• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

KISAH SI RUBAH GURUN

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
KISAH SI RUBAH GURUN
KISAH SALAH SATU JENDRAL TERBAIK JERMAN

Editor: Aditya Jaya Iswara
KOMPAS.com - Erwin Rommel diketahui sebagai komandan tank terbaik saat memimpin punggawa Jerman & Italia di Perang Dunia II, sehingga dijuluki Der Wuestenfuchs atau Sang Rubah Gurun.

KISAH SI RUBAH GURUN
Julukan "Rubah Gurun" juga disematkan media Inggris, karena kepiawaiannya memimpin punggawa langsung ke garis depan.

Nama Rommel pun dijadikan pangkalan militer terbesar Jerman, yaitu Barak Field Marshal Rommel di Augustdorf.

Sosoknya memang begitu tersohor, karena dia adalah jenderal Nazi Jerman dengan pangkat tertinggi di Perang Dunia II, Field Marshall, & pernah terlibat plot membunuh Adolf Hitler.

Kiprah di medan perang
KISAH SI RUBAH GURUN


Pria kelahiran 15 November 1891 di Heidenheim, Jerman, ini memiliki darah militer tulen di tubuhnya.


Bernama panjang Johannes Erwin Eugen Rommel, dia lahir di keluarga militer & birokrat, anak ketiga dari lima bersaudara buah hati pasangan Erwin Rommel Sr & Helene von Lutz.

Mengutip laman Historia, sejarawan David Fraser dalam Knight's Cross: A Life of Field Marshal Erwin Rommel menyingkap, ayahnya adalah perwira rendahan berpangkat letnan di unit artileri Kerajaan Wuerttemberg, bagian dari Kekaisaran Jerman.

Sementara itu ibunya berasal dari kalangan birokrat. Kakek Rommel, Karl von Luz, adalah petinggi Parlemen Kerajaan Wuerttemberg.

Rommel masuk militer pada usia 18 tahun setelah menyelesaikan pendidikan-pendidikan dasar. Dia mengikuti jejak ayahnya dengan bergabung ke Resimen Infantri ke-124 Wuerttemberg.
KISAH SI RUBAH GURUN



Komandan Nazi Jerman di Front Afrika, Erwin Rommel.
Dia ikut terjun ke Perang Dunia I dengan berpangkat letnan, ikut bertempur di Pertempuran Lembah Jiu (7-17 November 1916), Pertempuran Oituz II (8-20 Agustus 1917), hingga penaklukan kota Longarone 9 November 1917.
Di pertempuran yg disebut terakhir, ia dapat menawan 10.000 prajurit Divisi Infantri ke-10 Italia cuma berbekal sejumlah kecil pasukan.

Berkat penaklukan di kota tepi Sungai Piave, Italia, itu Erwin Rommel dianugerahi medali Por le Merit.
KISAH SI RUBAH GURUN



Diangkat Hitler

Karier militer Erwin Rommel semakin melejit setelah diangkat Hitler sebagai perwira penghubung Kementerian Perang berpangkat kolonel.

Kala itu Hitler baru naik takhta jadi Kanselir Jemran pada 1933. Mereka berjumpa perdana kali tanggal 30 September 1934 saat Hitler menginspeksi punggawa Batalyon Jaeger ke-3, Resimen Infantri ke-17 yg dikomandani Rommel.
KISAH SI RUBAH GURUN


Selanjutnya Rommel naik jabatan lagi jadi komandan Akademi Militer Theresian, komandan Fuehrerbegleitbatallion (batalyon pengawal Hitler) berpangkat generalmajor (mayor jenderal).

Kompas.com pada 15 Oktober 2018 menuliskan, selama jadi komandan pengawal pribadi Hitler, Rommel meluangkan waktunya mempelajari mesin & mekanika, sistem pembakaran mesin hingga senjata berat.
KISAH SI RUBAH GURUN


Erwin Rommel komandan tank terbaik saat memimpin punggawa Jerman & Italia di Perang Dunia II.
Erwin Rommel terluka parah akibat serangan pesawat Inggris pada 17 Juli 1944, atau 11 hari setelah Sekutu melancarkan D-Day.
Rommel diserang dalam perjalanan kembali ke markasnya dari inspeksi ke markas Korps Panser SS ke-1.

Di dekat Sainte Foy de Montgommery, mobilnya ditembaki pesawat Inggris hingga terguling & dia terlempar keluar.

Erwin Rommel akhirnya selamat, tetapi tiga hari kemudian saat dia dirawat terjadi insiden yg diketahui sebagai Operasi Valkyrie untuk membunuh Hitler.

Rencana pembunuhan yg diketahui sebagai Plot 20 Juli itu dipimpin Claus von Stauffenberg dengan meledakkan bom.

Operasi Valkyrie dilakukan ketika Hitler & para perwiranya berkumpul di markas rahasia Wolfsschanze atau Sarang Serigala di Rastenburg, Prusia Timur.

Saat itu Hitler sedang rapat tentang perkembangan pasukannya di front barat & timur.



Erwin Rommel, jenderal Nazi Jerman yg dijuluki Rubah Gurun karena kepiawaiannya memimpin punggawa langsung ke garis depan, & terkenal sebagai komandan tank terbaik saat memimpin punggawa Jerman & Italia di Perang Dunia II.
Namun upaya pembunuhan itu gagal. Hitler cuma luka ringan & selamat. von Stauffenberg serta para perwira militer yg terlibat lalu diburu & dijatuhi sanksi mati.
Rommel dituduh tersangkut kasus itu, sehingga Hitler menangkapnya & memberi dua pilihan: Bunuh diri atau diseret ke pengadilan & namanya tercemar.

Hitler tak mau mengeksekusi Rommel di depan publik, karena menurutnya bakal menurunkan semangat juang para prajurit yg sedang mati-matian melawan Sekutu di barat & Uni Soviet di timur.

Rommel akhirnya memilih opsi pertama. Dia bunuh diri dengan menenggak kapsul berisi sianida pada 14 Oktober 1944 di Herrlingen dalam usia 52 tahun.

Pemerhati sejarah Nazi Jerman, Alif Rafik Khan, berkata kepada Historia bahwa sebenarnya Rommel tidak terlibat.

"Dia (Rommel) tahu tentang plot itu dari stafnya, Caesar von Hofacker & Hans Speidel, tetapi tidak terlibat."

"Dia juga sempat diajak bergabung tetapi menolak. Dia menolak karena masih menghormati sumpah prajuritnya meskipun berlawanan dengan nuraninya."

"Doa memilih bersikap netral sekaligus tidak memberitahukan rencana plot tersebut kepada pihak yg berwenang," beber Alif.

Jenazah Erwin Rommel kemudian dimakamkan di Herrlingen
KISAH SI RUBAH GURUN
Hari ini 11:04
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.