• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kini Transfer ke Semua bunk Bisa di ATM

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
kYuy.png

bunk Indonesia (BI) mendorong semua perusahaan penyedia jaringan anjungan tunai mandilu atau ATM (switching) agar bisa melakukan interkoneksi. Hal ini akan memudahkan nasabah melakukan transaksi khususnya transfer antarbank yang sampai saat ini masih dibatasi.

Sampai kini, ada tiga perusahaan switching besar yang ada di Indonesia. Mereka yaitu PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), PT Rintis Sejatera (ATM Prima) dan PT Daya Network Lestari (ATM Alto). Satu lagi, perusahaan switching milik bunk milik pemerintah yaitu PT Sigma Cipta Caraka (ATM Link).

Dari ketiga perusahaan switching besar itu, belum semuanya bisa terhubung satu dengan yang lain. Akibatnya, untuk melakukan transfer antarbank di ATM belum bisa dilakukan, khususnya bunk pemerintah ke bunk swasta.

Contohnya saja, baru di awal tahun ini, transfer antarbank dari BCA ke mandilu baru bisa dilakukan. Sebelumnya layanin transfer ini belum bisa. Begitu juga perbankan pemerintah seperti bin, bro dan bed juga belum bisa melakukan transfer ke BCA. Namun sebentar lagi, transfer ke semua bunk manapun di Indonesia bisa dilakukan.

Direktur Eksekutif Akunting dan Sistem Pembayaran BI Boedi Armanto mengatakan dengan penyatuan sistem interkoneksi antar perusahaan switching ini nasabah masing-masing bunk akan semakin terbantu dalam bertransaksi di perbankan, khususnya melalui ATM.

"Nantinya, ATM ini tidak hanya berfungsi sebagai teller yang hanya bisa mengambil uang saja, tapi juga transfer antarbank," kata Budi di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Berdasarkan data BI yang diambil dari perusahaan switching, perbandingan jumlah transaksi tunai dan transfer di tiga perusahaan switching masih didominasi oleh transaksi transfer. Di jaringan ATM Alto saja, perbandingannya sudah 26 persen dan 74 persen.

Sementara di jaringan ATM Bersama, perbandingannya sudah 30 persen dan 70 persen. Sedangkan di jaringan ATM Prima sudah 14 persen dan 84 persen. "Artinya masyarakat lebih suka menggunakan ATM sebagai media untuk transfer ke antarbank maupun interbank," tambahnya.

Manfaat Selain bermanfaat bagi nasabah sendiri, dengan penyatuan sistem jaringan ATM ini tentu saja akan meningkatkan transaksi tunai maupun nontunai di ATM. Harapannya, perbankan juga bisa meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income) dari transaksi tersebut.

Di sisi lain, pihak perbankan sendiri juga bisa mengurangi biaya-biaya baik pendirian ATM baru ataupun harus bekerjasama dengan perusahaan switching tertentu. Perbankan juga bisa mengoptimalkan mesin ATM yang ada, sehingga tidak perlu menambah mesin ATM baru untuk menuju interkoneksi ini. "Selain biaya bisa ditekan, efisiensi bunk makin meningkat. Akhirnya kita bisa bersaing dengan bunk asing," tambahnya.

Pelaksanaan Proses interkoneksi jaringan ATM ini telah dilakukan sejak Januari 2010 lalu. Namun baru akhir tahun 2012 ini, perusahaan switching dan pihak perbankan akhirnya mau bersepakat membentuk interkoneksi sistem antarjaringan di ATM.

Saat ini uji coba pengembangan hampir semuanya rampung dan dapat dipastikan dalam dua bulan ke depan ini pengujian akhir bisa segera selesai. "Juli nanti harus bisa terealisasi," tambahnya.

Pemilihan waktu Juli sebagai waktu yang tepat untuk interkoneksi ini disebabkan karena saat itu masyarakat sudah masuk bulan puasa, menyambut lebaran dan sekaligus liburan sekolah. "Tentu saja transaksi akan besar di waktu itu," katanya.

Biaya bunk Indonesia menjamin bahwa biaya transaksi untuk transfer antarbank ini akan memiliki biaya yang sama dengan biaya transfer antarbank saat ini yaitu sekitar Rp 5.000 per transaksi.

Para perusahaan switching ini rela memangkas biaya transaksi agar masyarakat tidak terbebani biaya yang terlalu tinggi. "Perusahaan switching ini mau mengurangi marjin (keuntungannya). Sebab, meski marjin tipis, tapi volume banyak, untung tetap menggunung," tambahnya.

Hari ini, Senin (6/5/2013) akan dimulai penandatanganan kerjasama layanin transfer danang antarprinsipal ATM atau debet nasional di kantor bunk Indonesia pukul 09.00 wib. Hadir dalam kesempatan ini adalah Gubernur BI Darmin Nasution hingga direksi tiga perusahaan prinsipal (switching).
 
Hahaha, yang dulu BCA musuhan sama mandilu sekarang mau ga mau jadi bersahabat :))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.