yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Ada banyak jalan menuju Roma. Istilah itu mungkin tepat disematkan pada sembilan pelajar dari Jember yang menempuh perjalanan ratusan kilometer dari tanah kelahiran menuju ibukota.
Menggunakan enam sepeda ontel tua, para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jember ini punya cara sendiri untuk ikut menyumbang rencana pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Ngontel Bareng Berwisata Muhammadiyah". Begitu tema perjalanan mereka.
Mengayuh sepeda dari Jember-Jakarta, bukanlah hal mudah. Hanya kemauan dan semangat yang menguatkan mereka melintasi satu demi satu kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga akhirnya tiba di ibukota.
"Kami punya semangat. Punya keyakinan. Punya kemauan kuat untuk ikut membantu KPK membangun gedung baru," kata Muhammad Agus Soparudin (20).
Lalu apa yang mereka bawa selain kemauan dan semangat untuk pembangunan gedung baru KPK? Koin jawab mereka.
Ya, hanya koin pecahan seratus, lima ratus, dan seribu mereka kumpulkan menjadi satu dalam sebotol air mineral besar. Setiap singgah dan beristirahat di suatu tempat, mereka menyampaikan tujuan berontel ria ini kepada warga setempat. Warung nasi, SPBU, Masjid, jadi tempat persinggahan mereka.
"Kami kan ngomong ke masyarakat yang nanya tujuan kami. Kami bilang mau ikut andil memberantas korupsi dengan ikut menyumbang KPK bangun gedung baru. Kemudian warga kami ajak untuk ikut menyumbang," kata Agus. Meski begitu, mereka sadar, tak semua warga yang ikut menyumbang koinnya.
Namun, Agus dan kawan-kawan tak menyerah begitu saja. Mereka juga tak mau memaksakan warga turut menyumbang koin. Bagi mereka sumbangan seberapa pun pastinya akan sangat bermanfaat.
Agus juga menceritakan mengenai perjalanannya yang penuh rintangan. Rasa lelah dan kantuk membuat perjalanan mereka kadang mengendur. Belum lagi jika hujan turun atau matahari menyengat kulit mereka.
"Ketua rombongan kami juga sempat jatuh dari sepeda karena kelelahan. Kakinya sempat terkilir," kata mahasiswa IKIP PGRI Jember ini.
Belum lagi kendala lain, seperti ban bocor. Mau tidak mereka harus memperbaiki sendiri. "Untung kami bawa peralatan sendiri," kata dia.
Namun, Agus sekali lagi menekankan, bahwa dengan kemauan dan semangat yang kuat, mereka dapat menempuh perjalanannya.
"Tapi kami menikmati perjalanan ini. Senang. Apalagi, ini pertama kalinya kita ke Jakarta," kata Rozul (18) menimpali.
Kesan Pertama
Berangkat dari Jember, Minggu 8 Juli 2012 sekitar pukul 23.00 WIB, para pelajar ini sampai juga di Ibukota Jakarta, Selasa 17 Juli 2012. Dan inilah pertama kali sebagian dari mereka ke Jakarta. Lalu Apa kesan mereka setibanya di kota bernama purba Sunda Kelapa ini? Macet jawab tiga peserta rombongan serentak.
Sampai di Jakarta, mereka tidak langsung ke Gedung KPK, karena hari sudah larut. Mereka terpaksa menginap di Gedung PP Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Rabu 18 Juli 2012 pagi, mereka kemudian beranjak meninggalkan PP Muhammdiyah melanjutkan perjalanan tersisa menuju Gedung KPK. Dan jalanan Jakarta pagi hari begitu padat dengan arus kendaraan. Maklum, Gedung KPK berada di kawasan Pusat Bisnis Ibukota, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
"Jakarta macet. Banyak gedung-gedung tinggi," kata Agus menceritakan kesan pertamanya ini.
Sampai di Gedung KPK, mereka lantas memarkirkan sepeda ontelnya di pelataran lobi KPK. Mereka kemudian langsung diterima oleh para pimpinan KPK, seperti Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas dan Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.
Usai "dijamu", mereka kemudian langsung menyerahkan sebotol besar air mineral berisi koin-koin hasil swadaya mereka dan masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan. Tak lama, koin mereka pun dihitung. Jumlahnya tak besar, Rp206.800.
"Tidak banyak, tapi manfaatnya mungkin akan sangat berguna ke depannya bagi KPK," kata Agus.
Menurut Agus, mereka ke KPK untuk ikut "saweran" gedung baru KPK ini juga sekaligus untuk merayakan Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-51. Karenannya, mereka baru akan pulang kembali ke Jember pada Minggu 22 Juli 2012. "Jadi kami puasa pertama di sini," kata dia.
"Tapi yang penting kami mendukung penuh gerakan antikorupsi. Apalagi saya anak desa, terlihat banget yang miskin tambah miskin, yang kaya makin kaya. Pejabatnya korupsi, rampas duit rakyat di negeri ini," kata Agus.
Hingga hari ke-21 atau Rabu 18 Juli 2012 pukul 15.00, uang yang terkumpul untuk pembangunan gedung baru KPK sudah terkumpul Rp279.516.234. Bagi yang ingin ikut membantu pembangunan gedung baru KPK, bisa mengirimkan langsung ke rekening BNI 0056124374 atas nama Perkumpulan ICW, atau bisa juga datang langsung ke Posko Saweran KPK di Gedung KPK.