• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Khwarij Berbaju Salafi (KBS)

asoybanget

IndoForum Beginner A
No. Urut
52516
Sejak
12 Sep 2008
Pesan
1.375
Nilai reaksi
47
Poin
48
5731_101643336514617_100000068541104_47249_6723812_n.jpg


5731_101638536515097_100000068541104_47180_7097296_n.jpg


5731_101643699847914_100000068541104_47256_4133144_n.jpg




Bismillah walhamdulillah, was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabih ajma’in.
Amma ba’du.

Saya teringat perkataan Prof. Mansyur Suryanegara, sejarawan dari Unpad.
Dalam edisi khusus Sabili No. 9 November 2003, beliau pernah mengatakan, kira-kira, “Ummat Islam Indonesia sejak lama tidak pernah mendapat cobaan yang kecil, tetapi selalu besar.”
Kira-kira seperti itu.

Saya merasakan relevansi pernyataan seperti itu ketika kini berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu mengklaim “mengikuti manhaj Salafus Shalih”.
Banyak manusia tertipu dengan seruan-seruan mereka.
Dikiranya, orang-orang itu mengajarkan manhaj Salafus Shalih, padahal sejatinya: mereka menghidupkan paham Khawarij, seburuk-buruk makhluk di kolong langit.
Artinya, Ummat ini selalu dicoba dengan hal-hal yang berat.
Jalan kesesatan bukan monopoli para pendosa, orang-orang pengajian pun akhirnya banyak yang tersesat juga.
Na’udzubillah min dzalik.

Lucu memang.
Orang-orang itu menyemprot orang lain dengan tuduhan Khawarij, mereka menyumpahi manusia dengan istilah “kilabun naar” (anjing-anjing neraka), mereka mengecam orang lain tanpa sedikit pun rasa bersalah.
Sungguh menakjubkan, jari telunjuk mereka mengarah ke orang lain, sisa jari lainnya mengarah ke dirinya sendiri.
Menuduh Khawarij, padahal dirinya sendiri justru Khawarij ‘ala haqiqah (Khawarij sejati).

CIRI-CIRI KHAWARIJ BERBAJU SALAFI:
1. Mereka hidup secara ekskusif, menyingkir dari kehidupan masyarakat. Mereka tidak mau tahu kondisi masyarakat, misalnya ekonomi, sosial, politik, pergaulan, pendidikan, komunikasi, dst.
Kalau kita ajak bicara tentang masalah-masalah umum, mereka anggap semua itu “bukan masalah din”, jadi tidak perlu dipikirkan.
Padahal sumber kemusyrikan, kekafiran, maksiyat, kesesatan, dll.
Sangat banyak dari masalah-masalah keduniaan.
Dalam pergaulan, mereka sangat eksklusif, memisahkan diri dari masyarakat.
Hal ini sama dengan perilaku Khawarij ketika mereka memisahkan diri dari Ummat Islam dan membuat markas di Nahrawan.

2. Mereka menghidupkan manhaj kebencian.
Mereka sangat memusuhi orang-orang di luar kelompoknya. Mereka mudah menuduh orang lain “ahli bid’ah”, “bukan Salafiyah”, “hizbi”, “Sururi”, “Ikhwani”, dst.
Itu tuduhan standar mereka.
Tidak ada yang selamat dari kebencian mereka, selain dirinya sendiri.
Khawarij dulu juga seperti itu, mereka membenci bahkan mengkafirkan orang-orang yang berada di luar kelompoknya.

3. Mereka menggunakan kalimat “Mengikuti pemahaman Salafus Shalih” untuk menyesatkan manusia.
Istilah Salaf, manhaj Salafiyah, atau Dakwah Salaf, bukan dimanfaatkan untuk menyebarkan kebajikan sebanyak-banyaknya, tetapi dipakai untuk menyesatkan orang-orang lugu agar terjerumus bersama kesesatan mereka.
Persis seperti dulu ketika Ali bin Abi Thalib (Ra) mengkomentari kelakuan para Khawarij yang memakai ayat Al Qur’an untuk tujuan kesesatan, “Kalimatul haqq yuridu bihil bathil” (perkataan yang benar tetapi ditujukan untuk kebathilan).

4. Mereka berani menghalalkan hak-hak Ummat Islam yang telah dilindungi oleh Syariat.
Saat ini yang sangat kelihatan adalah: menghalalkan kehormatan Ummat Islam, khususnya para dai dan lembaga-lembaga Islam.
Sampai-sampai lembaga netral seperti DDII tidak selamat dari serangan najis mereka.
Padahal Nabi (Saw.) sudah mengatakan, “Setiap Muslim atas Muslim yang lain, diharamkan darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim).
Tapi kita tidak usah berdalil dengan Sunnah di hadapan mereka.
Hati mereka sudah terlalu angkuh untuk menerima nasehat Al Qur’an dan Sunnah.
Khawarij dulu juga seperti itu, mereka menghalalkan darah Ummat Islam.

5. Mereka sangat ghuluw (melampaui batas) dalam beramal.
Mereka sangat-sangat peka dalam perkara fotografi makhluk bernyawa (foto manusia), celana di bawah mata kaki, nasyid Islami, melinting lengan baju, memakai cadar, memakai celana dalam Shalat, dan lain-lain perkara yang masih menjadi perdebatan.
Tetapi ketika menuduh “ahli bid’ah”, mengkafirkan Ahlul Islam (seperti Luqman Ba’abduh), membongkar aib para dai, memecah belah Ummat, menyebarkan kebencian, bahkan mengintimidasi Muslim, justru atas semua itu mereka sangat menikmati. Laa ilaha illallah.
Dulu Khawarij bertanya ke Ibnu Abbas (Ra.) tentang hukum membunuh nyamuk, tetapi mereka tidak bertanya tentang hukum membunuh cucu Rasulullah (Saw), yaitu Hushain bin Ali (Ra.), yang mereka lakukan.
Maksudnya, atas hasutan Khawarij itu pula akhirnya Hushain terbunuh di Karbala, lalu kepalanya dipancung.
Innalillah wa inna ilaihi ra’jiun.

6. Mereka mengkafirkan sesama Muslim.

Mereka bermudah-mudah mengeluarkan manusia dari Manhaj Salafiyah, padahal Salafiyah adalah Islam itu sendiri.
Mereka menghalalkan penghinaan, celaan, membuka aib-aib, tahdzir, dan hajr kepada ahli bid’ah.
Jangankan bermuamalah dengan “ahli bid’ah”, sekedar berjabatan tangan secara tak sengaja saja, kita bisa dituduh ikut “ahli bid’ah”.
Luqman Ba’abduh sendiri dalam buku MAT mengkafirkan kaum Muslimin, khususnya Daulah Utsmaniyyah dan kaum Muslimin Mesir.
Ya, Khawarij dulu juga seperti itu.
Bahkan lebih terang-terangan.


