Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Penulis: Ulfiana
Editor: Fatio Nurul Efendi
Cangkeman.net -Bahkan seorang anak kecil pun paham kalau penjahat harusnya dihukum, ini yg harusnya berpendidikan kok malah lebih bodoh. Agak mengherankan aparat negara ini.
Beberapa hari lalu saya berselancar di media sosial Twitter. Saya menemukan sebuah cuitan yg menciptakan saya sadar, betapa bobroknya kepolisian di Indonesia. Memang benar katanya sih cuma oknum.Lhatapi kok banyak.
Kasus bermula saat terjadi pemerkosaan pada tahun 2019, di mana korban & pelaku yg berjumlah 4 orang sama-sama bekerja di Kemenkop UKM. Kasus ini kembali muncul kepermukaan saat orang tua korban memutuskan membuka lagi kasus ini supaya dapat maju ke pengadilan di bulan Oktober 2022. Kasus yg sangat miris sebenarnya, korban yg semestinya mendapatkan proteksi malah berakhir dinikahkan dengan pelaku yg masihsingle. Gila!
Mirisnya lagi, pihak polisi, pihak yg semestinya jadi tempat korban berlindung, pihak yg semestinya menegakkan keadilan malah turut andil dalam menikahkan korban dengan pelaku. Sebelumnya keempat pelaku cuma ditahan selama dua minggu, & dilepaskan cuma karena desakan keluarga pelaku. Ini seorang polisi,loh.Masa goyah cuma karena desakan keluarga pelaku yg memang sudah terbukti salah?
Korban berakhir dengan dinikahkan dengan pelaku, dengan dalihrestorative juctice. Jika dipikirkan dengan logika, orang idiot mana yg menciptakan konsep kalau solusi pemerkosaan itu menikahkan korban dengan pelaku? Dan bukankah kasus yg dapat berakhir damai adalah yg menguntungkan kedua belah pihak?
Dari kasus ini sudah terlihat sangat jelas bahwa korban sangat dirugikan, baik dari segi mental, fisik, maupun materi. Kabar yg terbaru, pelaku cuma memberi nafkah sebesar Rp 300.000 saja. Sedangkan pelaku sudah tidak terjerat hukum, tidak dicabut gelar PNSnya, bahkan dapat melanjutkan sekolah dengan beasiswa.
Saya saja merasa sakit hati, padahal cuma membaca. Saya sudah tidak dapat membayangkan sehancur apa korban & keluarganya. Seorang korban pemerkosaan sudah pasti megalami yg namanya trauma, & untuk sembuh harus dilakukantreatmentyang tepat. Sedangkan ini malah dinikahkan dengan pelaku yg sebenarnya adalah penyebab dari trauma tersebut.
Sudah saatnya system kepolisian di Indonesia diperbaiki. Sudah banyak penyimpangan-penyimpangan berdalih oknum yg dilakukan oleh kepolisian. Dalam hal ini yg dirugikan tidaklah sedikit, apalagi beberapa tahun ke belakang ini banyak sekali kasus kasus yg berkaitan dengan penyimpangan yg dilakukan oleh polisi, lembaga yg semestinya jadi tempat perdana untuk mencari keadilan malah beralih fungsi memihak yg bercuan.
Dari banyaknya kasus yg sudah terjadi, pemerintah semestinya dapat membuka mata, betapa bobroknya sistem kepolisian di negaranya. Jika hal ini tetap dibiarkan, mau jadi seburuk apa negara ini nanti? Terkadang hal baik tidak sering berjalan, tetap jaga dirimu dari ketidakadilan.
Tulisan ini ditulis oleh Ulfiana diCangkemanpada tanggal 10 November 2022. Hari ini 16:08