Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Elizabeth BthoryatauErzsebet Bathory, anak dariGeorges & Anna, bangsawan Transylvania paling kaya di Hungaria kala itu, lahir pada 7 Agustus 1560 diNyirbator, Hungaria.Erzsebetadalah sepupu raja Polandia kala itu,Stefan Bathory, & juga merupakan cucu dariStephen Bathory,ksatria yg memimpin perang kala pasukanVlad Draculberhasil merebutWalachia. Kurang lebih selama kurun waktu 25 tahun, Erzsebet sudah menyiksa hingga mati 612 gadis.
Keluarga Bathory, selain terkenal karena kekayaan & kekuasaannya, mereka juga terkenal dengan sisi gelapnya. Disebutkan bahwa paman Erzsebet adalah penganut satanic & paganisme, pun sepupunya yg punya kelainan jiwa & kerap mengerjakan kejahatan seksual.Erzsebet adalah anak hasil insest yg menciptakannya memiliki epilepsi sejak kecil. Ia pun biasa dibawa orangtuanya melihat orang dieksekusi mati. Dipercaya beberapa sejarawan, kegemaran menyiksa & membunuhnya adalah salah satu cara Erzsebet meringankan epilepsi & kemarahannya.
Spoiler for Count Ferenc II Nadasdy:
Diusia 15 tahun, kurang lebih tahun 1575, Erzsebet kala itu bahkan tengah mengandung anak dari seorang petani saat ia dijodohkan denganCount Ferenc II Nadasdy,putra dariBaron Tamas Nadasdy de Nadasd et FogarasfolddanOrsolya Kanizsai,bangsawan Eropa yg 10 tahun lebih tua dari Erzsebet untuk alasan politik. Mereka menikah diVranov nad Topl'ou, timur Slovakia pada 8 Mei 1575. Oleh keluarganya Erzsebetdibawa ke kastil untuk melahirkan & membuang bayi putri tersebut.
Spoiler for Baron Tamas Nadasdy de Nadasd et Fogarasfold:
Pernikahan mereka baru dikaruniai anak ditahun 1585, seorang putri yg diberi namaAnna Nadasdy,yang kelak jadi istri dariNikola VI Zrinski,lalu kedua putri lainnya,Orsolya Nadasdy,lahir pada 1590, yg kemudian kelak jadi istriIstvan II Benyo, laluKatherina Nadasdy,lahir pada 1594.Hingga akhirnya ditahun 1598,Paul Nadasdy,putra pertamanya lahir. Nadasdy memberikanKastil Csejte,yang terletak di atas pegunungan dekat dengan lembah desaCsejhte, kepada Erzsebet sebagai hadiah perkawinan mereka.Sumber lain mengatakan bahwa mereka memiliki anak lelaki lain bernamaMiklos Nadasdy, namun berita ini tak dapat dikonfirmasi.
Spoiler for Anna:
Erzsebet sering ditinggal suaminya sejak 1578 untuk pergi berperang sebagai komandan pasukanHungaria.Suaminya terkenal dengan julukanBlack Hero of Hungarykala bertempur di medan pertempuran melawanTurki Usmani (Ottoman Empire).Selain itu, Erzsebet kerap mengundang banyak lelaki untuk melayaninya ketika suaminya berperang.Bahkan gilanya, Erzsebet pernah suatu ketika kabur dengan kekasih gelapnya tersebut, namun kembali lagi tak lama berselang. Meskipun sudah ketahuan oleh suaminya, bukannya tobat, Erzsebet justru makin menggila nafsu seksnya. Dalam catatan ia bahkan dikatakan adalah seorang bisexual & pernah berhubungan dengan bibinya,Countess Klara Bathory.
Erzsebet juga mulai tertarik dengan ilmu hitam karena terpengaruh oleh pelayan dekatnya,Dorothea Szentesatau diketahui sebagaiDorka. Erzsebet makin terpengaruh & mulai menikmati kepuasan seksual melalui penyiksaan kepada para pelayannya yg masih muda. Kemudian bersama Johaess Ujvari, Iloona Joo, Anna Darvolya atau Darvulia yg juga adalah kekasihnya, ia mengubah kastil sebagai tempat penyiksaan seksual yg mengerikan.Para pelayan gadis ini mengalami berbagai siksaan demi kepuasan Erzsebet, mulai dari diikat, ditelanjangi sambil dicambuk, serta mengpakai alat-alat penyiksaan lainnya.
Yang lebih mengerikannya, menurut sejarah, awal mula kegemarannya mandi dengan darah perawan dimulai ketika Erzsebet memukul pelayan gadisnya lantaran menyisir rambut terlalu keras. Pukulan tersebut naasnya menciptakan hidung pelayan itu berdarah & menetes di kulit tangannya. Ia pun merasa kulit yg terkena darah itu seperti nampak lebih muda. Segera setelah itu, ia menyuruh Ujvari & Dorka menelanjangi pelayan itu, kemudian menarik tangannya ke bak mandi & dipotong urat nadinya.Mulai saat itu, karena pelayan yg dipukulnya adalah gadis muda, Erzsebetmenganggap bahwa darah perawan sanggup menciptakan dirinya awet muda.
Suaminya meninggal pada 4 Januari 1600 diusia 51 tahun, karena sakit akibat luka sehabis berperang. Sepeninggal suaminya, kegilaan Erzsebet makin menjadi-jadi, ia makin ketakutan jadi tua kala menyadari kecantikannya mulai pudar, kulitnya sudah mulai mengeriput, serta usianya yg udah menginjak 40 tahun. Gadis pelayan tadi jadi titik awal kebengisan Erzsebetmenyiksa & membunuh para perawan dengan berbagai cara yg keji, dari memukul, menggigit, memutilasi, membakar hingga membiarkan para gadis itu mati kelaparan, kemudian para budak pun diperintahkan untuk mengumpulkan darah para korbannya untuk dimasukan ke kolam untuk mandi, bahkan sesekali ia minum.