7. Mereka sangat keras kepala. Jika ada manusia yang ngeyel, inilah orangnya.

Mereka sangat-sangat ngeyel, tidak mau rujuk kepada kebenaran.
Meskipun kita memberikan nasehat sehebat apapun, kalau kita bukan dari golongan mereka, nasehat itu akan dibuang ke tempat sampah.
Tidak kurang apa saya telah menyampaikan nasehat lewat DSDB, tetapi kesesatan mereka tidak berkurang.
Mereka meyakini, “Hanya Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muqbil saja yang memiliki kebenaran.
Selain mereka (atau yang semisal mereka), bathil.” Sikap seperti ini sebenarnya dianggap telah keluar dari Al Jama’ah (komitmen kepada kebenaran, dari arah manapun datangnya).
Khawarij dulu juga begitu.
Mereka sudah dinasehati Ibnu Abbas (Ra.), tetapi tetap keras kepala.

8. Mereka menyebarkan permusuhan di kalangan Ummat Islam.
Ini sangat jelas, tidak diragukan lagi.
Lihatlah salafy.or.id, merekaadalahteroris.com, buku Mereka Adalah Teroris (MAT) dan MDMTK, blog 'Fakta', blog ‘Tuk Pencari Al Haq’, majalah Asy Syariah, dll.
Itu adalah bukti yang tak bisa dibantah lagi.
Mau membantah bagaimana, bukti sudah menyebar ke seantero dunia? Khawarij dulu juga seperti itu.
Mereka menyebarkan permusuhan, mengobarkan peperangan, bahkan mereka membunuh Khalifah Utsman (Ra) dan Khalifah ‘Ali (Ra).

9. Ibadah mereka menakjubkan. Harus diingat, dulu Khawarij sangat hebat dalam Shalat, puasa, maupun membaca Al Qur’an. Kata Ibnu Abbas (Ra), tubuh mereka kurus-kurus karena sangat sering puasa, mata mereka celong karena banyak bangun di malam hari, pakaian mereka kumal karena zuhud.
Khawarij gaya baru juga seperti itu, meskipun ibadahnya tidak sehebat Khawarij masa lalu.
Kita kalau bersanding bersama Khawarij modern itu, kita akan merasa ‘kecil hati’ melihat ibadah kita.
Tetapi Nabi (Saw.) menegaskan, “Mereka keluar dari agama ini seperti melesatnya anak panah dari busurnya.”

10. Mereka mengklaim diri sebagai kelompok paling benar.
Ini ciri Khawarij yang tidak boleh diabaikan.
Mereka bukan hanya berbeda pendapat dengan Shahabat (Ra), bahkan mengkafirkan para Shahabat dan menghalalkan darahnya.
Mengapa itu terjadi? Sebab mereka mengklaim diri sebagai kelompok paling benar.
Itu pula yang terjadi di jaman ini.
Tidak ada yang selamat dari serangan orang-orang dungu itu, selain diri mereka sendiri.

11. Mereka menuduh orang lain sesat, padahal kesesatan di pihak mereka.

Ya, kita semua sudah tahu bagaimana kelakuan orang-orang Khawarij yang mengatasnamakan Salafi ini.
Mereka menuduh orang lain “ahli bid’ah”, padahal mereka itulah ahli bid’ah; mereka menuduh orang lain “hizbi”, padahal diri mereka sendiri a’zhamul hizbi minal ahzab (sebesar-besarnya hizbi sejati); mereka menuduh orang lain Khawarij, padahal tuduhan itu sejatinya lebih pantas mereka sandang sendiri.
Dulu Khawarij menuduh Khalifah Ali (Ra) dan para Shahabat telah kafir, padahal kekafiran di pihak mereka sendiri.

12. Mereka memerangi Ahlul Islam dan membiarkan ahlul autsan (penyembah berhala).
Ini perkara lain lagi yang sangat nyata dalam diri kaum Khawarij ini.
Kerjaan mereka tidak pernah lepas dari memusuhi gerakan-gerakan Islam, memusuhi lembaga-lembaga Islam, memusuhi para dai dan individu-individu Muslim.
Kerjaan mereka tidak lepas dari itu.
Itulah “jihad akbar” mereka.
Sekiranya mereka memegang kekuasaan, sangat yakin mereka akan memerangi saya, Anda, dan kita semua.
Hanya soal waktu saja.
Sama saja dengan Ba’abduh, dia serang semua organisasi Islam di Indonesia yang tidak sesuai syahwatnya, adapun dia tidak tampak kontribusinya dalam mendakwahi orang-orang Hindu di Bali.
Jember tempat Si Luqman Al Fasid ini kan sangat dekat dengan Bali.

13. Mereka sangat lancang di hadapan hujjah kebenaran.

Jangankan pendapat saya, Anda, dan para dai di Indonesia, Al Qur’an dan Sunnah shahihah pun siap mereka belakangi, jika tidak sesuai hawa nafsunya.
Banyak fatwa-fatwa ulama besar Saudi yang telah memperingatkan mereka, termasuk fatwa almarhum Syaikh Bin Baz (rah).
Tetapi semua itu dilempar ke tong sampah.
Namun kita jangan merasa heran dengan semua ini, sebab pendahulu mereka juga seperti itu.
Dulu Dzul Khuwaisirah pernah menghardik Rasulullah (Saw): “Berbuat adil-lah kamu, Muhammad!” Dalam buku DSDB II, hal. 292-294 Ustadz Abduh menukil sebuah kejadian di kalangan Syaikh Rabi’ Counter Strike.
Disitu saja Rabi’ berani melecehkan Syaikh Bin Baz rahimahullah.
Ya, begini ini modelnya kaum Khawarij.

14. Mereka bersikap sangat pecundang.

Nah, ini salah satu ciri lain bahwa iman mereka telah rusak, yaitu sikap pecundang (pengecut).
Mereka sangat berbisa mulut dan tulisan-tulisannya.
Mereka perlakukan orang lain seperti boneka-boneka tak bernyawa.
Ketika ditantang debat terbuka, tak mau; diajak dialog, tak mau; bahkan ditantang mubahalah, juga tak mau.
Sangat sangat sangat pecundang.
Khawarij dulu juga begitu, mereka pecundang, suka dengan cara-cara yang sifatnya tidak ksatria.
Mereka membunuh Khalifah Ali (Ra) dan hendak membunuh Amr bin Ash (Ra) dan Muawiyah (Ra).

