• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kisah Raja Yang PHP-in Rakyat, Minta Maaf Saja Nggak Cukup?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kisah Raja Yang PHP-in Rakyat, Minta Maaf Saja Nggak Cukup?


Di sebuah kerajaan yg makmur, hiduplah seorang raja nan bijaksana bernama Raja Bango. Kerajaan Bango dahulu terkenal dengan keadilannya, kemakmurannya, & kebijaksanaannya. Rakyatnya mensayanginya karena dia sering dekat, berusaha menjaga kata-katanya & menepati janjinya.

Suatu hari, Raja Bango mengumpulkan semua rakyatnya di alun-alun kerajaan. Dengan suara tegas namun lembut, ia berkata, "Wahai, rakyatku yg tersayang, saya berjanji bahwa dalam waktu setahun, saya akan membangun sebuah jembatan akbar yg akan menghubungkan desa-desa di seberang sungai dengan ibu kota. Jembatan ini akan memudahkan perjalanan kalian & membawa kemakmuran bagi seluruh kerajaan."

Rakyat bersorak gembira. Mereka percaya pada janji sang raja, karena selama ini Raja Bango diketahui sering menepati janjinya. Segera setelah itu, pembangunan jembatan dimulai. Para pekerja bekerja siang & malam, & Raja Bango sering kali turun langsung untuk mengawasi pekerjaan tersebut, bahkan bela-belain menginap di bangunan proyek yg masih setengah jadi.

Namun, seiring berjalannya waktu, muncul berbagai masalah. Musim hujan ternyata tiba lebih awal dari perkiraan, banjir akbar pun melanda, & pekerjaan pembangunan jembatan terhenti. Bahan bangunan rusak, & para pekerja harus berlindung, proyek tertunda. Raja Bango mulai merasa khawatir, tetapi ia tetap yakin bahwa jembatan itu dapat selesai tepat waktu.

Bulan demi bulan berlalu, & tantangan terus berdatangan. Biaya pembangunan membengkak, & kas kerajaan mulai menipis. Di sisi lain, rakyat mulai bertanya-tanya, "Apakah Raja Bango benar-benar dapat menepati janjinya?" Bisikan-bisikan keraguan mulai terdengar di seluruh penjuru kerajaan apalagi kerajaan tidak mendapat sponsor dari kerajaan lain.

Akhirnya, satu dua tahun berlalu, & hari yg dijanjikan tiba. Namun, jembatan itu belum selesai juga. Yang terlihat cuma separuh dari jembatan yg sudah dibangun, & sisanya masih berupa rangka yg belum terselesaikan. Rakyat yg semula berharap kini berkumpul dengan perasaan campur adukantara marah, kecewa, & sedih.

Raja Bango naik ke mimbar di hadapan rakyatnya dengan paras penuh penyesalan. Ia tahu bahwa janji yg sudah ia buat tidak dapat ia tepati. Dengan suara yg sedikit bergetar, ia berkata, "Rakyatku, saya sudah gagal menepati janji yg kubuat. Aku meminta maaf dari lubuk hatiku yg terdalam."

Namun, permintaan maaf Raja Bango tidak serta-merta menenangkan rakyatnya. Seorang petani tua berdiri di barisan depan & berkata dengan suara lantang, "Raja, kami mensayangimu & sering menghormatimu. Tetapi bagaimana kami dapat percaya padamu lagi kalau janji sebesar ini tidak dapat kau tepati?"

Raja Bango merasa terpukul oleh kata-kata itu. Ia tahu bahwa kepercayaan adalah sesuatu yg sangat berharga, & sekali hilang, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali. Dengan tekad yg kuat, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak cuma akan meminta maaf, tetapi juga akan mengambil tindakan untuk memperbaiki kesalahan ini.

Keesokan harinya, Raja Bango memanggil semua penasihat & pengrajin terbaik di seantero kerajaan. Ia mengumumkan bahwa ia akan memotong setengah dari gajinya, menaikkan pajak rakyat & mengalokasikan semua sumber daya yg tersisa untuk menyelesaikan jembatan tersebut. Ia juga memutuskan untuk bekerja bersama para pekerja, bergabung dengan mereka di letak pembangunan setiap hari.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan, Raja Bango bekerja tanpa kenal letih (katanya). Ia menunjukkan kepada rakyatnya bahwa permintaan maafnya lebih dari sekadar kata-kata. Perlahan-lahan, jembatan itu mulai terbentuk. Dan akhirnya, setelah kerja keras yg panjang, jembatan akbar itu pun selesai.

Kisah Raja Yang PHP-in Rakyat, Minta Maaf Saja Nggak Cukup?


Rakyat kembali berkumpul di alun-alun untuk merayakan peresmian jembatan. Kali ini, sorakan mereka lebih keras dari sebelumnya. Raja Bango berdiri di hadapan mereka dengan rasa syukur & kerendahan hati. Ia tahu bahwa permintaan maaf yg tulus, diikuti dengan tindakan nyata, sudah menolong memulihkan kepercayaan yg sempat hilang.

"Rakyatku," mengatakan Raja Bango, "Aku sudah belajar bahwa janji adalah tanggung jawab yg besar. Jika kita tidak dapat menepatinya, kita harus siap untuk menghadapi konsekuensinya & bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan kita. Kepercayaan kalian adalah hal paling berharga, & saya berjanji untuk tidak pernah mengkhianati itu lagi."

Sejak hari itu, Raja Bango diketahui sebagai pemimpin yg tidak cuma bijaksana, tetapi juga rendah hati & bertanggung jawab. Kerajaannya kian makmur, & kepercayaan rakyatnya kembali pulih. Jembatan akbar yg ia bangun tidak cuma menghubungkan desa-desa di seberang sungai, tetapi juga menghubungkan kembali hati rakyat dengan rajanya, membentuk ikatan kepercayaan yg lebih kuat dari sebelumnya.


Kisah Raja Yang PHP-in Rakyat, Minta Maaf Saja Nggak Cukup?



Kisah Raja Yang PHP-in Rakyat, Minta Maaf Saja Nggak Cukup?

Original Thread 2016 - 2024 iskrim
Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS
Opini | img : Ai

 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.