakaian, batu baterei.
Sampah-sampah tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai akibat baik dari segi kesehatan, sosial, lingkungan maupun ekonomi. Dalam mengelola sampah ada 3R yg dapat dilakukan yaitu: Reduce (mengurangi), Reuse (mengpakai kembali), & Recycle (daur ulang).
Reduce adalah Tindakan untuk mengurangi pengpakai suatu barang. Misalnya kita tidak mengpakai plastik sebagai tempat untuk membungkus tetapi menpakai tas kain. Selain itu, kita juga dapat mengurangi penggunaan bahan styrofoam dengan membaw bekal tempat makan.
Reuse adalah Tindakan untuk mengpakai menghindari barang sekali pakai. Kita dapat mengerjakan dengan cara memilih barang yg dapat dipakai dalam jangka waktu yg lebih lama, misalnya mengpakai kaleng bekas sebagai wadah tanaman. Mengpakai menstrual cup untuk mengurangi pemakaian pembalut.
Recycle adalah Tindakan untuk mendaur ulang sampah untuk dapat dipakai kembali. Misalnya dengan mengubah sampah organik jadi pupuk kompos, atau menciptakan ecobrick dari plastik sampah.
BSI Kampanyekan Gerakan Kurangi Sampah Plastik di Ajang Mandiri Jogja Marathon | Stabilitas Bisnis
Jakarta, STABILITASBISNIS.COM – PT bunk Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus melakukan edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. Langkah ini bertujuan untuk mendukung ekonomi hijau di Indonesia, sekaligus meningkatkan kepedulian publik terhadap lingkungan. Salah satu implementasi upaya...
Permasalahan sampah ini pun jadi perhatian dari bunk Syariah Indonesia atau disingkat jadi BSI. BSI harap jadi bagian keberlanjutan dari aspek fundamental dalam kehidupan seperti ekonomi, lingkungan & pemberdayaan. BSI, melihat potensi daripada pengelolaan sampah ini ikut meluncurkan sebuah gerakan berjudul Small Movement for Green Economy. BSI menggandeng Plasticpay, mewujudkan komitmen untuk mendukung lingkungan tumbuh seimbang berkelanjutan, yg berarti dengan mendukung ekonomi hijau sekaligus meningkatkan kepedulian publik kepada lingkungan. Adapun tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan awareness bagi masyarakat dalam penerapan green economy melalui prinsip 3P yaitu People, Planet & Profit.
Plasticpay adalah gerakan sosial yg mengajak masyarakat untuk mengubah sampah jadi bermanfaat & membawa kebaikan. BSI & Plasticpay berkolaborasi menempatkan Reversve Vending Machine (RVM) di area publik. Pada tahap pertama, mesin tersebut ditempatkan di Gedung BSI Wisma Mandiri 1 Jakarta & selanjutnya, mesin tersebut disebarluaskan di area biasa Jabotdetabek.
Kolaborasi yg dilakukan oleh BSI dengan Plasticpay sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai sampah. Agar sampah dapat dipilah & diolah dengan baik sehingga dapat bernilai ekonomi tinggi lewat platform digital. Diharapkan juga hal ini dapat memiliki akibat lingkungan yg baik juga berkelanjutan.
Cara kerja dari Reverse Vending Machine ini pun sangat mudah. Pertama, dengan mendownload aplikasi Plasticpay. Kemudian lakukan registrasi, setelah itu akan didapat USER ID. Kumpulkan minimal 5 botol plastik bekas, bungkus botol tersebut dengan plastik bekas. Tulis USER ID pada plastik bekas tersebut, Bawa plastik yg berisi botol tadi ke dropbox plasticpay terdekat. Poin akan otomatis terkirim saat sampah sudah diambil oleh regu plasticpay. Poin-poin yg dikumpulkan nantinya ditukar dengan voucher, pulsa, paket data, & sebagainya.
Sampai saat ini BSI & Plasticpay sudah menempatkan 17 RVM di seluruh Indonesia & rencananya akan terus ditambah hingga 50 RVM hingga dengan tahun 2023. Adapun hasil dari pengolahan sampah tersebut sudah terkumpul sebanyak 1.577 kg sampah botol atau setara dengan 90.521 botol plastik. Ini berarti sudah sebanyak 6.245.937 gram emisi karbon yg berhasil dikurangi. Hal ini pun berdampak secara ekonomi kepada para pelaku UMKM yg mencatatkan bahwa sudah 6.000 produk yg diproduksi.
Dari sini kita dapat belajar bahwa untuk dapat berdampak, tidak perlu muluk muluk. Dengan memisahkan botol plastik dari sampah lainnya & memasukannya ke dropbox plasticpay, juga termasuk bagian dari menyelamatkan lingkungan.
Terimakasih BSI yg sudah turut mengambil bagian untuk mendanai program berkelanjutan seperti ini. Program yg berdampak untuk lingkungan, ekonomi & juga pemberdayaan.
Sumber:
1.https://www.kompas.com/tren/read/2023/01/20/112500965/timbunan-sampah disebut-sudah-setinggi-bangunan-16-lantai-ini-sejarah-tpst?page=all)
2.https://econusa.id/id/ecodefender/ini-dia-manfaat-dan-cara-menciptakan-ecobricks)
3.https://www.bankbsi.co.id/news-update/berita/gerakan-ekonomi-hijau-bsi-dan-plasticpay-luncurkan-vending-mesin-sampah-plastik)
4.https://bijakberplastik.aqua.co.id/p...-di-indonesia/
5.https://www.bankbsi.co.id/news-updat...kurangi-sampah
Kemarin 22:53