15. Bagaimanapun, orang-orang ini sangat bodoh.

Ini juga ciri lain dari Khawarij.
Kalau Anda membaca buku (MAT) Mereka Adalah Teroris karya Si Dhalal Luqman Ba’abduh, Anda akan ketawa melihat cara dia menulis buku.
Satu bagian membantah bagian yang lain.
Dia mencela orang-orang yang menentang Dinasti Saud dengan celaan yang sangat sangat hebat, katanya memberontak kepada Ulil Amri.
Tetapi saat yang sama dia menuduh Daulah Utsmani di Turki dengan perkataan “besi rongsokan yang jelek”.
Padahal Daulah Utsmaniyyah adalah Ulil Amri kaum Muslimin, sebelum berdirinya Kerajaan Saudi.
Si Fasid bin Dhalal, Luqman Ba’abduh itu, juga mencela habis-habisan Safar Hawali yang mengambil berita-berita dari orang kafir.
Sementara Luqman sendiri dalam buku MAT juga mengambil berita dari CNN dan lainnya.
Darimana dia tahu istilah “Attack” dari peristiwa WTC 11 September 2001 kalau tidak dari CNN? Banyak contoh lain.
Ya begitulah Khawarij sejati, seperti para pendahulunya.
Mereka tak mau makan korma yang ditemukan di jalan, takut syubhat; tetapi mereka berani membunuh putra Khabab bin ‘Arat (Ra) dan membunuh isterinya yang sedang hamil.

Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa orang-orang ini adalah KBS, Khawarij Berbaju Salafi.
Mereka sama bahayanya dengan para penganut agama Liberal.
Kalau Liberaliyun menyerang Islam dari luar, kaum KBS ini menyerang dari dalam.


Wallahu a’lam bisshawaab.

Ini adalah bagian dari jihad di jalan Allah Ar Rahiim, insya Allah.
Maka aku tidak akan ragu untuk memasukinya.
Akhirul kalam, tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illa billah. Hasbunallah wa nikmal Wakil nikmal Maula wa nikman Nashir.
 
bersatulah wahai umat islam.....jangan engkau terpecah belah....
 
Ngakak abis ^0^

5731_101643336514617_100000068541104_47249_6723812_n.jpg


5731_101638536515097_100000068541104_47180_7097296_n.jpg


5731_101643699847914_100000068541104_47256_4133144_n.jpg




Bismillah walhamdulillah, was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabih ajma’in.
Amma ba’du.

Saya teringat perkataan Prof. Mansyur Suryanegara, sejarawan dari Unpad.
Dalam edisi khusus Sabili No. 9 November 2003, beliau pernah mengatakan, kira-kira, “Ummat Islam Indonesia sejak lama tidak pernah mendapat cobaan yang kecil, tetapi selalu besar.”
Kira-kira seperti itu.

Saya merasakan relevansi pernyataan seperti itu ketika kini berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu mengklaim “mengikuti manhaj Salafus Shalih”.
Banyak manusia tertipu dengan seruan-seruan mereka.
Dikiranya, orang-orang itu mengajarkan manhaj Salafus Shalih, padahal sejatinya: mereka menghidupkan paham Khawarij, seburuk-buruk makhluk di kolong langit.
Artinya, Ummat ini selalu dicoba dengan hal-hal yang berat.
Jalan kesesatan bukan monopoli para pendosa, orang-orang pengajian pun akhirnya banyak yang tersesat juga.
Na’udzubillah min dzalik.

Lucu memang.
Orang-orang itu menyemprot orang lain dengan tuduhan Khawarij, mereka menyumpahi manusia dengan istilah “kilabun naar” (anjing-anjing neraka), mereka mengecam orang lain tanpa sedikit pun rasa bersalah.
Sungguh menakjubkan, jari telunjuk mereka mengarah ke orang lain, sisa jari lainnya mengarah ke dirinya sendiri.
Menuduh Khawarij, padahal dirinya sendiri justru Khawarij ‘ala haqiqah (Khawarij sejati).

CIRI-CIRI KHAWARIJ BERBAJU SALAFI:
1. Mereka hidup secara ekskusif, menyingkir dari kehidupan masyarakat. Mereka tidak mau tahu kondisi masyarakat, misalnya ekonomi, sosial, politik, pergaulan, pendidikan, komunikasi, dst.
Kalau kita ajak bicara tentang masalah-masalah umum, mereka anggap semua itu “bukan masalah din”, jadi tidak perlu dipikirkan.
Padahal sumber kemusyrikan, kekafiran, maksiyat, kesesatan, dll.
Sangat banyak dari masalah-masalah keduniaan.
Dalam pergaulan, mereka sangat eksklusif, memisahkan diri dari masyarakat.
Hal ini sama dengan perilaku Khawarij ketika mereka memisahkan diri dari Ummat Islam dan membuat markas di Nahrawan.

2. Mereka menghidupkan manhaj kebencian.
Mereka sangat memusuhi orang-orang di luar kelompoknya. Mereka mudah menuduh orang lain “ahli bid’ah”, “bukan Salafiyah”, “hizbi”, “Sururi”, “Ikhwani”, dst.
Itu tuduhan standar mereka.
Tidak ada yang selamat dari kebencian mereka, selain dirinya sendiri.
Khawarij dulu juga seperti itu, mereka membenci bahkan mengkafirkan orang-orang yang berada di luar kelompoknya.

3. Mereka menggunakan kalimat “Mengikuti pemahaman Salafus Shalih” untuk menyesatkan manusia.
Istilah Salaf, manhaj Salafiyah, atau Dakwah Salaf, bukan dimanfaatkan untuk menyebarkan kebajikan sebanyak-banyaknya, tetapi dipakai untuk menyesatkan orang-orang lugu agar terjerumus bersama kesesatan mereka.
Persis seperti dulu ketika Ali bin Abi Thalib (Ra) mengkomentari kelakuan para Khawarij yang memakai ayat Al Qur’an untuk tujuan kesesatan, “Kalimatul haqq yuridu bihil bathil” (perkataan yang benar tetapi ditujukan untuk kebathilan).

