Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
KKN di Desa Penarisudah tayang di bioskop. Setelah menunggu selama dua tahun lamanya, film ini memecahkan rekor bagi sutradaranya sendiri. Dan juga berhasil menutup mulut para haters Dunia Maya yg budiman. Maksudnya?
Film ini mengalami penundaan yg lumayan lama. Hingga terundur dua tahun dari rencana awal yg harusnya mengudara di tahun 2020. Adaptasinya sendiri berangkat dari utas yg sempat viral tahun 2019 lalu berjudul sama seperti di film. Mengisahkan sekelompok mahasiswa yg mendapatkan malapetaka & gangguan mistis selama mengerjakan kegiatan KKN di sebuah desa yg sengaja tidak disebutkan namanya.
Cerita ini diangkat dari kisah nyata. Dibaca ratusan ribu orang & digali terus oleh banyak pihak tentang tempat, tokoh jahat atau sekadar menanyakan keaslian ceritanya. Terlepas dari pada itu, sejatinya cerita ini sudah mendapatkan atensi penuh akan keseruan & keengeriannya.
Singkat cerita adaptasi mereka diumumkan & tertunda karena pandemi. Hingga 2022 barulah film ini berani untuk tayang. Diluar ekspetasi, dalam 6 hari film ini sudah ditonton lebih dari 2 juta orang!
Sebuah kebanggan bagi seluruh orang dibalik pembuatan film ini. Tapi juga ironis, karena selama promosi film ini berjalan hingga 2022. Film ini mendapatkan begitu banyak tekanan hebat dari netizen. Alasannya tentu karena molornya waktu rilis. Dalih ini yg dipakai beberapa pihak untuk menganggap film ini tidak layak tayang & kehilangan hype.
Lebih lanjut lagi teror yg didapatkan aktor & sutradaranya. Hujatan & cacian menghujani media sosial mereka. Isinya penuh oleh cibiran netizen karena tak kunjung mendapatkan kepastian tanggal rilis.
Yang paling seru itu tentu saja dengan pede-nya mereka menyebutkan film ini tidak akan laku & akan gagal. Ya, tetapi kenyataannya film ini sukses mencapai 2 juta penonton kurang dari seminggu. Pencapaian ini pulalah yg jadi tamparan keras untuk siapapun yg tidak mau memahami situasi.
Mungkin dengan rekor ini, setidaknya KKN di Desa Penari mengingatkan kepada kita semua untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Terlebih lagi kalau makian sudah terlempar dari jempol kita kala berselancar di internet.
Untuk ulasan sendiri beraneka ragam sesuai evaluasi pribadi. Tentang bagus atau tidak, keren atau jelek film tersebut merupakan persoalan lain. Yang jelas film ini sudah tayang & selama penayangannya berpotensi mendapatkan 3 juta penonton. Ini pulalah yg dapat kita pahami dari perjalanan mereka. Ternyata, pendapat sekelompok kecil netizen tidak mewakili beberapa akbar pendapat publik.
Jujur, sepertinya fenomena ini pernah terjadi pada film Gundala (2019). Teringat dahulu selama masa promosi Gundala, mereka sering dicercah karena dianggap plagiat & sebagainya. Diprediksi tidak laku atau cuma jadi penerus dari Garuda Superhero (2015). Tapi nyatanya 1,6 juta adalah jumlah yg sangat baik untuk genre superhero lokal. Yang bahkan melebihi target dari kru Gundala itu sendiri.
Sungguh, eksibisi KKN di Desa Penari rupanya menjalar tidak cuma di dalam bioskop. Tapi juga hingga di media sosial. Semoga dengan pembuktian film ini, film-film Indonesia kedepan yg harus tertahan karena pandemi dapat segera berjaya!
Hari ini 00:34