• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Koin Emas Kuno Ini Mirip Bitcoin?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Agan sekalian pada tahu enggak apa sih alat transaksi resmi perdana yg sudah setara uang di muka bumi?

Nah, kemaren ane lagi ngecek-ngecek tuh terus ketemu nih dari blog Mistercuan.comkalau ternyata alat transaksi setara uang yg perdana itu muncul di Kerajaan Lydia di daerah Timur Tengah. Pernah denger enggak?

Pas baca tulisannya Mistercuan itu, ane jadi kepikiran kok koin emas antik Lydia itu jadi mirip Bitcoin ya skema transaksinya? soalnya kan zaman dulu enggak ada bunk sentral yg mengatur percetakan uang.

Nah, kalau menurut agan sekalian setuju enggak nih koin emas Lydia mirip-mirip Bitcoin, cuma beda zaman aja.

Coba deh baca tulisannya dulu di sini:


Sejarah Koin Emas dari Sebuah Kerajaan di Timur Tengah

Sebuah kerajaan di kawasan Timur Tengah yg kini jadi daerah Turki, yakni Lydia mencetak koin emas murni perdana kalinya pada zaman ke-6 sebelum masehi. Sayangnya, tidak ada bukti yg dapat memastikan koin itu dipakai untuk transaksi jual-beli di pasar.


Soalnya, setelah beberapa arkeolog mengecek hasil reruntuhan daerah Lydia, tidak ditemukan koin emas di bagian toko & pasar. Namun, ada anggapan koin emas Lydia itu dimonopoli & timbun oleh para pedagang akbar nan kaya di sana.

Soalnya banyak koin emas serupa yg ditemukan di kuil-kuil Ionia, daerah Yunani. Hal ini juga yg seolah menjawab polemik sejarah koin emas perdana di dunia. Ada beberapa klaim pembentukkan koin emas perdana di dunia berasal dari Yunani, China, & India.


Namun, kemungkinan semua koin emas yg ditemukan di sana berasal dari Lydia yg tersebar oleh aktivitas para pedagang.


0.jpg





Koin Emas Lydia Tahap Awal

Koin emas Lydia yg perdana kali ditemukan memiliki komposisi bahan baku 55 persen emas, 45 persen perak, & sisanya tembaga. Ketiga bahan baku itu dicampurkan supaya jadi koin yg tahan lama & seimbang.


Namun, koin emas Lydia tahap awal memiliki kelemahan utama, yakni campuran tembaga menciptakannya tidak seperti emas asli. Campuran tembaga itu menciptakan warna koin lebih merah merona dibandingkan dengan emas yg cenderung berwarna pucat.

Koin Lydia tahap awal itu dicetak di Sardes, ibu kota Lydia yg kini berada di wilayah Turki. Deteksi letak pencetakan koin emas perdana di dunia itu berdasarkan anggapan bentuk pahatan dalam koin yg menggambarkan ciri-ciri kota tersebut.


Koin emas Lydia itu memiliki beberapa pecahan dari sepertiga, seperenam, seperduabelas, seperduapuluhempat, seperempatpuluhdelapan, hingga sepersembilanpuluhenam. Nominal yg paling populer karena nilainya paling tinggi adalah sepertiga.


Keberadaan koin emas Lydia yg termashur saat itu menciptakan banyak kota kawan dagang kerajaan itu ikut bikin koin emas sendiri.


Kota Anatolia, sekarang di daerah Turki & Hellas, sekarang di daerah Yunani, pun mengikuti koin emas Lydia tahap awal. Mereka menciptakan koin emas dengan pahatan gambar masing-masing kota.


Bahkan, di wilayah Yunani secara keseluruhan mulai mengadaptasi sistem koin Lydia ke dalam mata uangnya, yakni drachm. Asumsi itu muncul karena banyaknya penemuan koin Lydia di kuil Ionia. Penggunaan drachm pun diterapkan ke pasar ritel dengan bahan baku perak untuk transaksi nominal yg lebih kecil.

Koin Lydia Tahap Dua

Setelah Croesus menggantikan tahta ayahnya Alyattes di zaman ke-5 sebelum masehi, koin Lydia mulai disempurnakan. Croesus menciptakan koin emas & perak murni sehingga dari segi nilai intrinsiknya lebih tinggi ketimbang koin sebelumnya.


Keputusan Croesus untuk menyempurnakan koin emas itu berasal dari pengamatannya melihat penyebaran emas di Kerajaan Babilonia. Waktu itu, dia masih mengikuti perjalanan ayahnya yg masih berstatus raja Lydia.


Dari pengamatannya, Croesus melihat koin emas dapat meningkatkan pengaruh & kekuatan Lydia di luar negeri, khususnya dengan kawan dagangnya Yunani. Croesus pun memberikan nama kepada koin emas Lydia yg disempurnakannya, yakni croesid.


Adapun, selain nilai intrinsik croesid lebih tinggi dibandingkan dengan koin emas sebelumnya, ada lagi beberapa kelebihan koin emas Lydia tahap dua ini, yakni memiliki standar nilai tukar. Jadi, satu koin emas bernilai 10 koin perak. Berat koin itu juga berbeda, satu koin emas croesid memiliki berat 126 butir gandum, sedangkan 1 koin perak croesid memiliki 168 butir gandum.

Koin perak lebih berat untuk dapat menciptakan nilai intrinsik dalam standar pertukaran dengan koin emas lebih mudah dihitung dengan 1:10.


Standar nilai tukar itu jadi acuan para pedagang untuk bertransaksi dengan mengpakai koin itu di wilayah manapun. Untuk itu, Croesus menciptakannya dengan sangat hati-hati supaya dapat dipakai oleh masyarakat global.


Namun, memiliki koin croesid nyatanya tidak menciptakan Lydia dapat menang dalam pertempuran. Toh, akhirnya Lydia dikalahkan oleh Persia. Setelah dikuasai Persia, croesid masih sempat dipakai sebagai alat tukar dalam perdagangan, tetapi tidak begitu lama.


Soalnya, Persia bikin koin kedua yg diakui secara dunia bernama Daric yg juga dirilis pada zaman ke-5 sebelum masehi. Begitulah sejarah koin emas yg dipakai sebagai alat transaksi pada kehidupan awal manusia.

Nah, menurut agan-agan koin emas antik itu mirip bitcoin enggak?
Hari ini 21:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.