4. Mereka berani menghalalkan hak-hak Ummat Islam yang telah dilindungi oleh Syariat.
Saat ini yang sangat kelihatan adalah: menghalalkan kehormatan Ummat Islam, khususnya para dai dan lembaga-lembaga Islam.
Sampai-sampai lembaga netral seperti DDII tidak selamat dari serangan najis mereka.
Padahal Nabi (Saw.) sudah mengatakan, “Setiap Muslim atas Muslim yang lain, diharamkan darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim).
Tapi kita tidak usah berdalil dengan Sunnah di hadapan mereka.
Hati mereka sudah terlalu angkuh untuk menerima nasehat Al Qur’an dan Sunnah.
Khawarij dulu juga seperti itu, mereka menghalalkan darah Ummat Islam.

5. Mereka sangat ghuluw (melampaui batas) dalam beramal.
Mereka sangat-sangat peka dalam perkara fotografi makhluk bernyawa (foto manusia), celana di bawah mata kaki, nasyid Islami, melinting lengan baju, memakai cadar, memakai celana dalam Shalat, dan lain-lain perkara yang masih menjadi perdebatan.
Tetapi ketika menuduh “ahli bid’ah”, mengkafirkan Ahlul Islam (seperti Luqman Ba’abduh), membongkar aib para dai, memecah belah Ummat, menyebarkan kebencian, bahkan mengintimidasi Muslim, justru atas semua itu mereka sangat menikmati. Laa ilaha illallah.
Dulu Khawarij bertanya ke Ibnu Abbas (Ra.) tentang hukum membunuh nyamuk, tetapi mereka tidak bertanya tentang hukum membunuh cucu Rasulullah (Saw), yaitu Hushain bin Ali (Ra.), yang mereka lakukan.
Maksudnya, atas hasutan Khawarij itu pula akhirnya Hushain terbunuh di Karbala, lalu kepalanya dipancung.
Innalillah wa inna ilaihi ra’jiun.

6. Mereka mengkafirkan sesama Muslim.

Mereka bermudah-mudah mengeluarkan manusia dari Manhaj Salafiyah, padahal Salafiyah adalah Islam itu sendiri.
Mereka menghalalkan penghinaan, celaan, membuka aib-aib, tahdzir, dan hajr kepada ahli bid’ah.
Jangankan bermuamalah dengan “ahli bid’ah”, sekedar berjabatan tangan secara tak sengaja saja, kita bisa dituduh ikut “ahli bid’ah”.
Luqman Ba’abduh sendiri dalam buku MAT mengkafirkan kaum Muslimin, khususnya Daulah Utsmaniyyah dan kaum Muslimin Mesir.
Ya, Khawarij dulu juga seperti itu.
Bahkan lebih terang-terangan.


7. Mereka sangat keras kepala. Jika ada manusia yang ngeyel, inilah orangnya.

Mereka sangat-sangat ngeyel, tidak mau rujuk kepada kebenaran.
Meskipun kita memberikan nasehat sehebat apapun, kalau kita bukan dari golongan mereka, nasehat itu akan dibuang ke tempat sampah.
Tidak kurang apa saya telah menyampaikan nasehat lewat DSDB, tetapi kesesatan mereka tidak berkurang.
Mereka meyakini, “Hanya Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muqbil saja yang memiliki kebenaran.
Selain mereka (atau yang semisal mereka), bathil.” Sikap seperti ini sebenarnya dianggap telah keluar dari Al Jama’ah (komitmen kepada kebenaran, dari arah manapun datangnya).
Khawarij dulu juga begitu.
Mereka sudah dinasehati Ibnu Abbas (Ra.), tetapi tetap keras kepala.

8. Mereka menyebarkan permusuhan di kalangan Ummat Islam.
Ini sangat jelas, tidak diragukan lagi.
Lihatlah salafy.or.id, merekaadalahteroris.com, buku Mereka Adalah Teroris (MAT) dan MDMTK, blog 'Fakta', blog ‘Tuk Pencari Al Haq’, majalah Asy Syariah, dll.
Itu adalah bukti yang tak bisa dibantah lagi.
Mau membantah bagaimana, bukti sudah menyebar ke seantero dunia? Khawarij dulu juga seperti itu.
Mereka menyebarkan permusuhan, mengobarkan peperangan, bahkan mereka membunuh Khalifah Utsman (Ra) dan Khalifah ‘Ali (Ra).

9. Ibadah mereka menakjubkan. Harus diingat, dulu Khawarij sangat hebat dalam Shalat, puasa, maupun membaca Al Qur’an. Kata Ibnu Abbas (Ra), tubuh mereka kurus-kurus karena sangat sering puasa, mata mereka celong karena banyak bangun di malam hari, pakaian mereka kumal karena zuhud.
Khawarij gaya baru juga seperti itu, meskipun ibadahnya tidak sehebat Khawarij masa lalu.
Kita kalau bersanding bersama Khawarij modern itu, kita akan merasa ‘kecil hati’ melihat ibadah kita.
Tetapi Nabi (Saw.) menegaskan, “Mereka keluar dari agama ini seperti melesatnya anak panah dari busurnya.”

10. Mereka mengklaim diri sebagai kelompok paling benar.
Ini ciri Khawarij yang tidak boleh diabaikan.
Mereka bukan hanya berbeda pendapat dengan Shahabat (Ra), bahkan mengkafirkan para Shahabat dan menghalalkan darahnya.
Mengapa itu terjadi? Sebab mereka mengklaim diri sebagai kelompok paling benar.
Itu pula yang terjadi di jaman ini.
Tidak ada yang selamat dari serangan orang-orang dungu itu, selain diri mereka sendiri.

11. Mereka menuduh orang lain sesat, padahal kesesatan di pihak mereka.

Ya, kita semua sudah tahu bagaimana kelakuan orang-orang Khawarij yang mengatasnamakan Salafi ini.
Mereka menuduh orang lain “ahli bid’ah”, padahal mereka itulah ahli bid’ah; mereka menuduh orang lain “hizbi”, padahal diri mereka sendiri a’zhamul hizbi minal ahzab (sebesar-besarnya hizbi sejati); mereka menuduh orang lain Khawarij, padahal tuduhan itu sejatinya lebih pantas mereka sandang sendiri.
Dulu Khawarij menuduh Khalifah Ali (Ra) dan para Shahabat telah kafir, padahal kekafiran di pihak mereka sendiri.

