erica_aur
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 5603
- Sejak
- 26 Agt 2006
- Pesan
- 2.937
- Nilai reaksi
- 211
- Poin
- 63
Seorang laki-laki sedang mengendarai mobilnya ketika tiba-tiba
saja mobilnya mogok tepat di depan sebuah biara. Hari sudah gelap dan
biara itu berada di sebuah pegunungan. Lelaki itu memutuskan untuk
masuk ke biara untuk meminta pertolongan, maka diketuknya pintu biara dan ia
berkata kepada para pendeta yang membukakan pintu "maaf permisi, mobil
saya mogok, dan hari sudah malam, apakah saya boleh menginap disini satu
malam saja!"
Para pendeta itu dengan ramah menyambutnya, menyediakan makanan, bahkan
memperbaiki mobilnya. Ketika si lelaki itu sudah hampir
tertidur, tiba-tiba di dengarnya suara yang sangat aneh.
Keesokan paginya dia bertanya ke para pendeta mengenai suara aneh yang
didengarnya semalam. Tapi mereka berkata "maaf kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta". Si lelaki agak
kecewa, tapi bagaimanapun dia tetap berterima kasih dan kembali
meneruskan perjalanannya.
Beberapa tahun kemudian, lelaki yang sama mengalami kejadian yang sama
pula, kendaraannya mogok di depan biara yang sama. Para pendeta
kembali menyambutnya dengan sangat ramah, menyediakan makanan dan memperbaiki mobilnya, ketika si lelaki hampir tertidur, dia kembali mendengar suara aneh yang sama seperti yang di dengarnya beberapa tahun lalu.
Maka keesokan paginya lelaki itu kembali bertanya pada para pendeta,
dan kembali pula pendeta-pendeta itu berkata "maaf kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta".
Si lelaki benar-benar penasaran, lalu dia menjawab "okey ....okey
saya sudah tidak tahan lagi, kalau satu-satunya cara untuk tahu suara
apa yang saya dengar itu adalah dengan menjadi pendeta, baiklah,
tolong beritahu saya bagaimana caranya menjadi pendeta!"
Salah seorang Pendeta menjawab, "Kamu harus berkeliling dunia dan sekembalinya, kamu harus bisa memberitahu kami berapa persisnya jumlah daun dan jumlah butiran pasir di bumi ini, jika kamu sudah berhasil mendapatkan jumlah itu, maka kamu akan menjadi pendeta."
Maka si lelaki itu melaksanakan tugasnya.
Setelah empat puluh lima tahun, dia kembali dan mengetuk pintu biara, dia berkata "saya sudah berkeliling dunia dan telah menghitung sepanjang perjalanan saya, saya juga terus bertanya kepada setiap orang yang saya jumpa, terdapat 145,236,284, 232 helai daun dan 231,281,219, 999,129,382 butir pasir di bumi ini."
Parapendeta menjawab "Selamat, kamu sekarang adalah seorang
pendeta, oleh karena itu kami akan menunjukkan pada kamu jalan menuju
suara yang kamu dengar dahulu."
Para pendeta membimbing lelaki itu ke sebuah pintu kayu, lalu
pimpinan pendeta berkata "suara itu berasal persis di balik pintu ini"
Si lelaki meraih pegangan pintu, namun ternyata pintu itu terkunci, lalu
dia berkata "ini lucu, tapi saya lagi tidak ingin bercanda,
tolong berikan saya kuncinya..."
Pemimpin pendeta memberikan kunci,lalu lelaki itu membuka pintu.
Dibalik pintu kayu ternyata ada pintu lain, sebuah pintu batu, kembali
si lelaki meminta kunci, pendeta memberikan kunci, dan si lelaki
membuka pintu, dan ternyata dibalik pintu batu, masih ada pintu yang lain,
sebuah pintu dari emas, kembali si lelaki meminta kunci, membuka pintu, lalu
menemukan pintu yang lain, yaitu yang terbuat dari perak, begitu terus
yang terjadi, pintu dari permata, pintu dari perunggu, pintu
tembaga....
hingga akhirnya para pendeta berkata "ini adalah kunci
terakhir untuk pintu yang terakhir".
Lelaki itu akhirnya lega setelah capai dengan penantian.
Dibukanya pintu terakhir yang terbuat dari tanah liat, menyentuh pegangan pintu dan terpana luar biasa begitu melihat sumber suara yang telah membuatnya penasaran bertahun-tahun. .....
Tahukah anda sumber suara tersebut ?
Geser ke bawah ............
jika ingin tahu.................
sumber suara itu berasal...........
Terus ke bawah....... ...
Terus lagi kebawah ....
Dikit lagi kebawah ....
MAAF ............ .
