• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kisah (sadis) Sang Psikoanalis: Sigmund Freud

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kisah (sadis) Sang Psikoanalis: Sigmund Freud
Sigmund Freud merupakan seorang neurologis yg berasal dari Austria. Dia lahir pada 6 Mei 1856 & meninggal pada 23 September 1939. Freud merupakan penemu psikoanalisis, sebuah metode dalam perawatan psikopatologi yg mengpakai percakapan antara pasien & psikoanalis. Dia menyelesaikan pendidikan di Vienna University. Pada 1881 Freud mendapatkan gelar dokter dari kampus tersebut. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Freud bekerja di klinik prakteknya di Wina pada 1886. Selain itu, Freud juga jadi dosen neuropatologi & menjabat sebagai professor di Vienna University. Jabatan tersebut dia dapatkan setelah menyelesaikan Habiliasinya (setara doktor). Pada 1938 pria yg berasal dari keluarga Yahudi tersebut melarikan diri dari Nazi. Setahun setelah itu Freud meninggal saat diasingkan di Inggris.
Kisah (sadis) Sang Psikoanalis: Sigmund Freud

Rekam jejak Freud diwarnai oleh kritik dari banyak pihak. Salah satu tindakan Freud yg mengundang kritik adalah sebuah operasi kepada Emma Eckstein. Hal tersebut berawal dari keluhan Eckstein tentang gangguan menstrual yg dia alami. Ketidaknyamanan Eckstein tersebut lalu diketahui oleh Freud. Sang psikoanalis memberi saran kepada Eckstein untuk mengoperasi bagian di hidung Eckstein. Saran Freud didasarkan oleh keyakinannya bahwa organ kelamin berkaitan dengan hidung. Jadi Freud berkesimpulan bahwa gangguan menstrual Eckstein dapat dilakukan dengan operasi pada hidung Eckstein. Alih-alih mendapatkan kesembuhan, operasi yg dilakukan tersebut malah berakibat buruk. Operasi tersebut mengakibatkan pendarahan berkepanjangan pada hidung Eckstein. Wanita tersebut sangat menderita karena rasa sakit yg dialaminya jadi ganda. Sakitnya gangguan menstrual wanita tersebut ditambah dengan pendarahan hebat di hidungnya.
Kisah (sadis) Sang Psikoanalis: Sigmund Freud

Freud mengetahui keterkaitan kelamin dengan hidung dari temannya yg bernama Wilhelm Fliess. Fliess merupakan dokter yg berasal dari Berlin. Dia memiliki teori aneh bahwa alat kelamin memiliki kaitan dengan hidung. Hal tersebut menciptakan munculnya kesimpulan bahwa masalah pada kelamin dapat diselesaikan dengan operasi hidung. Jadi atas teori tersebut menciptakan Freud menyarankan bahwa solusi atas permasalahan menstrual Eckstein adalah operasi pada bagian hidungnya. Pada 1895 Friess berangkat ke Wina untuk mengerjakan operasi.
Kisah (sadis) Sang Psikoanalis: Sigmund Freud

Emma Eckstein seakan mengalami kesialan yg bertubi-tubi. Hal tersebut disebabkan oleh rumitnya masalah yg ia hadapi setelah operasi di hidungnya. Sebuah operasi yg awalnya bertujuan untuk membasmi gangguan menstrualnya malah menciptakannya semakin menderita. Operasi tersebut menyebabkan pendarahan pada hidungnya. Namun tampaknya hal tersebut belum merupakan akhir dari keburukan yg terjadi pada Eckstein. Freud sebagai praktisi kesehatan yg menangani & menyarankan operasi hidung pada Eckstein malah menuduh perempuan tersebut dengan pernyataan yg sangat tak wajar. Freud mengatakan bahwa pendarahan di hidung Eckstein tersebut sama sekali bukan karena kesalahan dari tenaga medis yg mengoperasinya. Dia mengatakan bahwa Eckstein sendiri yg sudah menciptakan pendarahan tersebut semakin parah. Freud menjelaskan bahwa Eckstein sangat mengharapkannya untuk terus di dekat wanita tersebut. Selain itu, Freud juga mengatakan bahwa pendarahan yg terus berlanjut pada wanita tersebut disengaja oleh Eckstein. Freud berkata bahwa hal tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan keharapannya untuk bersama Freud.


Sumber gans:
Listverse
Wikipedia
Thecrimson.com

halo, gansis

Saya akan menerbitkan sebuah buku yg membahas tentang fakta & hal mengejutkan dalam dunia perfilman. Sebelum itu, saya butuh reviewer atau pengulas buku saya. Jika ada diantara agan & aganwati yg berminat untuk mereview buku ini, silakan berikan alamat emailnya lewat inbox. Pengulas akan diberi sebuah salinan penuh.

Terima kasih Hari ini 16:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.