12. Mereka memerangi Ahlul Islam dan membiarkan ahlul autsan (penyembah berhala).
Ini perkara lain lagi yang sangat nyata dalam diri kaum Khawarij ini.
Kerjaan mereka tidak pernah lepas dari memusuhi gerakan-gerakan Islam, memusuhi lembaga-lembaga Islam, memusuhi para dai dan individu-individu Muslim.
Kerjaan mereka tidak lepas dari itu.
Itulah “jihad akbar” mereka.
Sekiranya mereka memegang kekuasaan, sangat yakin mereka akan memerangi saya, Anda, dan kita semua.
Hanya soal waktu saja.
Sama saja dengan Ba’abduh, dia serang semua organisasi Islam di Indonesia yang tidak sesuai syahwatnya, adapun dia tidak tampak kontribusinya dalam mendakwahi orang-orang Hindu di Bali.
Jember tempat Si Luqman Al Fasid ini kan sangat dekat dengan Bali.

13. Mereka sangat lancang di hadapan hujjah kebenaran.

Jangankan pendapat saya, Anda, dan para dai di Indonesia, Al Qur’an dan Sunnah shahihah pun siap mereka belakangi, jika tidak sesuai hawa nafsunya.
Banyak fatwa-fatwa ulama besar Saudi yang telah memperingatkan mereka, termasuk fatwa almarhum Syaikh Bin Baz (rah).
Tetapi semua itu dilempar ke tong sampah.
Namun kita jangan merasa heran dengan semua ini, sebab pendahulu mereka juga seperti itu.
Dulu Dzul Khuwaisirah pernah menghardik Rasulullah (Saw): “Berbuat adil-lah kamu, Muhammad!” Dalam buku DSDB II, hal. 292-294 Ustadz Abduh menukil sebuah kejadian di kalangan Syaikh Rabi’ Counter Strike.
Disitu saja Rabi’ berani melecehkan Syaikh Bin Baz rahimahullah.
Ya, begini ini modelnya kaum Khawarij.

14. Mereka bersikap sangat pecundang.

Nah, ini salah satu ciri lain bahwa iman mereka telah rusak, yaitu sikap pecundang (pengecut).
Mereka sangat berbisa mulut dan tulisan-tulisannya.
Mereka perlakukan orang lain seperti boneka-boneka tak bernyawa.
Ketika ditantang debat terbuka, tak mau; diajak dialog, tak mau; bahkan ditantang mubahalah, juga tak mau.
Sangat sangat sangat pecundang.
Khawarij dulu juga begitu, mereka pecundang, suka dengan cara-cara yang sifatnya tidak ksatria.
Mereka membunuh Khalifah Ali (Ra) dan hendak membunuh Amr bin Ash (Ra) dan Muawiyah (Ra).

15. Bagaimanapun, orang-orang ini sangat bodoh.

Ini juga ciri lain dari Khawarij.
Kalau Anda membaca buku (MAT) Mereka Adalah Teroris karya Si Dhalal Luqman Ba’abduh, Anda akan ketawa melihat cara dia menulis buku.
Satu bagian membantah bagian yang lain.
Dia mencela orang-orang yang menentang Dinasti Saud dengan celaan yang sangat sangat hebat, katanya memberontak kepada Ulil Amri.
Tetapi saat yang sama dia menuduh Daulah Utsmani di Turki dengan perkataan “besi rongsokan yang jelek”.
Padahal Daulah Utsmaniyyah adalah Ulil Amri kaum Muslimin, sebelum berdirinya Kerajaan Saudi.
Si Fasid bin Dhalal, Luqman Ba’abduh itu, juga mencela habis-habisan Safar Hawali yang mengambil berita-berita dari orang kafir.
Sementara Luqman sendiri dalam buku MAT juga mengambil berita dari CNN dan lainnya.
Darimana dia tahu istilah “Attack” dari peristiwa WTC 11 September 2001 kalau tidak dari CNN? Banyak contoh lain.
Ya begitulah Khawarij sejati, seperti para pendahulunya.
Mereka tak mau makan korma yang ditemukan di jalan, takut syubhat; tetapi mereka berani membunuh putra Khabab bin ‘Arat (Ra) dan membunuh isterinya yang sedang hamil.

Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa orang-orang ini adalah KBS, Khawarij Berbaju Salafi.
Mereka sama bahayanya dengan para penganut agama Liberal.
Kalau Liberaliyun menyerang Islam dari luar, kaum KBS ini menyerang dari dalam.


Wallahu a’lam bisshawaab.

Ini adalah bagian dari jihad di jalan Allah Ar Rahiim, insya Allah.
Maka aku tidak akan ragu untuk memasukinya.
Akhirul kalam, tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illa billah. Hasbunallah wa nikmal Wakil nikmal Maula wa nikman Nashir.
:D:D:D:D
Sory lagi banyak kerjaan nih...
jadi baru bisa ngepost sekarang....

uuhhmmm...
tokoh KBS siapa saja yah....:-/;)
 
syaikh asoy saya tanya pada anda bagaimana yah pusat pemerintahan (kekhalifahan) bisa pindah dari madinah ke turki setahu aya khalifah itu ada disana karena islam itu munculya disana bukan diturki?
 
anda selalu mempermasalahan sesuatu yang sudah ditakdirkan oleh ALLAH anda buta karena assobiyah sekali lagi dn sekali lagi sudah pernahkan anda tinggal disana,bisakah anda berbahasa dengan bahas agama ini wahai syaih assoy, jika anda bermaslah dgn tulisan ust luqman ba'aduh itu urusan anda tetapi jangan hamtam kromo, namun jika anda tersinggung dg tulisannya saya hanya menduga ente PKS or HT terus saya tanya lagi anda lulusan mana angkatan berapa.

Sudahlah syaik assoy jika niat and mendakwahkan agama ini dakwahkanlah yg benar karena jika saya lihat tulisan anda yang ada hanya menyebarkan fitnah kebencian terhadap negara saudi yang pada intinya ente hendak mencela dakwah salaf.

tahukah anda kenapa kesultanan ottoman dihancurkan oleh ALLAH ??
tahukan anda kenapa islam bisa hilang dispanyol ??
tahukan anda kenapa kekhalifahan abbasiyah dihancur ALLAH melalui mongol ??

inilah jawabannya mereka semakin jauh dari mentauhidkan ALLAH, mereka lebih seag dengan dunia ??

oleh karena itu, ini menjadi titik tekan fokus dari dakwh salaf mendakwah tauhid kepada ALLAH, mentasfiyah ilmu-ilmu dari kotoran dn pendapat-pendapat yang rusak dipilih dan dipilah mana yang shahih mana yang dhaif dan mana yang maudu'.
mendakwahkan ilmu-ilmu yang telh dibersihkan itu kepada umat dengan sebelumnya si da'i harus berusaha mensikronkan ilmunya dengan apa yang didakwhkannya
adapun jika dalam pelaksanaanny ada dapati orang-orang yang mengaku salaf tetapi kurang ps dengan ahlak salafus shalih jangan and hantam kromo saja
sudahlah saya pernah tanya alamat anda wahai syaik assoy tetapi anda tidak beri kenapa (padahal saya belum tentu bisa mampir/ saya tidak bermaksud jahat atau apapun hanya ingin tahu seperti apa sebenarnya anda itu apakah anda tipe orang yang sma perkataan dg peruatan or yang lain (hanya bsa ngomong/nulis tok) ??
 
