yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Para remaja ini diamankan dari Hotel Nusantara berlokasi di belakang Kantor Pendopo Bupati Jember. Diduga kuat mereka menjadi korban penipuan oknum tertentu untuk bisa masuk seleksi pendidikan militer taruna yakni Sekolah Calon Bintara (Secaba) tahun 2014.
Beberapa dari mereka bahkan sudah hampir selama sebulan lebih berada di hotel yang ada di Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Patrang itu. Awal diketahui karena ada laporan dari masyarakat sekitar yang menaruh curiga keberadaan sejumlah pemuda berambut cepak yang sering berseliweran di sekitar hotel dan Stasiun Jember itu.
Menurut penuturan Siswanto yang juga Ketua RT 1 Lingkungan Kampung Osing mengatakan, pihaknya curiga karena cukup lama mereka berada di sekitar lokasi namun tidak diketahui jelas apa yang mereka kerjakan.
Akhirnya, pihak RT pun mencoba untuk menanyakan langsung kepada salah satu pemuda yang kebetulan lewat di depan rumahnya. “Dari pengakuan salah satu pemuda itu, mereka berada di Jember karena menunggu pengumuman pendidikan TNI di Secaba Jember,” kata Siswanto.
Dia awalnya percaya dengan keterangan itu dan tidak menaruh curiga. Namun, pihaknya mulai merasa ada yang janggal saat mengetahui ada kabar jika sejumlah pemuda itu mengumpulkan sejumlah uang dengan nilai puluhan juta rupiah. Bahkan, uang itu rencananya diduga akan diberikan kepada oknum yang menjanjikan kelulusan pendidikan militer itu.
Siswanto kemudian kroscek ke pihak Secaba. Namun, dari informasi yang diterima sedang tidak ada penerimaan pendidikan dalam waktu dekat, kecuali pendidikan reguler khusus yakni bagi anggota TNI Tamtama ke Bintara. Dia pun curiga sehingga pihaknya pun melaporkannya ke Kodim 0824 Jember.
Sementara menurut Komandan Kodim 0824 Jember Letnan Kolonel Arh Wirawan Yanuarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya langkah dari institusinya untuk meminta keterangan terkait hal itu. “Kami mengamankan setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat, kami masih terus mendalami persoalan ini. Kita belum bisa mengatakan mereka sebagai korban penipuan atau tidak atau gimana. Yang masih kami periksa jadi masih belum tahu hasilnya,” kata Wirawan.
Diduga kuat, mereka ini merupakan korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, berdasarkan informasi perekrutan taruna sudah dilakukan Juni tahun lalu dan sekarang tengah masa pendidikan selama 4 bulan yang berakhir bulan April mendatang. Namun, karena menyangkut-pautkan dengan TNI, maka pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan apa sebenarnya yang terjadi dengan ke-35 anak ini hingga sampai ke Jember.
“Saya masih koordinasi dengan atasan. Jika ini masyarakat sipil dan tidak ada hubungannya dengan TNI, maka selanjutnya kita bisa serahkan kepada polisi,” katanya.
Pihak Kodim sendiri masih belum memastikan apakah 35 pemuda ini korban penipuan, karena masih dilakukan pengumpulan keterangan. Terkait dengan dugaan percaloan pendidikan militer yang melibatkan oknum bawaahannya, ditolak keras.
“Kita tidak akan mentolelir. Tidak ada percaloan atau makai uang masuk tentara. Jika memang ditemukan kita tindakan untuk menghukum seberat-beratnya, karena itu memang sudah komitmen dari TNI untuk membersihkan diri dari percaloan," tandasnya.