Meski kejam, Erzsebet diketahui sebagai keturunanBathoryyang paling cerdas. Namun, dengan kecerdasan & tipu daya yg ia miliki, Erzsebet jadi dengan mudah menyiksa & membunuh pelayan gadis yg ada di kastilnya, kemudian melebar menyerang putri para petani. Ia menipu para gadis ini dengan mengundang mereka ke kastilnya dengan rayuan akan diajarkan etika & sopan santun, hingga menciptakan lowongan pekerjaan palsu supaya menarik minat gadis-gadis desa untuk datang ke kastilnya.
Erzsebet bahkan menciptakan acara pemakanan dengan agamis untuk menghilangkan kerugiaan. Namun tak lama setelah itu para pendeta menolak untuk memimpin karena makin banyak gadis yg mati tanpa ada penyebab pasti. Penolakan ini akhirnya mengakibatkan banyak korban Erzsebet yg dibuang disembarang tempat.
Merasa tak puas dengan darah gadis biasa, Erzsebet mulai melirik gadis-gadis dari bangsawan rendah untuk diculik guna jadi korbannya supaya ia mendapat darah yg lebih 'berkualitas'. Namun, keputusannya mengincar gadis para bangsawan malah jadi titik balik terbongkarnya kekejaman Erzsebet. Banyaknya gadis bangsawan yg hilang justru makin menciptakan perhatian lebih dikalangan bangsawan. Hingga suatu hari, terdapat gadis yg berhasil kabur dari kastil & langsung melaporkan kekejaman Erzsebet.
Spoiler for Matthias II:
Mendengar berita itu, Raja Hungaria,Matthias II,kemudian menyuruhGyorgy Thurzo, yg merupakanPalatine of Hungarydan juga sepupu Erzsebet untuk menyelidiki berita tersebut. Thurzo kemudian mengutusAndrs KeresztrydanMzes Czirkyuntuk mengumpulkan bukti pada Maret-Oktober 1610 & menghasilkan 52 kesaksian, hingga pada 1611 angka itu melejit hingga lebih dari 300. Dari hasil kesaksian, dikatakan bahwa korban perdana Erzsebet adalah gadis berusaha 10-14 tahun.
Spoiler for Gyorgy Thurzo:
Kastil Erzsebet pun digeledah pada 30 Desember malam tahun 1610, & mereka langsung disuguhi mayat gadis yg kehadapatn darah di meja makan, sedang yg lainnya terikat ditiang dengan di tubuhnya terdapat tusukan benda tajam. Dipenjara kastil, ditemukan belasan gadis yg ditahan menunggu giliran jadi korban. Di basement kastil pemandangan tak kalah mengerikan, mereka menemukan beberapa gadis yg hidup namun tubuhnya sudah dipenuhi tikaman, serta ditemukan pula 50 mayat gadis yg mulai membusuk. Gilanya, Erzsebet enggan menghadiri pengadilan & berkelit bahwa ia tidak mengerjakan apa-apa. Sebaliknya,Johannes Ujvary, mengatakan ada 37 gadis belum menikah dibunuh, sedang 6 lainnya dipekerjakan di kastil.
Spoiler for Istvan II Benyo:
Dari berbagai kesaksian dikuak fakta bahwa Erzsebet sudah membunuh 80 gadis. Dari hasil pengadilan terungkap bahwa penyiksaan beberapa akbar gadis ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Semua cara dilakukan dalam penyiksaan guna tubuh para gadis ini mengucurkan darah, diantaranya mengpakai alat Iron Maiden untuk menyiksa korbannya, memukuli korban hingga mati, ia juga melumuri tubuh gadis korbannya dengan madu supaya mereka mati perlahan karena serangga. Ia gemar memotong korbannya dengan gunting, ditusuk bahkan dengan sebuah pin kemudian digantung supaya tubuhnya mengucurkan darah. Erzsebet juga suka makan daging korbannya dibagian dada & wajah.
Ditemukan pula buku harian Erzsebet yg menjelaskan detail penyiksaan yg ternyata sudah menewaskan 612 gadis. Hal ini diungkap olehSuzannah, salah satu pelayan. Ia mengatakan bahwa buku itu ada pada salah satu pejabat pengadilan. Namun hingga kini, buku itu tak pernah ditemukan. Hal itu berlainan dengan pengakuan salah satu budaknya mengatakan bahwa cuma 40 gadis yg disiksa hingga tewas.Seluruh orang yg terlibat dalam penyiksaan mengerikan tersebut dihukum mati dengan dipenggal lalu dikremasi, kecuali Erzsebet, karena status kebangsawanan yg disandangnya, ia tidak dibolehkan hukum untuk dieksekusi.
Thurzo akhirnya berdiskusi dengan Paul & dua menantu Erzsebet, Nikola VI Zrinski danGyorgy Drugeth, & memutuskan untuk mengurung Erzsebet dikamar kastilnya selama 4 tahun hingga dia meninggal disana ditahun 1614. Cerita tentang Erzsebet perdana kali dimuat di media pada tahun 1729, karyaJesuit Lszl TurcziberjudulTragica Historia. Sampai tulisan ini dibuat, para sejarawan belum sanggup menemukan bukti nyata kebenaran cerita kekejaman sang Countess.
Hari ini 16:11