facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Temuan ini didapatkan pada Rabu (11/9/2013), tetapi otoritas Perancis baru memublikasikannya pada Sabtu (21/9/2013). Koper-koper tersebut diketahui berangkat dari Caracas, Venezuela, menumpang Air France tujuan Perancis.
Dikutip dari BFMTV, televisi yang berafiliasi ke CNN, Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa orang sudah ditahan terkait temuan ini. BFMTV mengatakan, penyelidikan atas temuan ini melibatkan polisi Inggris, Belanda, dan Spanyol. "Kasus ini menggambarkan pentingnya memperkuat kerja sama internasional dalam memerangi penyelundup," kata Valls. Dalam kesempatan itu, Valls juga mengatakan, sepanjang 2013 telah ada 4 ton kokain disita di Perancis.
Sementara Kepala Kepolisian Perancis mengatakan kepada AFP bahwa sitaan ini terbilang luar biasa. "Sekarang penyelidikan harus menentukan apakah adakaki tangan lain di dalam perusahaan (penerbangan) maupun di bandara, baik keberangkatan maupun kedatangan," ujar dia.
Pemerintah Venezuela dikabarkan juga turut menyelidiki kasus ini, berdasarkan pernyataan Kementerian Publik Venezuela. Penyelidikan dilakukan di Bandara Internasional Simon Bolivar, dilakukan oleh jaksa dan Komando Anti-Narkoba dari Garda Nasional Venezuela.Kantor Jaksa Agung Venezuela mengatakan dalam sebuah pernyataan singkatbahwa jaksa dan polisi anti-narkoba Garda Nasional sedang menyelidikibagaimana koper sarat kokain bisa masuk ke kabin bagasi dari BandaraInternasional Simon Bolivar. Mereka juga menelusuri siapa pemilik barang tersebut.
Kokain adalah ekstrak daun koka, tanaman yang tumbuh di negara-negara seperti Kolombia, Peru, dan Bolivia. Berdasarkan pemantauan PBB, Venezuela tidak masuk dalam daftar negara produsen kokain.
Namun, laporan PBB mengatakan pula bahwa pengedar narkoba menjadikan negara itu sebagai transit untuk penyelundupan ke negara lain. Di Venezuela, pada 2012, ada 45 ton obat-obatan terlarang telah disita.