tahukah anda kenapa kesultanan ottoman dihancurkan oleh ALLAH ??
tahukan anda kenapa islam bisa hilang dispanyol ??
tahukan anda kenapa kekhalifahan abbasiyah dihancur ALLAH melalui mongol ??

sudah pernahkan anda tinggal disana,bisakah anda berbahasa dengan bahas agama ini wahai syaikh abudzul?

namun jika anda tersinggung dg tulisannya saya hanya menduga ente PKS or HT terus saya tanya lagi anda lulusan mana angkatan berapa.

tebak aja dari mana? ane muslim ga dari mana mana..

syaikh asoy saya tanya pada anda bagaimana yah pusat pemerintahan (kekhalifahan) bisa pindah dari madinah ke turki setahu aya khalifah itu ada disana karena islam itu munculya disana bukan diturki?

belajar saja tentang khilafah...
dan siapa yg menyerang khilafah bersama inggris saat itu? padahal pemimpinyamasih menegkan sholat loh?

adapun jika dalam pelaksanaanny ada dapati orang-orang yang mengaku salaf tetapi kurang ps dengan ahlak salafus shalih jangan and hantam kromo saja
sudahlah saya pernah tanya alamat anda wahai syaik assoy tetapi anda tidak beri kenapa (padahal saya belum tentu bisa mampir/ saya tidak bermaksud jahat atau apapun hanya ingin tahu seperti apa sebenarnya anda itu apakah anda tipe orang yang sma perkataan dg peruatan or yang lain (hanya bsa ngomong/nulis tok) ??

dimana yah?
apa anda merasa seperti tulisan diatas?
 
syaikh asoy saya tanya pada anda bagaimana yah pusat pemerintahan (kekhalifahan) bisa pindah dari madinah ke turki setahu aya khalifah itu ada disana karena islam itu munculya disana bukan diturki?
:-/:-/:-/ :D:D:D:D;;)
anda selalu mempermasalahan sesuatu yang sudah ditakdirkan oleh ALLAH anda buta karena assobiyah sekali lagi dn sekali lagi sudah pernahkan anda tinggal disana,bisakah anda berbahasa dengan bahas agama ini wahai syaih assoy, jika anda bermaslah dgn tulisan ust luqman ba'aduh itu urusan anda tetapi jangan hamtam kromo, namun jika anda tersinggung dg tulisannya saya hanya menduga ente PKS or HT terus saya tanya lagi anda lulusan mana angkatan berapa.

Sudahlah syaik assoy jika niat and mendakwahkan agama ini dakwahkanlah yg benar karena jika saya lihat tulisan anda yang ada hanya menyebarkan fitnah kebencian terhadap negara saudi yang pada intinya ente hendak mencela dakwah salaf.
Yup anda benar, wahai Abudzul

tahukah anda kenapa kesultanan ottoman dihancurkan oleh ALLAH ??
tahukan anda kenapa islam bisa hilang dispanyol ??
tahukan anda kenapa kekhalifahan abbasiyah dihancur ALLAH melalui mongol ??

inilah jawabannya mereka semakin jauh dari mentauhidkan ALLAH, mereka lebih seag dengan dunia ??
sejauh yang saya tahu mengenai kehancuran Islam di Spanyol adalah
mereka meninggalkan shalat fardhu berjama'ah


oleh karena itu, ini menjadi titik tekan fokus dari dakwh salaf mendakwah tauhid kepada ALLAH, mentasfiyah ilmu-ilmu dari kotoran dn pendapat-pendapat yang rusak dipilih dan dipilah mana yang shahih mana yang dhaif dan mana yang maudu'.
mendakwahkan ilmu-ilmu yang telh dibersihkan itu kepada umat dengan sebelumnya si da'i harus berusaha mensikronkan ilmunya dengan apa yang didakwhkannya
adapun jika dalam pelaksanaanny ada dapati orang-orang yang mengaku salaf tetapi kurang ps dengan ahlak salafus shalih jangan and hantam kromo saja
Yup, kita harus kembali kepada dakwah Tauhid sebagaimana Nabi dan para
sahabatnya berdakwah
sudahlah saya pernah tanya alamat anda wahai syaik assoy tetapi anda tidak beri kenapa (padahal saya belum tentu bisa mampir/ saya tidak bermaksud jahat atau apapun hanya ingin tahu seperti apa sebenarnya anda itu apakah anda tipe orang yang sma perkataan dg peruatan or yang lain (hanya bsa ngomong/nulis tok) ??
Wah, berarti alangkah beruntungnya saya, sampai-sampai asoybanget
menanyakan keberadaan ana (bahkan dia bersedia PM no. ponselnya)
asal ana bersedia bertemu dengannya.:P

sudah pernahkan anda tinggal disana,bisakah anda berbahasa dengan bahas agama ini wahai syaikh abudzul?
ga bisa jawab ni ye...


tebak aja dari mana? ane muslim ga dari mana mana..
ga perlu tebak-tebakan dari mana golongannya berasal


belajar saja tentang khilafah...
dan siapa yg menyerang khilafah bersama inggris saat itu? padahal pemimpinyamasih menegkan sholat loh?
:D:D:D
masalah itu lom selesai toh....:P PATHETIC
Siapakah yang anda maksud dengan khilafah:-/

  • Rashidi:-/ atau
  • Turki ottoman:-/
:D:D:D:>
dimana yah?
apa anda merasa seperti tulisan diatas?
:D:D:D
Kita berdakwah lewat media ini saja (internet) sebab
internet llebih cepat penyampaian dan secara massal ;;)

oya pertanyaan saya lom dijawab
sebut saja tokoh terkenalnya...:D:D:D
Apa memang anda tidak tahu siapa :P
selamat menjawab :D:D:D:D
 
jah, masih aja di bela.
hehehehehe.
percuma ngomong toh emang keras kepala.
tetap aja ngeles dan tidak mau kalah..
dah beberapa kali di jawab, tetap aja gak ngerti/paham dan banyak mengelak nya
sombong

masalah itu lom selesai toh.... PATHETIC
Siapakah yang anda maksud dengan khilafah

