• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kita Semua Adalah Pelacur

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kita Semua Adalah Pelacur


Pelacur, apa yg Anda bayangkan saat mendengar mengatakan itu? Mungkin bayangan Anda tak akan jauh-jauh dari seorang wanita yg bekerja di malam hari dengan menjajakan selangkangannya pada pria-pria berduit demi beberapa lembar merah atau demi kesenangan singkat. Tidak salah, memang seperti itulah stigma yg melekat pada bayangan seorang pelacur selama ini.

Tapi sebenarnya pelacur itu apa sih? Menurut kbbi pelacur berasal dari mengatakan lacur yg berarti malang, celaka atau sial. Melacur artinya berbuat lacur alias menjual diri (tuna susila) sedangkan pelacur adalah orang yg menjajakan dirinya. Pelacur tidak serta merta berhubungan dengan seksualitas namun kebanyakan masyarakat menganggapnya begitu.

Dan karna itulah, kita semua sebenarnya adalah pelacur.

Tenang-tenang, jangan makan kalimat diatas mentah-mentah, bacalah artikel ini hingga akhir.

Belum lama ini saya baru membaca novel karya Eka Kurniawan yg berjudul Cantik Itu Luka. Di salah satu halamannya ada sebuah kutipan dialog seperti ini;

Quote:
"Semua perempuan itu pelacur, sebab seorang istri baik-baik pun menjual kemaluannya demi mas ka-win & uang belanja, atau sayang kalau itu ada."


Kutipan yg menarik dari sebuah novel yg mengangkat tema pelacuran. Tentunya tak bagus kalau kita telan mentah-mentah namun kalau kita masukkan definisi pelacur ke kutipan tersebut maka kita dapat mendapat definisi dari perkawinan itu sendiri.

Pria & wanita menikah karna mereka tak sanggup hidup sendiri. Katakanlah seorang pria mencari wanita yg sanggup memberikan & mengasuh anak sedangkan sang wanita mencari pria yg dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Cinta? Cinta cuma bumbu.

Seorang pria menjual kualitas sebagai suami sedangkan wanita menjual kualitas sebagai istri, bukankah itu konsep yg mirip dengan pelacuran?

Well, anggap saja menikah itu pelacuran namun coba hapus anggapan negatif tentang pelacuran itu sendiri. Pernikahan memang memiliki konsep memberi & menerima namun itu berlaku dalam hal yg baik, dalam hal positif yg tidak merugikan siapapun & tidak menciptakan siapapun marah.

Kembali ke konsep pelacur, coba hapus anggapan negatif Anda tentang pelacur & melihat definisi tersebut dari sisi yg lebih terang. Melacur adalah perbuatan menjual diri namun sebenarnya tak disebutkan bagian mana yg kita jual. Bukankah itu berarti penyanyi yg menjual suaranya untuk dinikmati orang lain juga pelacur namanya? Bukankah itu artinya penulis yg mengetik artikel seperti ini juga pelacur namanya?

Kita semua adalah pelacur, kita cuma menjual bagian tubuh yg berbeda. Tentunya ini bukanlah fakta yg menggembirakan, tak mungkin ada orang yg bahagia disebut atau menyebut dirinya sebagai pelacur. Dan karna itulah jangan menganggap opini ini terlalu serius, toh ini hanyalah pemikiran yg sekedar melintas begitu saja.

Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 16:01
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.