erica_aur
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 5603
- Sejak
- 26 Agt 2006
- Pesan
- 2.937
- Nilai reaksi
- 211
- Poin
- 63
Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum
mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam
kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya,
aborsi berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil,
sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik
ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua
orang
ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar
dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah
beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan
mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran
tiba.
Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter
menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap
kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang
tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya
memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan
bahwa ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini
membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima
fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan,
bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang
masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka
tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang
sama,
dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa
beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh
donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang
mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi
mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus
bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya
bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon
agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka
yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan,
tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian
berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne,
mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup
dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi
sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne.
Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan
selamat.
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne
dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.
Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan
tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan
pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia
melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih
karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat
2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk
saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah
enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor
tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut
sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama
6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut,
Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam
hati mereka selamanya...
=============
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari
ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita
telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting
adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi
orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal,
maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting
bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita
melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian
menjemput mereka, mereka akan menuju surga".
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak
keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan,
sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa
saja yang Anda temui.
Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara
pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang
hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara
memberikan makna bagi kehidupan orang lain.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda,
ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah
berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi
"Hidup Yang Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran
Anda di dunia ini.
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri,
Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang
Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri,
Anak2 Anda, dst)

mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam
kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya,
aborsi berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil,
sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik
ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua
orang
ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar
dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah
beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan
mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran
tiba.
Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter
menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap
kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang
tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya
memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan
bahwa ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini
membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima
fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan,
bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang
masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka
tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang
sama,
dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa
beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh
donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang
mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi
mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus
bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya
bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon
agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka
yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan,
tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian
berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne,
mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup
dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi
sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne.
Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan
selamat.
Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne
dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.
Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan
tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan
pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia
melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih
karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat
2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk
saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah
enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor
tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut
sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama
6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut,
Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam
hati mereka selamanya...
=============
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari
ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita
telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting
adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi
orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal,
maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting
bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita
melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian
menjemput mereka, mereka akan menuju surga".
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak
keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan,
sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa
saja yang Anda temui.
Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara
pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang
hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara
memberikan makna bagi kehidupan orang lain.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda,
ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah
berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi
"Hidup Yang Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran
Anda di dunia ini.
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri,
Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang
Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri,
Anak2 Anda, dst)
