Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
SINOPSIS :
"Umar mengetuk pintu Dar al-Arqam sambil membawa pedang di tangannya & terlihat sangat marah. Dia hendak membunuh Nabi. Hamzah berkata, Jika dia datang dengan damai, tidak masalah. Tetapi kalau tidak, kita dapat dengan mudah membunuhnya dengan pedangnya sendiri.
Setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam, dia bernazar akan mengabdikan segala keperwiraan, kesehatan, & bahkan hidup & matinya untuk Allah & agama-Nya. Karena kesungguhannya ini, Rasulullah saw memberinya gelar istimewa, yaitu sebagai Singa Allah (Asad Allah) & Singa Rasul-Nya (Asad Rasulullah).[1]
Dengan bergabungnya Hamzah, agama Islam jadi semakin kuat. Hamzah, yg nantinya akan jadi salah satu komandan terbesar Islam, adalah pribadi yg sangat berpengaruh & pemberani. Dia akan mengerjakan apa saja untuk melindungi & membela Nabi & menguatkan kaum Muslim.
Sebagaimana dikatakan sejarawan Ibnu al-Atsir dalam Kitab al-Kamil fit-Tarikh, kaum Quraisy menganggap masuk Islamnya Hamzah sebagai salah satu faktor utama bagi kemajuan & kekuatan kaum Muslim.[2]
Tanpa mengesampingkan peran sahabat-sahabat Nabi yg lainnya, yg mana masing-masing memiliki andil tersendiri bagi berkembangnya Islam, namun Hamzah memiliki posisi tersendiri. Dia adalah satu-satunya sahabat yg mana orang-orang Quraisy enggan berurusan dengannya.
Sebagaimana sudah ditunjukkan pada riwayat-riwayat sebelumnya, ketika mendengar bahwa Nabi sudah dihina & dilukai kepalanya oleh Abu Jahal, tanpa memberitahu siapapun akan niatnya tanpa basa-basi dia mengerjakan pembalasan yg sangat keras di depan para tokoh Quraisy itu sendiri & tak ada seorang pun yg berani untuk melawannya.
Dalam kesempatan lain, Hamzah menunjukkan kembali keberaniannya yg mencolok. Penyiksaan & penganiayaan kepada Nabi yg dilakukan oleh Abu Lahab, yg mana masih paman Nabi sendiri, beserta istrinya, Ummu Jamil, tiada bandingannya.
Nabi hidup bertetangga dengan mereka. Mereka tak pernah berhenti melemparkan benda-benda kotor kepadanya. Suatu hari, mereka melemparkan kotoran domba ke kepalanya. Untuk itu, Hamzah membalas dengan menimpakan benda yg sama ke kepala Abu Lahab.[3]
Begitu pula kepada Umar bin Khattab yg pada saat itu masih belum masuk Islam. Di saat Muslim lainnya begitu ketakutan kepada Umar, Hamzah menunjukkan sikap yg lain, dia dengan tenang berani menghadapinya.
Pada waktu itu Umar, seorang laki-laki yg tinggi akbar & kuat, sudah jadi musuh bebuyutan Muslim. Dia memiliki reputasi temperamental & sayang kepada puisi-puisi & minuman keras. Suatu waktu dia dikabarkan akan membunuh Rasulullah saw.[4]
Ketika Umar mendengar bahwa Nabi sedang berada di Dar al-Arqam, dia bergegas ke sana berharap untuk menemukan beliau. Dia mengetuk pintu, & salah satu sahabat Nabi mengintip melalui celah untuk melihat Umar.
Simak Selengkap nya di
Hari ini 20:06
"Umar mengetuk pintu Dar al-Arqam sambil membawa pedang di tangannya & terlihat sangat marah. Dia hendak membunuh Nabi. Hamzah berkata, Jika dia datang dengan damai, tidak masalah. Tetapi kalau tidak, kita dapat dengan mudah membunuhnya dengan pedangnya sendiri.
Setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam, dia bernazar akan mengabdikan segala keperwiraan, kesehatan, & bahkan hidup & matinya untuk Allah & agama-Nya. Karena kesungguhannya ini, Rasulullah saw memberinya gelar istimewa, yaitu sebagai Singa Allah (Asad Allah) & Singa Rasul-Nya (Asad Rasulullah).[1]
Dengan bergabungnya Hamzah, agama Islam jadi semakin kuat. Hamzah, yg nantinya akan jadi salah satu komandan terbesar Islam, adalah pribadi yg sangat berpengaruh & pemberani. Dia akan mengerjakan apa saja untuk melindungi & membela Nabi & menguatkan kaum Muslim.
Sebagaimana dikatakan sejarawan Ibnu al-Atsir dalam Kitab al-Kamil fit-Tarikh, kaum Quraisy menganggap masuk Islamnya Hamzah sebagai salah satu faktor utama bagi kemajuan & kekuatan kaum Muslim.[2]
Tanpa mengesampingkan peran sahabat-sahabat Nabi yg lainnya, yg mana masing-masing memiliki andil tersendiri bagi berkembangnya Islam, namun Hamzah memiliki posisi tersendiri. Dia adalah satu-satunya sahabat yg mana orang-orang Quraisy enggan berurusan dengannya.
Sebagaimana sudah ditunjukkan pada riwayat-riwayat sebelumnya, ketika mendengar bahwa Nabi sudah dihina & dilukai kepalanya oleh Abu Jahal, tanpa memberitahu siapapun akan niatnya tanpa basa-basi dia mengerjakan pembalasan yg sangat keras di depan para tokoh Quraisy itu sendiri & tak ada seorang pun yg berani untuk melawannya.
Dalam kesempatan lain, Hamzah menunjukkan kembali keberaniannya yg mencolok. Penyiksaan & penganiayaan kepada Nabi yg dilakukan oleh Abu Lahab, yg mana masih paman Nabi sendiri, beserta istrinya, Ummu Jamil, tiada bandingannya.
Nabi hidup bertetangga dengan mereka. Mereka tak pernah berhenti melemparkan benda-benda kotor kepadanya. Suatu hari, mereka melemparkan kotoran domba ke kepalanya. Untuk itu, Hamzah membalas dengan menimpakan benda yg sama ke kepala Abu Lahab.[3]
Begitu pula kepada Umar bin Khattab yg pada saat itu masih belum masuk Islam. Di saat Muslim lainnya begitu ketakutan kepada Umar, Hamzah menunjukkan sikap yg lain, dia dengan tenang berani menghadapinya.
Pada waktu itu Umar, seorang laki-laki yg tinggi akbar & kuat, sudah jadi musuh bebuyutan Muslim. Dia memiliki reputasi temperamental & sayang kepada puisi-puisi & minuman keras. Suatu waktu dia dikabarkan akan membunuh Rasulullah saw.[4]
Ketika Umar mendengar bahwa Nabi sedang berada di Dar al-Arqam, dia bergegas ke sana berharap untuk menemukan beliau. Dia mengetuk pintu, & salah satu sahabat Nabi mengintip melalui celah untuk melihat Umar.
Simak Selengkap nya di