• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Klopp, Fauci, Omicron & vaksin COVID-19

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.391
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Klopp, Fauci, Omicron & vaksin COVID-19.

Klopp, Fauci, Omicron & vaksin COVID-19


Manajer Liverpool Juergen Klopp dalam pertandingan Liverpool melawan Tottenham Hotspur di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, 19 Desember 2021. (REUTERS/DAVID KLEIN)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Liverpool Juergen Klopp luar biasa murka hingga tak tahan untuk berkata, "jika ada pemain yg sama sekali tidak divaksinasi, maka dia terus jadi ancaman kepada kita semua."

Dia kesal ketika skuad sering satu bus dalam perjalanan menuju satu pertandingan ke pertandingan lain, berada dalam satu ruang ganti & satu ruang makan, masih saja ada orang yg tak mau divaksinasi.

Belum lagi saat bertanding melawan pemain lain yg pasti bersentuhan, padahal pemain yg bersentuhan belum pasti bebas COVID-19.

Baca juga: Sepekan terakhir Liga Premier temukan 90 kasus positif COVID-19

Itu mungkin tak apa-apa kalau tak ada varian baru SARS-CoV-2 yg menyebabkan COVID-19 yg sudah hampir dua tahun ini mengganggu semua aspek kehidupan.

Virus ini juga sudah merenggut 5,35 juta nyawa manusia di seluruh dunia, termasuk 144 ribu di Indonesia & 128 ribu di Inggris di mana Klopp & Liverpool berada.

Klopp kesal, cuma karena ada orang yg enggan memikirkan akibat dari pilihannya tidak divaksinasi kepada khalayak lebih besar, jadwal pertandingan terganggu untuk kemudian merusak segala ekspektasi.

Sikap tak bertanggung jawab itu juga menciptakan sejumlah pemain kunci Liga Inggris absen justru ketika dibutuhkan timnya, karena mesti dikarantina akibat masuk kluster kontak COVID-19.

Manajer baru Aston Villa Steven Gerrard juga geram, pun begitu pelatih Crystal Palace Patrick Vieira & manajer Chelsea Thomas Tuchel.

Saking kesalnya mereka bahkan bersumpah tak akan merekrut pemain yg belum divaksinasi karena di mata mereka pemain-pemain seperti ini membahayakan yg lain mengingat mereka adalah pihak yg lebih mungkin ditulari Omicron & kemudian menulari yg lain serta akhirnya merusak rencana lomba seperti jadwal pertandingan Liga Inggris belakangan ini.

Ketika ditanya apakah status vaksinasi pemain akan mempengaruhi kebijakan Liverpool dalam bursa transfer, Klopp mantap menjawab, "ya sudah pasti."

Baca juga: Mikel Arteta berusaha tetap positif di tengah lonjakan Covid-19

Klopp juga kesal kepada manajemen Liga Premier yg tak dapat mengambil langkah terukur, hingga-hingga ada beberapa pertandingan yg dibatalkan cuma dua atau tiga jam sebelum kickoff.

Kekesalan seperti ini bergema ke Eropa yg salah satunya dilontarkan Stade Rennes dari Liga Prancis & badan sepak bola Eropa, UEFA.

Rennes mengkritik Tottenham karena membatalkan pertandingan Liga Conference Europa ketika klub Prancis itu sudah berada di London.

Ternyata UEFA sama sebalnya. Akhirnya UEFA menyimpulkan Spurs tersisih dari fase grup lomba kontinental level tiga di Eropa itu, sebaliknya memutuskan Rennes & Vitesse Arnhem maju ke fase gugur.

Semua peristiwa ini melukiskan betapa buruknya akibat Omicron & lomba sepak bola hanyalah satu dari banyak sektor yg dirusak oleh varian yg sangat menular namun disebut-sebut memperlihatkan gejala ringan itu.

Namun orang lupa bahwa di Afrika Selatan yg jadi asal varian ini, Omicron menyerang kaum muda yg selain bukan kelompok rentan tetapi juga rata-rata belum divaksinasi.

Seperti kebanyakan negara di dunia ini, Afrika Selatan baru memvaksin secara luas kelompok rentan seperti manula, pekerja kesehatan garis depan, & mereka yg memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kaum mudanya sendiri belum begitu luas divaksinasi.