Saya tidak dapat memberitahukan anda, ........
sebab anda bukan pendeta ! ! !
ha.......ha .........ha. .........
ha ..... ha .......... 33x
saja mobilnya mogok tepat di depan sebuah biara. Hari sudah gelap dan
biara itu berada di sebuah pegunungan. Lelaki itu memutuskan untuk
masuk ke biara untuk meminta pertolongan, maka diketuknya pintu biara dan ia
berkata kepada para pendeta yang membukakan pintu "maaf permisi, mobil
saya mogok, dan hari sudah malam, apakah saya boleh menginap disini satu
malam saja!"
Para pendeta itu dengan ramah menyambutnya, menyediakan makanan, bahkan
memperbaiki mobilnya. Ketika si lelaki itu sudah hampir
tertidur, tiba-tiba di dengarnya suara yang sangat aneh.
Keesokan paginya dia bertanya ke para pendeta mengenai suara aneh yang
didengarnya semalam. Tapi mereka berkata "maaf kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta". Si lelaki agak
kecewa, tapi bagaimanapun dia tetap berterima kasih dan kembali
meneruskan perjalanannya.
Beberapa tahun kemudian, lelaki yang sama mengalami kejadian yang sama
pula, kendaraannya mogok di depan biara yang sama. Para pendeta
kembali menyambutnya dengan sangat ramah, menyediakan makanan dan memperbaiki mobilnya, ketika si lelaki hampir tertidur, dia kembali mendengar suara aneh yang sama seperti yang di dengarnya beberapa tahun lalu.
Maka keesokan paginya lelaki itu kembali bertanya pada para pendeta,
dan kembali pula pendeta-pendeta itu berkata "maaf kami tidak
dapat memberitahukan anda, sebab anda bukan pendeta".
Si lelaki benar-benar penasaran, lalu dia menjawab "okey ....okey
saya sudah tidak tahan lagi, kalau satu-satunya cara untuk tahu suara
apa yang saya dengar itu adalah dengan menjadi pendeta, baiklah,
tolong beritahu saya bagaimana caranya menjadi pendeta!"
Salah seorang Pendeta menjawab, "Kamu harus berkeliling dunia dan sekembalinya, kamu harus bisa memberitahu kami berapa persisnya jumlah daun dan jumlah butiran pasir di bumi ini, jika kamu sudah berhasil mendapatkan jumlah itu, maka kamu akan menjadi pendeta."
Maka si lelaki itu melaksanakan tugasnya.
Setelah empat puluh lima tahun, dia kembali dan mengetuk pintu biara, dia berkata "saya sudah berkeliling dunia dan telah menghitung sepanjang perjalanan saya, saya juga terus bertanya kepada setiap orang yang saya jumpa, terdapat 145,236,284, 232 helai daun dan 231,281,219, 999,129,382 butir pasir di bumi ini."
Parapendeta menjawab "Selamat, kamu sekarang adalah seorang
pendeta, oleh karena itu kami akan menunjukkan pada kamu jalan menuju
suara yang kamu dengar dahulu."
Para pendeta membimbing lelaki itu ke sebuah pintu kayu, lalu
pimpinan pendeta berkata "suara itu berasal persis di balik pintu ini"
Si lelaki meraih pegangan pintu, namun ternyata pintu itu terkunci, lalu
dia berkata "ini lucu, tapi saya lagi tidak ingin bercanda,
tolong berikan saya kuncinya..."
Pemimpin pendeta memberikan kunci,lalu lelaki itu membuka pintu.
Dibalik pintu kayu ternyata ada pintu lain, sebuah pintu batu, kembali
si lelaki meminta kunci, pendeta memberikan kunci, dan si lelaki
membuka pintu, dan ternyata dibalik pintu batu, masih ada pintu yang lain,
sebuah pintu dari emas, kembali si lelaki meminta kunci, membuka pintu, lalu
menemukan pintu yang lain, yaitu yang terbuat dari perak, begitu terus
yang terjadi, pintu dari permata, pintu dari perunggu, pintu
tembaga....
hingga akhirnya para pendeta berkata "ini adalah kunci
terakhir untuk pintu yang terakhir".
Lelaki itu akhirnya lega setelah capai dengan penantian.
Dibukanya pintu terakhir yang terbuat dari tanah liat, menyentuh pegangan pintu dan terpana luar biasa begitu melihat sumber suara yang telah membuatnya penasaran bertahun-tahun. .....
Tahukah anda sumber suara tersebut ?
Geser ke bawah ............
jika ingin tahu.................
sumber suara itu berasal...........
Terus ke bawah....... ...
Terus lagi kebawah ....
Dikit lagi kebawah ....
MAAF ............ .
Saya tidak dapat memberitahukan anda, ........
sebab anda bukan pendeta ! ! !
ha.......ha .........ha. .........
ha ..... ha .......... 33x
,Seperti Orang Yang Mau Pergi Hitung Pasir Dan Daun Yang Ada Di Bumi Ini...he...he....