• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pagi itu, saya terbangun dengan perasaan malas, tidak biasanya badanku terasa berat & kepala ku sakit, saya menenggak obat pereda sakit kepala & menyalakan sebatang rokok untuk menemani ku bersiap siap dalam mengikuti sebuah liputan.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Cuaca pagi itu kurang bersahabat, dari jendela apartemen lantai 28 ku, terlihat awan gelap menggantung di pagi ini, tak lama kulihat hujan mulai turun & cuaca jadi lebih dharap seketika, view dibawah kulihat banyak kapal nelayan yg terparkir, apartemen ku memang terletak di pinggir Muara Baru, bagian utara Jakarta. Cuaca sendu pagi ini memang menciptakan mood untuk bersantai tetapi liputan konfrensi di bilangan selatan jakarta & tenggat waktu deadline menciptakan ku mesti segera bersiap siap.
Jam masih menunjukkan pukul 5.40 pagi, saat kubuka beranda sapuan angin & air hujan menciptakan ku langsung terhenyak seketika.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Jam 6.01, saya bersiap memasuki mobil ku, sebuah city car bekas yg kubeli setelah menabung sekian lama, bersiap menembus lalu lintas Jakarta yg tidak bersahabat, apalagi ditambah cuaca hujan & sepertinya di berita sudah diinfo beberapa titik di Jakarta mulai tergenang oleh banjir. Sial, pikirku, kenapa harus pas di saat tengat deadline harus submit liputan harus banjir sih. Tau gitu, saya suruh Timor datang ajah.

Siapa itu Timor??
bagi yg belum kenal siapa Timor

Sebagai seorang jurnalis yg baru diterima di sebuah media terkemuka, ini adalah kali perdana ku bekerja di media cetak nasional, hatiku sangat gembira. Lulus dari kuliah jurusan komunikasi, jadi seorang wartawan memang idamanku sejak lama.
Perkenalkan panggil saja saya Garry Ninawaty,
terlahir & akbar di kota plat KB yg nama kota nya sendiri diambil dari nama makhluk halus kuntilanak maka hal mistis seakan sudah jadi sesuatu yg biasa bagiku.
Sebagai anak baru di media, saya harus bersiap ditempatkan di bidang mana saja. Termasuk yg receh-receh. Tapi buatku tugas apapun tak jadi receh sebab untuk setiap tugas yg diberikan membutuhkan nyali besar.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Yah, walau liputan kali ini terasa biasa saja, dimana saya harus menciptakan artikel mengenai "Outlook Komoditas Sawit bersama narasumber X" di lobby bilangan sebuah hotel di Selatan Jakarta coret, walau dibilang di selatan Jakarta tetapi tempat nya sudah berada di pinggiran berbatasan dengan kota D & pantauan dari aplikasi tujuan ku cukup terbilang terpencil, aneh ya benar ga ini hotel nya.

Sebenarnya acara seminar tersebut dapat diikuti secara daring, mengingat saat ini sedang pandemiacara webinar ini diadakan oleh salah satu lembaga pemerintah. Meski virtual, tetapi para pembicara lainnya harus datang menghadiri di hotel tersebut.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Perjalanan
Hujan & macet, hingga tiba di letak yg sepi, waktu tempuh yg hampir 2 jam kulalui & berliku liku ke tujuan, saya cukup heran melihat areal luas yg dibasahi oleh hujan lebat, awan hitam & terbatas nya jarak pandang.
Saat datang ke lokasi, saya masih sempat menelepon Timor untuk memastikan acara akan digelar di sebuah hotel bintang lima yg satu grup dengan sebuah apartemen di Jakarta. Dia juga sudah mengonfirmasi ke salah satu panitia, bahwa acara itu benar diadakan di hotel tersebut.
hingga tujuan
Pada hari itu, saya mulai merasakan banyak kejanggalan di hotel yg kudatangi sekitar pukul jam 07.30 pagi ini. Saya sudah masuk halaman hotel. Agak aneh karena kotak tiket parkir tidak berfungsi. Ada pos security, ada seorang bapak yg berjaga, ujarnya.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Dari pintu gerbang hotel, samar saya melihat sebuah taxi menurunkan penumpang & disambut seorang bell boy di depan lobi, layaknya hotel yg beroperasi pada umumnya.
Akhirnya, saya pun berinisiatif langsung mencari tempat parkir di basement hotel yg sangat gelap, basement ini cukup besar, dengan lampu temaram & decit cat coating di parkiran, sial umpatku, saya mesti ke basement 2 karena banyak tiang reserved di hampir semua parkiran ground, tiang tiang nya keropos, terdapat 1 atau 2 mobil dengan kondisi berdebu.