Baca juga: Klub Liga Premier sepakat lomba lanjut di tengah krisis COVID-19


Vaksin masih lebih baik

Data di Afrika Selatan sendiri memperlihatkan kebanyakan yg terpapar Omicron adalah kaum muda atau mereka yg belum divaksinasi, walaupun sejumlah analisis menyebutkan Omicron dapat mengelabui vaksin & kekebalan tubuh yg tercipta karena sebelumnya pernah terpapar.

Mungkin karena kelompok muda ini maka gejala yg terlihat pun umumnya ringan. Akan lain persoalannya kalau tingkat vaksinasi di sana sudah tinggi, mungkin tak seheboh sekarang. Varian Delta yg sempat menciptakan India kalang kabut hampir enam bulan lalu juga beberapa akibat rendahnya tingkat vaksinasi di sana.

Tingkat vaksinasi di Afrika Selatan sendiri masih rendah. Di negeri ini baru 26,3 persen yg sudah mendapatkan dua takaran vaksin. Ini lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia yg sudah 39,1 persen, padahal jumlah penduduk Indonesia jauh lebih akbar dari Afrika Selatan.

Dalam perspektif ini sepertinya vaksin jadi benang merah. Bukan cuma karena omongan Juergen Klopp, karena pakar-pakar kesehatan sendiri menyatakan demikian, salah satunya Dr. Anthony Fauci yg pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat & penasihat kesehatan Presiden Joe Biden.

Saat ini AS dibuat syok oleh kembali tingginya kasus COVID-19 walaupun kebanyakan masih akibat varian Delta. Namun Fauci memiliki teori lain bahwa Omicron bakal menciptakan gelombang baru infeksi COVID-19 di AS mengingat masih banyak penduduk negeri ini yg belum divaksinasi.

"Masalah utama yg dihadapi sistem rumah sakit di AS adalah begitu banyak orang di negeri ini yg sudah memenuhi syarat untuk divaksinasi tetapi belum divaksinasi," mengatakan Fauci kepada NBC.

Fauci sekilas menguatkan pandangan Klopp bahwa divaksinasi & tidak divaksinasi itu menciptakan disparitas besar, bahkan yakin angka kematian & tingkat rawat di rumah sakit di AS bakal naik tahun depan, akibat Omicron.

Untuk itu dia mendorong Biden mengambil langkah lebih agresif lagi, di antaranya memberikan booster guna membentengi sistem rumah sakit & kelompok paling rentan.

Baca juga: Klopp tak mau sembarangan rekrut pemain yg belum divaksin

Penjelasan ilmiah dari Afrika Selatan menguatkan kekhawatiran itu. Salah satu penjelasan itu dihinggakan oleh Dr Angelique Coetzee yg merupakan orang perdana yg menemukan Omicron di Afrika Selatan.

Gejala virus corona berbeda antara varian satu dengan varian lainnya. Biasanya yg terserang COVID-19 mengalami demam, batuk, & kehilangan penciuman & rasa. Tapi ketika sudah bermutasi muncul gejala-gejala baru.

Untuk Omicron, menurut Coetzee, indikator utamanya adalah kelelahan, berkeringat saat malam, tenggorokan gatal, batuk kering & nyeri otot ringan. Tak ada gejala hilang penciuman & turunnya kadar oksigen.

Tetapi Coetzee menyatakan gejalanya akan lebih buruk pada orang yg tidak divaksinasi, bahkan banyak yg berakhir di rumah sakit.

Datanya sendiri mencengangkan, 88 hingga 90 persen pasien Omicron yg harus dirawat di rumah sakit adalah mereka yg belum divaksinasi.

Tak heran orang-orang seperti menteri urusan vaksin Inggris yg kini menteri pendidikan negara itu, Nadhim Zahawi, menyebut Omicron memburu mereka yg tidak divaksinasi alias yg tidak terlindungi.

Begitu tertular orang-orang ini dapat menularkannya kepada yg lain, termasuk kelompok rentan yg dapat saja terenggut nyawanya. Skenario ini dapat merusak segala rencana, target & ekspektasi, termasuk jadwal lomba olah raga.

Jadi dapat dipahami kalau Juergen Klopp marah kepada mereka yg tak mau divaksinasi, apalagi data & pendapat ilmiah memperlihatkan bahwa vaksinasi masih formula yg lebih baik dalam melawan COVID-19, terlebih ketika kebanyakan orang tidak disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, & aspek-aspek protokol kesehatan lainnya.

Baca juga: Laga Aston Villa vs Burnley ditunda karena bertambahnya kasus COVID-19

Berita diatas dikutip dari internet, jika Klopp, Fauci, Omicron & vaksin COVID-19 adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.