Shald
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 7252
- Sejak
- 23 Sep 2006
- Pesan
- 1.168
- Nilai reaksi
- 99
- Poin
- 48
Seorang wanita sedang menunggu dibandara pada suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.
Dalam keasyikannya ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si pencuri kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit – menit berlalu. Wanita itu pun sempat berpikir: “kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”, Setiap ia mengambil satu kue, silelaki juga mengambil satu.
Dengan senyum tawa diwajahnya dan tawa gugup, silelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Silelaki menawarkan separoh miliknya sementara ia memakan yang separoh lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir: “ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela nafas lega saat penerbangannya di umumkan.ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si”pencuri yang tak tau berterima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk dikursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget!!
Di situ ada kantong kuenya, didepan matanya!! Kok milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya ia lah yang kasar, tak tahu berterima kasih. Dan dialah pencuri kue itu!!
Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.
Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran
Padahal
Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tak tahu berterima kasih
Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
Dalam keasyikannya ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si pencuri kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit – menit berlalu. Wanita itu pun sempat berpikir: “kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”, Setiap ia mengambil satu kue, silelaki juga mengambil satu.
Dengan senyum tawa diwajahnya dan tawa gugup, silelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Silelaki menawarkan separoh miliknya sementara ia memakan yang separoh lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir: “ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela nafas lega saat penerbangannya di umumkan.ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si”pencuri yang tak tau berterima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk dikursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget!!
Di situ ada kantong kuenya, didepan matanya!! Kok milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya ia lah yang kasar, tak tahu berterima kasih. Dan dialah pencuri kue itu!!
Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.
Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran
Padahal
Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tak tahu berterima kasih
Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
mungkin si ibu lupa daratan,kue di masukin tas kok malah kue org dianggep,kasian bener tuh org yg kuenya abis....dia dapet peran sue yahh 
