• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kok Dapat ya Konten Cegat Truk Terus Bermunculan?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kok Bisa ya Konten Cegat Truk Terus Bermunculan?


Dari begitu banyaknya konten yg menghiasi sosial media, saya paling bingung dengan yg satu ini. Okelah, saya dapat mengerti dengan konten pamer kekayaan atau konten mesum berkedok pendidikan seksual, tetapi konten yg satu ini sungguh bikin geleng-geleng kepala.

Baru tadi saya melihat berita tentang beberapa remaja yg mencoba mencegat truk yg tengah melaju kencang. Kalau tak salah ingat pekan lalu saya juga melihat konten serupa, bulan lalu juga ada, tahun lalu juga masih belum hilang dari ingatan. Hasilnya apa? Semuanya tewas ketabrak.

Kok Bisa ya Konten Cegat Truk Terus Bermunculan?


Mencari uang dengan mengerjakan konten ekstrim seperti memelihara cobra atau terjun payung masih dapat dimengerti, tetapi kenapa orang-orang terus mengerjakan konten cegat truk padahal sudah banyak korban yg videonya dapat dilihat di internet? Saya yakin sudah banyak yg tahu bahwa sebuah truk tidak dapat mengerem secara mendadak, tetapi kok masih banyak yg sukarela melemparkan diri ke tengah jalan untuk menghadang truk? Minta telolet ya?

Dan masalahnya tidak akan selesai cuma dengan nyawa si pembuat konten. Tentunya sang pengemudi truk akan dimintai pertanggungjawaban atas hal yg sudah dia lakukan, mau ataupun tak mau dia mengerjakan itu. Jika si supir truk hingga dipenjara maka seluruh keluarganya terancam kelaparan, & meski tidak dipenjara sekali pun si supir tetap akan dihantui rasa bersalah karena merenggut nyawa manusia.

Kok Bisa ya Konten Cegat Truk Terus Bermunculan?


Padahal yg salah di sini siapa sih? Konten-konten seperti ini sesungguhnya tak ada bedanya dengan bunuh diri, tetapi melibatkan banyak orang yg sebenarnya tidak harap terlibat. Coba hitung dosanya; bunuh diri, merepotkan orang lain, ditertawakan oleh orang-orang di internet, really really not rest in peace.

Konten-konten cegat truk, kalau truknya berhasil berhenti sebelum menabrak, mungkin memang akan menghasilkan banyak viewers, tetapi resikonya benar-benar tidak sebanding. Selain itu mungkin saja videonya akan di-report oleh banyak orang sebelum dapat dijadikan uang, & kalau gagal videonya jelas akan di-takedown akibat unsur gore 21+. Terus kenapa konten-konten seperti ini masih bermunculan? Entahlah, mungkin kerasukan jin.

Kok Bisa ya Konten Cegat Truk Terus Bermunculan?


Atau mungkin hal ini disebabkan oleh kultur wibu yg semakin menggila. Buat yg nggak tahu, ada banyak sekali manga yg menceritakan seseorang ditransfer ke dunia lain setelah tertabrak truk hingga-hingga tema ini jadi lelucon tersendiri di kalangan otaku. Bukan tidak mungkin ada orang yg cukup bodoh untuk mempercayainya & melemparkan diri ke depan truk yg tengah melaju, berharap dapat hidup di dunia lain & ngeharem dengan cewek bertelinga kucing.

Jadi apakah mereka sudah berada di dunia lain sekarang? Ya, itu pasti. Namun dunia lain yg dimaksud mungkin benar-benar berbeda dengan apa yg mereka harapkan. Dan untuk kita yg masih ada di dunia ini, tolong jangan macam-macam dengan truk yg tengah melaju kencang. Ditabrak itu sakit lo, & mati memalukan jauh lebih menyakitkan.

Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.

Kok Bisa ya Konten Cegat Truk Terus Bermunculan?
Hari ini 17:52
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.