Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Negara Indonesia baru saja memulai hidup baru dalam bidang hukum dengan pengesahan RKUHP jadi KUHP yg baru.
Akhirnya perjuangan para begawan hukum selama ini finish juga walaupun kesemuanya sudah tiada saat pengesahan KUHP di tahun ini.
Namun KUHP yg baru ini juga melahirkan berbagai masalah.
Wajar sih namun juga jangan di sepelekan.
Mungkin perlu adanya pengenalan cukup masif supaya kekurangannya atau ketidaksesuaiannya dapat di perbaiki.
Terlebih berimbas kepada dunia pariwisata skala internasional.
Pemerintah harusnya sadar bahwa Indonesia ini terkenal dengan semangat religiusnya yg kadang melampaui batas-batas privat manusia.
Wajar dunia internasional rada takut dengan KUHP yg baru ini.
Terutama masalah perzinahan.
Standar moral bangsa dengan bangsa yg lain itu berbeda-beda.
Ini juga harus jadi pertimbangan.
Karena bangsa kita ini juga sangat mengandalkan pendapatan di sektor pariwisata sebagai pemasukan negara.
Dengan image yg terekam dengan beberapa wilayah yg sangat ketat urusan moral.
Maka tak salah bila pidana kasus perzinahan jadi teror bagi bangsa lain tuk berwisata ke Indonesia.
Ini kita bukan cuma bicara kurang masifnya KUHP yg baru doang.
Tapi juga bicara penyalahgunaan atas KUHP yg baru.
Harus ada garis tegas tuk melindungi para wisatawan mancanegara.
Takutnya jadi alat peras bagi wisatawan yg suka jajan atau berpasangan tetapi belum resmi.
Makanya harus ada garis tegas tuk jadi patokan para wisatawan asing & lokal yg datang.
Ya memang itu sudah tertulis bahwa pihak pengadu adalah harus orang yg sangat terkait.
Gini dah ane ambil kasus simplenya.
Bila ada wisatawan suka jajan ngan atau lagi mank menjalin hubungan asmara dengan gaya bebas merdeka dengan pihak lokal.
Ini kan dapat jadi masalah bila....?
Lagi-lagi ane bilang standar moral setiap bangsa itu berbeda-beda.
Namun standar privasi manusia itu sama kebanyakan.
Tidak harap di campuri urusan pribadinya karena merasa tidak merugikan pihak lain & bukan urusan pihak lain.
Soal penegakan hukum juga jadi momok tersendiri di bangsa ini.
Karena you know watlah kondisi penegakan hukum di Indonesia bagaimana.
Kebanyakan oknum yg sering di salahkan.
Sebenarnya KUHP soal perzinahan yg baru ini tidak begitu banyak berbeda dengan yg lama.
Masalahnya.
Pasal lama tidak begitu di ketahui secara biasa & pasal baru sudah masif tersebar di media-media.
Sedangkan bila kita bicara standar moral maka di Indonesia sendiri saja ada disparitas apalagi bagi bangsa lain.
Jadi jangan karena tuan rumah lalu jumawa hati kepada tamu yg datang.
Kalau kita butuh mereka maka kita harus flexible dalam mengatur isi rumah kita & kebijakannya.
Sudah sedari dahulu kala di bangsa ini bila ada undang-undang yg sekiranya baru.
Ribut saat di bikin, ribut saat sudah jadi & pemalas tuk di sebar luaskan.
Ya mank sekarang arus informasi sudah terbuka secara luas namun yg perlu di ingat adalah hoax & provokasi juga ada disana.
Buatlah seminar per wilayah tuk mengkomunikasikan dengan nara sumber pihak terkait yg juga tersebar di banyak wilayah.
Kagak perlu bikin regu spesifik tuk keliling Indonesia.
Sedangkan tuk dunia internasional yaaa kudu adakan temu bicara para dubes supaya dari mereka dapat tersebar luaskan informasi yg jelas & terperinci mengenai KUHP yg baru ini.
Semoga pemerintah dapat memperbaiki pola lama yg sering terjadi berulang kali dengan slogan kurang sosialisasinya.
Ini penyakit lama yg sering kambuh.
Tunggu sudah panas suasananya baru super sibuk & saling menyalahkan.
Ane analogikan seperti ini.
"Jangan mau enaknya saja bikin anak tetapi tidak mau ngurusin tuh anak dengan baik & benar.
Semoga masalah-masalah yg timbul denga lahir KUHP Indonesia yg baru ini dapat segera teratasi.
Semangat harap lepas dari KUHP bekas jaman kolonial jangan ternodai dengan KUHP yg berbau kolonial.