Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sungai Mamberamo merupakan sungai terpanjang & terlebar di Papua. Bagi Suku Bauzi, sungai itu adalah tempat favorit buat memancing buaya. Hii... ngeri!
Sungai Mamberamp dilihat dari jendela pesawat nampak berkelok-kelok, meliuk-liuk seperti ular yg sedang berjalan. Sungai ini jadi sarana transportasi & sumber kehidupan bagi suku Bauzi, yg bermukim di tepi sungai ini.
Sungai Mamberamo jadi habitat alami buaya. Suku Bauzi di Mamberamo Raya pun terkenal sebagai suku pemburu buaya & ular.
Bagi mereka, daging buaya & ular adalah makanan terbaik di dunia. Rasanya sangat lezat, lembut & gurih. Daging buaya & ular ini biasanya dimasak dengan cara dipanggang di atas perapian, kemudian dimakan bersama sagu, bakaran pisang atau sukun.
Secara tradisional, dalam berburu buaya, pria Bauzi akan merajut & menjalin tali yg terbuat dari serat pohon melinjo yg terkenal kuat. Tali ini dibuat seperti tali laso.
Setelah tali siap, mereka lalu berperahu ke bagian sungai yg diperkirakan jadi sarang buaya. Hal ini biasanya dilakukan pada siang hari, tepat mentari berada di atas kepala.
PriaBauzi kemudian akan berenang di permukaan sungai. Sambil membawa beberapa utas tali, ia akan mencari bayangan seekor buaya di dasar sungai.
Jika terlihat seekor buaya, maka dengan hati-hati, ia menyelam & mendekati buaya dari belakang. Kemudian ia akan berenang ke arah kepala buaya untuk memastikan apakah matanya terbuka atau tertutup.
Jika mata buaya terbuka maka ia akan mundur secepatnya, berarti itu bahaya. Namun kalau mata buaya tertutup, dengan secepat mungkin, ia akan melingkarkan seutas tali di moncong buaya & tali lainnya di kedua kaki depan buaya.
Kemudian ujung-ujung tali diserahkan ke pemburu lainnya yg sudah menunggu di tepi sungai. Beramai-ramai mereka akan menarik buaya itu ke darat & membunuhnya.
Suku Bauzi memanfaatkan seluruh bagian buaya hasil buruan. Daging buayanya dimakan, kulitnya dijual & giginya dipakai sebagai hiasan.
PriaBauzi kemudian akan berenang di permukaan sungai. Sambil membawa beberapa utas tali, ia akan mencari bayangan seekor buaya di dasar sungai.
Jika terlihat seekor buaya, maka dengan hati-hati, ia menyelam & mendekati buaya dari belakang. Kemudian ia akan berenang ke arah kepala buaya untuk memastikan apakah matanya terbuka atau tertutup.
Jika mata buaya terbuka maka ia akan mundur secepatnya, berarti itu bahaya. Namun kalau mata buaya tertutup, dengan secepat mungkin, ia akan melingkarkan seutas tali di moncong buaya & tali lainnya di kedua kaki depan buaya.
Kemudian ujung-ujung tali diserahkan ke pemburu lainnya yg sudah menunggu di tepi sungai. Beramai-ramai mereka akan menarik buaya itu ke darat & membunuhnya.
Suku Bauzi memanfaatkan seluruh bagian buaya hasil buruan. Daging buayanya dimakan, kulitnya dijual & giginya dipakai sebagai hiasan.
Wah... Indonesia keren ... kaya kan kenekaragaman suku & budaya