* Rashidi atau
* Turki ottoman

belajar dulu sejarah, jangan terburu buru posting....santai aja jawabnya
buat pr aja sekalian

sebut saja tokoh terkenalnya...
Apa memang anda tidak tahu siapa
kira2 siapa yah?
hihihihihihi.yg merasa saja deh dan yg para pembelanya


7. Mereka sangat keras kepala. Jika ada manusia yang ngeyel, inilah orangnya.
Mereka sangat-sangat ngeyel, tidak mau rujuk kepada kebenaran.
Meskipun kita memberikan nasehat sehebat apapun, kalau kita bukan dari golongan mereka, nasehat itu akan dibuang ke tempat sampah.
Tidak kurang apa saya telah menyampaikan nasehat lewat DSDB, tetapi kesesatan mereka tidak berkurang.
Mereka meyakini, “Hanya Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muqbil saja yang memiliki kebenaran.
Selain mereka (atau yang semisal mereka), bathil.” Sikap seperti ini sebenarnya dianggap telah keluar dari Al Jama’ah (komitmen kepada kebenaran, dari arah manapun datangnya).
Khawarij dulu juga begitu.
Mereka sudah dinasehati Ibnu Abbas (Ra.), tetapi tetap keras kepala.
 
Ngakak abis ^0^

jah, masih aja di bela.
hehehehehe.
percuma ngomong toh emang keras kepala.
tetap aja ngeles dan tidak mau kalah..
dah beberapa kali di jawab, tetap aja gak ngerti/paham dan banyak mengelak nya
sombong



belajar dulu sejarah, jangan terburu buru posting....santai aja jawabnya
buat pr aja sekalian
:D:D:D
Baca pelan-pelan mas di thread saya

kira2 siapa yah?
hihihihihihi.yg merasa saja deh dan yg para pembelanya
=)) =)) =))
Tokohnya aja tidak tahu, apa ini asal ngosip aja ...PATHETIC
Apakah Abdul Hakim Abdats termasuk salah satunya:-/:-/:-/:D
 
dah pelan2 kok tidak terburu buru

Tokohnya aja tidak tahu, apa ini asal ngosip aja ...PATHETIC
Apakah Abdul Hakim Abdats termasuk salah satunya

waduh ga tau yah gw..
kira2 aja siapa yah KBS itu?
ah gw mah gak berani gosip deh..
 
na'am bisa walaupun dikit tapi bisalah untuk baca kitab-kitab kontemporer yang singkat (hanya baca+kamus dan mendengar) sehingga dapat saya gunakan merujuk kekitab-kitab aslinya yang saya mampu membeli or fotocopy agar saya tidak gampang dibodohi orang lain itu saja seperti dua kitab shahih

syaikh assoy kok yang ini belum dikomentari dengan tajam kok komentarnya ngambang katanya syaikh ahli sejarah tentang khilafah??

syaikh asoy saya tanya pada anda bagaimana yah pusat pemerintahan (kekhalifahan) bisa pindah dari madinah ke turki setahu saya khalifah itu ada disana karena islam itu munculya disana bukan diturki?

sebab hancurnya kesulatanan ottoman masak anda tidak tahu katanya anda ahli sejarah islam :D

assoy wrote"
tebak aja dari mana? ane muslim ga dari mana mana.."

anda itu dustaX( setiap manusia pasti punya kecenderungan

dilihat dari tulisan ente tentang syaih muhammad bin abdul wahab dan kemarahan anda terhadap tulisan ust luqman baa'duh maka saya bisa tebak (bisa salah l0h) kecenderungan kuat anda adalah MMI (ngruki) anak buah abu bakar ba'asyir

assoy wrote "
dimana yah?
apa anda merasa seperti tulisan diatas? "

waduh dasar sudah syaikh makanya pikun lihat komen saya pada postingan anda mengenai penghiatan keluarga su'ud

Apakah syaikh nan mumpuni ilmunya lupa bahwa hak kekhalifahan adalah haknya suku quraish dimana hal tersirat dari percakapan orang anshor diwakili Sa’ad bin ‘Ubadah dengan dan Abu bakar dan umar di Saqifah Bani Sa’idah dari kitab tarikh thabari
... ketika abu bakar mendengar khabar bahwa ada pembicaraan suksesi oleh kaum ansor di bani saqifah maka beliau pergi kesana dengan ditemani oleh Abu ‘Ubaidah bin Jarrah, dan kemudian bergabung bersama mereka Usaid bin Hudhair, ‘Awim bin Sa’idah dan ‘Ashim bin ‘Adi, dari kalangan Bani ‘Ajlan. Kemudian Abu Bakar berbicara, setelah sebelumnya melarang ‘Umar berbicara. Pertama-tama Abu Bakar mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT, dan kemudian menyebutkan kedahuluan orang-orang Muhajir di dalam membenarkan Rasulullah saw, sebelum seluruh orang Arab yang lain. Abu Bakar berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang pertama menyembah Allah SWT di muka bumi dan beriman kepada Rasulullah saw. Mereka itu adalah keluarganya dan wali-walinya, dan manusia yang paling berhak atas urusan ini (Khalifah) sepeninggalnya, serta tidak ada yang bertengkar dengan mereka di dalam urusan itu kecuali orang yang zalim.’ Kemudian Abu Bakar menyebutkan keutamaan-keutamaan orang Anshar. Setelah itu dia berkata, ‘Setelah orang-orang Muhajir yang pertama tidak ada orang yang mempunyai kedudukan di sisi kita selain orang-orang Anshar. Maka oleh karena itu kami adalah pemimpin sedangkan Anda adalah wazir
 
syaikh assoy kok yang ini belum dikomentri ??
syaikh asoy saya tanya pada anda bagaimana yah pusat pemerintahan (kekhalifahan) bisa pindah dari madinah ke turki setahu aya khalifah itu ada disana karena islam itu munculya disana bukan diturki?

jangan setahu anda...pelajari sejarah
memangnya berpindah nya dari madinah langsung ke turki?
belajar dulu sejarah..
sejarah umum dulu salah satunya di wikipedia atau googling setelah itu belajar dari sejarah islam.
baca buku thariqul khulafa rasyidin - ummayah - abbasyiah - utsmaniyah samapi hancurnya khilafah islam terakhir
pelajari juga pengkhianatan arab terhadap daulah islam yg memberontak bekerja sama dengan kafir penjajah inggris untuk menghancurkan daulah islam, dan berdiri KERAJAAN SAUDI ARABIAnonton tuh film lawrence of arabia sebagai referensi.
jadi siapa yg khwarij?
 
