• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

kisah burung pipit

setan_kesepian

IndoForum Beginner D
No. Urut
16729
Sejak
6 Jun 2007
Pesan
613
Nilai reaksi
82
Poin
28
Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai merasakan

tubuhnya epanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak

bersahabat.

Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi

habitatnya, terbang jauh ke utara yang konon kabarnya, udaranya selalu

dingin dan sejuk.

Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin

sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.

Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju,

makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya

terbungkus salju.

Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si

Burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.

Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor Kerbau

yang kebetulan lewat datang menghampirinya. Namun si Burung kecewa mengapa

yang datang hanya seekor Kerbau, dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan

mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk

menolongnya.

Si Kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat

diatas burung tersebut. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki maki si

Kerbau. Lagi-lagi Si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan

mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si Burung tidak

dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa

mati tak bisa bernapas.

Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang embeku pada

bulunya pelan pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas

lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si Burung Pipit berteriak

kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya-nya.

Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber

suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang

nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih

menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, Si Burung bernyanyi

dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan

baik hati.

Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap

gulita bagi si Burung, dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si

Kucing.

Dari kisah ini, banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran:

1. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau, belum tentu cocok buat kita.

2. Baik dan buruknya penampilan, jangan dipakai sebagai satu satunya ukuran.

3. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak, kadang kadang bisa

berbalik membawa hikmah yang menyenangkan, dan demikian pula sebaliknya.

4. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan, jangan lupa dan jangan

terburu nafsu, agar tidak kebablasan.

5. Waspadalah terhadap Orang yang memberikan janji yang berlebihan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.