yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kabar tentang penderitaan Anargia Adilla, bocah berusia tiga tahun yang menderita hydrocephalus melintas batas.
Foto Dilla dengan kepalanya yang menggelembung, penuh cairan, dengan ukuran tiga kali kepala orang dewasa dimuat di sejumlah media asing, lengkap dengan kisah perjuangan hidupnya.
Seperti dimuat situs berita Inggris, Daily Mail, 24 Juli 2012, anak yang baru berusia 3 tahun itu terlahir dengan hydrocephalus, di mana cairan dari tulang belakang melalui otak terhambat.
Cairan yang berlebihan itu terkumpul di tengkoraknya, membuat kepalanya tumbuh melampaui batas. Saat lahir, kepalanya memang lebih besar dari rata-rata bayi.
Kondisinya yang lemah memaksa bocah tabah itu tak bisa berjalan dan berbicara. Penglihatannya juga kabur, tungkai bawahnya kaku karena tak pernah bergerak. Kedua orang tuanya, Azwar Anas (31) dan Puspita (31), serta kakak perempuannyam Fazira merawatnya dengan penuh kasih di rumah mereka yang sederhana di Bogor.
Kondisi Dilla seringkali digambarkan sebagai "kepala air", meski lebih tepatnya itu disebabkan oleh cairan cerebrospinal yang bertumpuk. Mungkin saja, itu adalah akibat dari infeksi yang dialami Puspita selama kehamilan.
Kondisi itu juga dialami 1 dari 500 bayi. Di Inggris prosedur penanganan hydrocephalus bisa dilakukan dalam waktu dua jam. Caranya, ahli bedah syaraf akan mengimplan tabung kecil yang disebut shunt, yang fungsinya mengalirkan air di kepala melalui perut, yang kemudian terserap ke aliran darah.
Untuk kasus Dilla, dokter di Indonesia ragu untuk melakukan operasi karena kondisi Dilla yang parah. Apalagi ada kemungkinan bocah itu mengalami kerusakan otak akibat keterlambatan penanganan.
Orang tuanya hanya bisa berharap ada keajaiban. "Saat dokter mengatakan soal kondisinya, bahkan sebelum dia lahir, kami sudah pasrah," kata ayahnya. "Namun, melihat Dilla sangat kesakitan, itu mengoyak hati saya.
Azwar Anas mengaku, dokter tak sanggup mengoperasi bocah itu karena kondisinya yang sangat lemah.
Kini keluarga hanya bisa pasrah. "Aku tahu bahwa Allah mengutus Dilla agar kami bisa merawatnya dengan sepenuh hati" kata dia. "Kami tidak yakin ada keajaiban, kami hanya bisa berharap. Selanjutnya terserah kepada Allah."
Berita yang sama juga dimuat di sejumlah situs asing di antaranya Parentdish.co.uk, Mirror.co.uk, The Sun, New York Daily, dan The Inquisitr.
Pemberitaan di Daily Mail mengundang keprihatinan para pembacanya. "Katakan ke mana kami bisa mengirimkan bantua?. Saya yakin uang akan terkumpul hanya dalam hitungan detik. Tolong bocah malang itu," tulis salah satu pembaca, Mary dari Glasgow.
Sebelumnya, kepedulian dan kasih sayang juga ditunjukkan pembaca , uang sebesar Rp76.393.593 yang terkumpul telah diserahkan pada keluarga Dilla.
Foto Dilla dengan kepalanya yang menggelembung, penuh cairan, dengan ukuran tiga kali kepala orang dewasa dimuat di sejumlah media asing, lengkap dengan kisah perjuangan hidupnya.
Seperti dimuat situs berita Inggris, Daily Mail, 24 Juli 2012, anak yang baru berusia 3 tahun itu terlahir dengan hydrocephalus, di mana cairan dari tulang belakang melalui otak terhambat.
Cairan yang berlebihan itu terkumpul di tengkoraknya, membuat kepalanya tumbuh melampaui batas. Saat lahir, kepalanya memang lebih besar dari rata-rata bayi.
Kondisinya yang lemah memaksa bocah tabah itu tak bisa berjalan dan berbicara. Penglihatannya juga kabur, tungkai bawahnya kaku karena tak pernah bergerak. Kedua orang tuanya, Azwar Anas (31) dan Puspita (31), serta kakak perempuannyam Fazira merawatnya dengan penuh kasih di rumah mereka yang sederhana di Bogor.
Kondisi Dilla seringkali digambarkan sebagai "kepala air", meski lebih tepatnya itu disebabkan oleh cairan cerebrospinal yang bertumpuk. Mungkin saja, itu adalah akibat dari infeksi yang dialami Puspita selama kehamilan.
Kondisi itu juga dialami 1 dari 500 bayi. Di Inggris prosedur penanganan hydrocephalus bisa dilakukan dalam waktu dua jam. Caranya, ahli bedah syaraf akan mengimplan tabung kecil yang disebut shunt, yang fungsinya mengalirkan air di kepala melalui perut, yang kemudian terserap ke aliran darah.
Untuk kasus Dilla, dokter di Indonesia ragu untuk melakukan operasi karena kondisi Dilla yang parah. Apalagi ada kemungkinan bocah itu mengalami kerusakan otak akibat keterlambatan penanganan.
Orang tuanya hanya bisa berharap ada keajaiban. "Saat dokter mengatakan soal kondisinya, bahkan sebelum dia lahir, kami sudah pasrah," kata ayahnya. "Namun, melihat Dilla sangat kesakitan, itu mengoyak hati saya.
Azwar Anas mengaku, dokter tak sanggup mengoperasi bocah itu karena kondisinya yang sangat lemah.
Kini keluarga hanya bisa pasrah. "Aku tahu bahwa Allah mengutus Dilla agar kami bisa merawatnya dengan sepenuh hati" kata dia. "Kami tidak yakin ada keajaiban, kami hanya bisa berharap. Selanjutnya terserah kepada Allah."
Berita yang sama juga dimuat di sejumlah situs asing di antaranya Parentdish.co.uk, Mirror.co.uk, The Sun, New York Daily, dan The Inquisitr.
Pemberitaan di Daily Mail mengundang keprihatinan para pembacanya. "Katakan ke mana kami bisa mengirimkan bantua?. Saya yakin uang akan terkumpul hanya dalam hitungan detik. Tolong bocah malang itu," tulis salah satu pembaca, Mary dari Glasgow.
Sebelumnya, kepedulian dan kasih sayang juga ditunjukkan pembaca , uang sebesar Rp76.393.593 yang terkumpul telah diserahkan pada keluarga Dilla.