sorry syaikh saya dalam berdakwah tahu batasan-batasan yang sesuai dengan syar'i lihatlah postingan anda tahukah anda seburuk-buruk mahkluk adalah perupa (pelukis mahluk hidup seperti guyonan anda dengan karikatur dipostingan anda ini) itu hadisnya shohih loh ?? makanya saya berulang kali berkata janganlah kita ngomong khilafah yang paling kecil saja dalam agama ini dilanggar dengan seenaknya ingatlah sesuatu yang besar dimulai dari yag kecil.

satu lagi syaikh apa manfaatnya saya nonton film yang anda jadikan rujukan "lawrence of arabia" saya muslim saya tahu bahwa ALLAH telah berfirman tidak kan pernah ridho kaum yahudi dan nasrani sampai kamu mengikuti millah mereka, bagaimana ini syaikh apa anda lupa itu masak film jdikan rujukan dalam beragama apalagi ditulis oleh orang kafir gimana itu syaikh
 
sorry syaikh saya dalam berdakwah tahu batasan-batasan yang sesuai dengan syar'i lihatlah postingan anda tahukah anda seburuk-buruk mahkluk adalah perupa (pelukis mahluk hidup seperti guyonan anda dengan karikatur dipostingan anda ini) itu hadisnya shohih loh ?? makanya saya berulang kali berkata janganlah kita ngomong khilafah yang paling kecil saja dalam agama ini dilanggar dengan seenaknya ingatlah sesuatu yang besar dimulai dari yag kecil.

satu lagi syaikh apa manfaatnya saya nonton film yang anda jadikan rujukan "lawrence of arabia" saya muslim saya tahu bahwa ALLAH telah berfirman tidak kan pernah ridho kaum yahudi dan nasrani sampai kamu mengikuti millah mereka, bagaimana ini syaikh apa anda lupa itu masak film jdikan rujukan dalam beragama apalagi ditulis oleh orang kafir gimana itu syaikh

loh, buktikan itu adalah lukisan?
bedakan antara lukisan dan gambar yg dicetak...apakah saya melukis?
jangan asal ngomong dan jangan terburu buru dalam posting
baca dulu hukumnya apa dalam hal seperti itu

Fatwa_Ulama Fatwa-Fatwa Ulama Sekitar Masalah Gambar
Makhluk HidupSyaikh Abdullah Bin Abdul Aziz Bin Baz ditanya :
Bagaimana dengan hukum fotografi, apakah sama seperti kalau kita menggambar
dengan tangan? Bagaimana dengan foto Syaikh (Bin Baz, red) yang ada di
majalah, apakah ini menunjukkan bolehnya gambar walaupun itu di luar
sepengetahuan syaikh tersebut? kalau foto tidak boleh, bagaimana hukumnya
membeli koran dan majalah yang penuh dengan foto, walaupun yang kita cari
adalah berita-berita penting bukan fotonya?

Jawab :
Fotografi termasuk pembuatan gambar yang diharamkan dan hukumnya sama
sepertimenggambar dengan tangan. Yang berbeda adalah cara pembuatannya.
Demikian juga alat ini tidaklah menunjukkan perbedaan dalam hukumnya. Tidak
ada bedanya orang itu harus bersusah payah dahulu untuk membuat gambar atau
tidak. Sedangkan mengenai gambar saya (Syaikh bin Baz rahimahullah) yang
dimuat di majalah, itu adalah di luar sepengetahuan saya. Dan ini tidaklah
menunjukkan bahwa saya mengizinkannya, saya pun tidak meridhoinya.

Tentang majalah dan surat kabar yang memuat berita penting dan masalah
keilmuan yang bermanfaat sendang di dalamnya ada gambar-gambar bernyawa,
makaboleh membelinya dan mengambil manfaat darinya berupa ilmu, dan berita,
sedangkan gambar-gambar itu hanya mengikuti saja. Hukum majalah dan koran
itumengikuti asal tujuannya, yaitu tanpa gambar-gambar itu.

siapa bilang dijadikan rujukan, saya bilang dijadikan referensi.
itupun pilihan...klo ga mau nonton lawrence of arabia ya sudah ga usah. cari refrensi lain..

..tuh film dibuat kerjasama ama saudi loh...
masih mending itu film, beuh klo liat sejarahnya..bukan ilm lagi api bekerja sama dengan inggris untuk menghancurkan negara Islam

dah gitu si kafir lawrence dijadikan pahwalan oleh saudi..

btw back to topic
 
loh itu syaikh bin baz itukan yang anda maksud dalam tulisan anda di postingan yang berjudul "Bila Keledai Ilmu Menjadi Rujukan Salafiyun Maz’um ".
Ms coba perhatikan seksama fatwanya syaikh bin baz yang intinya penggunaan photo keadaadn terbatas seperti pasport dan sebagainya yang berupa penanda diri dan bedakan antara photograpi dn hasil lukisan apa gambar mas itu photographi ? yang setahu saya itu lukisan dan apa perlunya anda mecantumkannya
 
tentang si lawrence saja mas tahu detail mboh berdasarkan sumber terpercaya or not kenapa mas ngak jawab bagaimana khilafah berpindah dari madinah ke turki dan bagaimana pula seorang seljuk bisa menjadi khalifah wong syarat seorang qurais saja tak terpenuhi
 
sekali lagi turki bukan kekhalifahan tetapi kesultanan (raja-raja diantara kaum muslimin)
 
untuk gambar itu ga ad maksud buat guyonan
bagi saya itu gambar yg dicetak...jangan terbatas dengan fotografi aja..berpikirlah menyeluruh jangan berpikiran sempit

utasmiyah bukan khilafah?
ada baiat disana dan hukum2 nya islam.. coba pelajari lagi sejarah, bukan hanya pelajari sejarah dari golongan salafi yg suka menanamkan fitnah dan kebencian

masalah lawrence jangan gak mau tau..jangan tertutup untuk mencari kebenaran.

emang khalifah harus qurasy yah?
qurasy itu syarat afdholiyah untuk khalifah...
makanya pelajari hukum2 khalifah..

ini hadist untuk khalifah utasmaniyah dari Rasulullah SAW
Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]


“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskannya dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya”.
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

dan inilah surat muhammad al fatih kepada Ayah nya Murad yg berhenti pada jabatan karena banyak masalah dan inilah bukti bahwa utasmaniyah adalah khilafah
“Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang menjadi khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang kemari ikut membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka seharusnya seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti ini”

back to topic aja deh tentang KBS
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.