• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kohabitasi, Kumpul Kebo di Dalam & Luar Negeri

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kohabitasi, Kumpul Kebo di Dalam & Luar Negeri


Karena sebentar lagi Idul Adha ada baiknya kita membahas tentang seekor mamalia yg suka berkumpul dalam kelompok. Kebo, salah satu hewan yg cukup populer untuk disembelih saat hari raya kurban. Sama seperti sapi, nama dari hewan kebo ini cukup sering dipakai untuk sesuatu yg sebenarnya sama sekali tak ada hubungannya dengan kebo. Jika sapi difitnah dengan adanya telor mata sapi, kebo sering difitnah dengan adanya istilah kumpul kebo.

Kumpul kebo sebenarnya memiliki istilah asli koempoel gebouw yg artinya berkumpul di bawah satu atap rumah dalam bahasa Belanda yg akhirnya diserap jadi kumpul kebo. Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan pasangan pria & wanita yg tinggal bersama (dan mengerjakan hubungan seksual) tetapi tidak terikat dalam hubungan pernikahan.

Kohabitasi, Kumpul Kebo di Dalam & Luar Negeri


Di negara ini kumpul kebo lebih sering dijumpai di kalangan remaja & terkadang bukan cuma dua orang saja melainkan beberapa orang yg mengerjakan free sex di dalam satu rumah. Kumpul kebo tentu saja dilarang oleh hukum meski hukumannya cuma beberapa bulan penjara atau bahkan cuma sekedar karantina (terutama yg punya bekingan).

Tapi itu di Indonesia, bagaimana dengan negara-negara lain yg lebih terbuka akan masalah seperti ini?

Di Amerika, ada begitu banyak pasangan yg tinggal tanpa status pernikahan. Tak ada hukum yg melarang, bahkan cukup dianjurkan untuk mengecek kecocokan antar kedua belah pihak. Alasan untuk mengerjakan kumpul kebo (atau di sana disebut kohabitasi) ada banyak, tetapi intinya mereka harap berhubungan secara intim tanpa terlalu terikat satu sama lain.

Kohabitasi, Kumpul Kebo di Dalam & Luar Negeri


Contohnya begini, kalau cuma sekedar kohabitasi maka pria & wanita dapat berpisah kapan saja kalau merasa tidak cocok sedangkan kalau sudah menikah mereka harus terus menjalaninya atau bercerai. Kalau pria & wanita menikah maka mereka terikat secara hukum jadi kalau mereka harap berpisah ada beberapa proses yg harus dilalui & mungkin ada harta gono-gini yg harus diurus. Kohabitasi lebih gampang, tinggal pisah & selesai.

Tapi bukan berarti hubungan semacam ini cuma main-main belaka, justru karena tidak menikahlah komitmen (atau kesetiaan) kedua belah pihak lebih diuji. Kalau mau lihat contoh nyatanya, lihat saja Cristiano Ronaldo. Dia punya lima anak dari tiga perempuan yg berbeda & dia tidak menikahi satu pun. Dia punya kekasih, tinggal bersama, punya anak, tetapi tidak menikah. Entah apa pun alasannya tetapi dia adalah contoh dari kohabitasi yg sukses.

Kohabitasi, Kumpul Kebo di Dalam & Luar Negeri


Namun kohabitasi jelas punya kekurangan besar. Namanya juga sekedar hidup bersama tanpa ikatan yg jelas, kalau suatu hari salah satu pihak selingkuh atau lenyap tanpa kabar ya tak ada siapa pun yg dapat disalahkan, tak ada yg dapat dituntut. Ujung-ujungnya kasus seperti ini dapat mengarah ke tindakan ekstrim seperti pembunuhan kekasih atau kegilaan. Makanya, kalau Anda tak harap hubungan Anda putus tanpa kompensasi lebih baik menikah saja.

Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.

sumur Hari ini 08:46
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.