Parkiran
Ada genangan air cukup besar, & cuma ada dua mobil yg parkir. Tapi sepertinya mobil itu sudah terparkir cukup lama. Sepi sekali, batinku. Setelah memilih posisi parkir yg tidak terlalu jauh dari akses ke lobi, saya pun berjalan menuju lift di basement. Lift tersebut tidak jauh dari kantin pegawai hotel & driver yg tampak tutup, & sepagi itu tidak ada orang sama sekali.
Mungkin karena sedang bulan puasa batinku dalam hati, tetapi saya sempat menggerutu juga, karena bawaan ku yg cukup banyak, semestinya Timor ada bantu ini gumamku dalam hati.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Di lift
Menunggu lift, saya menekan tombol lantai 3, karena tertulis lobby, saat itu tiba tiba di lantai 1, pintu terbuka & ada tiga orang yg ikut masuk. Seorang bapak & ibu setengah baya, & seorang anak lelaki berusia sekitar 5-6 tahun, mereka berpenampilan rapi, terlalu rapi menurutku, si anak memakai setelan jas hitam dengan rambut klimis. Aku sendiri sedang sibuk & asyik dengan pikiranku untuk materi pertanyaan nantinya.
Lift terbuka di lantai lobi, & di depan lift berdiri seorang Office Boy yg tampak membawa perlengkapan pembersih lantai.
Akupun mulai berjalan ke arah kanan, sementara bapak yg bersama ku tadi berjalan ke arah kiri, samar-samar dia menanyakan toilet ke OB.

Sebenarnya selama di perjalanan, terlihat beberapa hal yg cukup ganjil.
Seperti daerah yg sepi, & saat melihat pemakaman ada di halaman rumah dekat areal hotel, dimana semestinya pemakaman itu di TPU. Masih dalam perjalanan, di dalam mobil, kami lewati satu kampung yg sepi sekali. Saat itu sedang berlangsung pemakaman di pinggir jalan," Padahal ini masih bilangan Jakarta.

Di Lobby
Terburu buru saya menuju resepsionis desk, tetapi tidak ada orang, merasa aneh saya pun langsung memeriksa pintu kaca lobi utama hotel, benar saja terkunci. Lalu saya segera ke lantai dua, tetapi urung karena sepertinya sepi, terdapat tangga akbar menuju confrence room tetapi gelap. Aku pun berjalan ke arah pintu kaca lain, juga terkunci. Lalu tiba-tiba terlihat wanita yg bersama ku di lift tadi, dia menatap ke arahku, refleks akupun menatap balik tanpa ekspresi.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Dengan keringat dharap, karena ragu kenapa hotel tutup, saya pun langsung menghubungi panitia acara, ternyata letak acara bukan di hotel itu, namun di gedung di belakangnya. Hotel itu sendiri sudah tutup."

Mendengar itu saya segera bergegas ke lift, turun ke basement, ke mobil & menuju ke letak acara yg dimaksud. Ada berbagai hal aneh yg jadi pertanyaan di benak ku. Pertama, saya melihat sendiri ada taxi yg menurunkan penumpang, lalu pintu lobi hotel terkunci & hotelnya juga sudah tutup. Di mata ku, peristiwa itu nyata adanya namun penuh kejanggalan. Kedua, saya merasa ada yg aneh dengan tiga orang sewaktu di lift bersama. Dalam rangka apa mereka datang ke hotel tersebut pagi-pagi? Apakah mereka juga tidak ngeh seperti ku, bahwa hotel tersebut sudah tutup karena Covid? Naik apa mereka ke hotel tersebut? Membawa mobil? Seingat ku tidak ada mobil lain yg parkir setelah saya parkir. Hanya ada dua mobil yg teronggok di basement tersebut, batinku.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Aku pun mencoba mengingat, saat di lantai lobi hotel saya juga melihat sang bapak berjalan menuju toilet. Padahal, saat itu saya putar balik ke basement, saya sempat mengamati sepertinya tidak ada toilet di sisi kanan lift.
Seketika bapak itu & OB di sana tidak tampak lagi.
Aku berusaha berpikir logis, mungkin, orang-orang yg tadi kutemui di hotel itu dapat saja orang yg juga tersesat atau bekerja di sana, atau ada kegiatan di hotel tersebut. Jika benar-benar kosong maka lift-nya tidak berfungsi semua, namun masih ada satu yg berfungsi meski karatan & kacanya buram. Tapi kalau memang nyasar atau ada kegiatan di sana, mengapa datang pagi sekali & membawa anak lagi. Hmmmm. Keyakinan ku mulai goyah, batinku.
Tiba tiba aku pun berkeringat dharap & memucat, saya segera mempercepat langkahku menuju mobil, mereka yg ketemu di lift & OB-nya tidak pakai masker, ingatku persis, mereka semua tidak ada yg memakai masker. Kalau tidak pakai masker, berarti mereka memang orang-orang lama (penampakan) yah, saya mulai ketakutan.
Kisah Hotel Yang Dimensi Lain

Ending
Tiba tiba terdengar langkah kaki seperti seseorang memakai sepatu hak yg berjalan dengan cukup cepat, mengikuti ku seakan akan mengejar ku, tetapi saat saya mengarahkan pandangan ku ke basement gelap itu tidak kuliat seseorang pun, semakin panik & pucat hingga tiba tiba, saya merasa tercekik & semua jadi gelap.

Bersambung.........



Journal
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR
Mau Bagi-Bagi Cendol Juga Boleh Biar Makin Semangat Ane Update

@gangel1604

Twitter: @reytuu7888
Ig: @ceritaseram178



Spoiler for To be continued:
BERSAMBUNG KE PART PART SELANJUTNYA DAN TERIMA KASIH BUAT AGAN-AGAN YANG MENUNGGU KELANJUTAN CERITA DARI AKU.

KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN SANGAT DITERIMA GAN





Hari ini 13:59
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.