Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Polisi dituding lalai dalam melakukan pengamanan dalam aksi unjuk rasa massa pendukung pemekaran provinsi Tapanuli yang mengakibatkan Ketua DPRD Sumatera Utara Aziz Angkat meninggal dunia.
Meski demikian Mabes Polri belum menentukan langkah terkait adanya dugaan kesalahan penanganan pada aksi unjuk rasa tersebut dengan mencopot Kapolda Sumatera Utara.
"Nanti kami tunggu laporannya dari Polda Sumatera Utara," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
Abubakar membenarkan Aziz Angkat sebelumnya berada di tengah-tengah massa dan tiba-tiba pingsan di tengah kerumunan dan meninggal saat di dalam perjalanan.
Selain itu dia juga menuturkan bahwa massa tersebut telah memiliki izin untuk berdemo dan kenyatanya di lapangan massa yang mengikuti aksi kurang dari jumlah yang dilaporkan kepada pihak polisi."Izinnya massa berjumlah 10 ribu orang," katanya.
mungkin aja serangan jantung mendadak tepar... tapi tv bilank ada bekas memar2 gituh.
bisa aja abis tepar trus ke injek2 ato ada yg mencari kesampitan dalam kesempatan /heh
iseng ikut nonjok... kasian juga padahal baru 2bulan dari ketua DPRD....
hoammm
JAKARTA - Pascainsiden unjuk rasa anarkis di Medan yang mengakibatkan Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Azis Angkat meninggal dunia, pemerintah akan segera mencopot Kapolda Sumatera Utara Irjen Nana Soekarna dan Kapoltabes Medan AKBP Drs Aton Suhartono.
Hal tersebut diungkapkan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri di Istana Negara, Jakarta.
"Mengenai internal, kami telah turunkan Irwasum dan beberapa Pati dan sudah ada laporan. Kesimpulannya ada kelalaian dan ada prosedur yang tidak dilakukan aparat di lokasi secara profesional. Oleh karenanya nanti ada penggantian dalam waktu dekat yaitu Kapolda dan Kapoltabes. Tindakan ini kami lakukan bukan karena ada tekanan dari publik tapi karena profesionalitas dan objektivitas," paparnya, Jumat (6/2/2009).
Mengenai nama pengganti kapolda dan kapoltabes, dia masih enggan menjawabnya.