666
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 19114
- Sejak
- 19 Jul 2007
- Pesan
- 2.522
- Nilai reaksi
- 67
- Poin
- 48
Ketua DPR: Provokasi Malaysia Semakin Tinggi
Kamis, 14 Februari 2008 | 11:26 WIB
JAKARTA, KAMIS- Ketua DPR Agung Laksono menilai provokasi Malaysia semakin tinggi, terkait dengan rekruitmen pemuda Indonesia di wilayah perbatasan masuk ke milisi Askar Wataniah.
Kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Kamis (14/2) pagi, Agung menilai langkah Malaysia itu bisa mengadu-domba anak bangsa. "Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah diplomatik," tegas Agung.
Seperti diberitakan, Malaysia merekrut pemuda Indonesia di wilayah perbatasan masuk ke milisi Askar Wataniah. Milisi ini untuk memperkuat dua brigade tentara Malaysia yang menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Menurut rencana, hingga 2010 bakal direkrut 40 ribu orang. Malaysia membayar seorang Askar Wataniah sekitar Rp 2-3 juta per bulan.
Menurut Agung, Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan diharapkan menyelesaikan persoalan ini secepatnya. Rekruitmen warga Indonesia ke paramiliter bentukan Malaysia tidak sama dengan soal pengiriman tenaga kerja Indonesia lainnya.
Karena milisi Askar Wataniah juga untuk menjaga wilayah perbatasan, soal tersebut sudah masuk ke wilayah sistem pertahanan nasional sehingga sudah semestinya Departemen Pertahanan juga turun tangan. Pemerintah juga harus terus memantau wilayah perbatasan. Selain itu, perkembangan ekonomi dan pembangunan di wilayah perbatasan juga harus dikembangkan. (DIK)
Jadi malaysia pake......wni lawan wni.....alias cukup keluar uang buat wni lawan wni.....BTW, yang direkut itu rata2x pribumi-loh....jadi masih nasionalis kah mereka? ternyata nasionalisme itu bukan tergantung ras........tapi perut ya?
Berita Terkait:
taken from : http://www.kompas.com/read.php?cnt=....l=1&mn=1&idx=1
Quote:
Pemerintah Harus Tegas Sikapi Milisi Malaysia
Kamis, 14 Februari 2008 | 11:04 WIB
JAKARTA, KAMIS-Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, DI Yogyakarta) menolak keras langkah Malaysia yang merekrut pemuda Indonesia di wilayah perbatasan menjadi anggota paramiliter Askar Wataniah.
Kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Kamis (14/2) pagi, Soetardjo menilai langkah Malaysia merongrong kedaulatan Indonesia. Seperti diberitakan, Malaysia merekrut pemuda Indonesia di wilayah perbatasan masuk ke milisi Askar Wataniah. Milisi ini untuk memperkuat dua brigade tentara Malaysia yang menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan.
Menurut rencana, hingga 2010 bakal direkrut 40 ribu orang. Malaysia membayar seorang Askar Wataniah sekitar Rp 2-3 juta per bulan. Bagi Soetardjo, pemerintah mesti bertindak tegas. "Mereka yang masih bersedia bergabung ke milisi bentukan Malaysia bukan lagi warga negara Indonesia. Ditangkap saja. Bekas Kapolri saja ditangkap," kata Soetardjo.
Namun Soetardjo juga mengingatkan agar pemerintah juga mengutamakan pembangunan wilayah perbatasan. Ketimpangan wilayah perbatasan kadang kala memicu rakyat di perbatasan merasa bukan orang Indonesia. (DIK)
Kamis, 14 Februari 2008 | 11:26 WIB
JAKARTA, KAMIS- Ketua DPR Agung Laksono menilai provokasi Malaysia semakin tinggi, terkait dengan rekruitmen pemuda Indonesia di wilayah perbatasan masuk ke milisi Askar Wataniah.
Kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Kamis (14/2) pagi, Agung menilai langkah Malaysia itu bisa mengadu-domba anak bangsa. "Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah diplomatik," tegas Agung.
Seperti diberitakan, Malaysia merekrut pemuda Indonesia di wilayah perbatasan masuk ke milisi Askar Wataniah. Milisi ini untuk memperkuat dua brigade tentara Malaysia yang menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Menurut rencana, hingga 2010 bakal direkrut 40 ribu orang. Malaysia membayar seorang Askar Wataniah sekitar Rp 2-3 juta per bulan.
Menurut Agung, Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan diharapkan menyelesaikan persoalan ini secepatnya. Rekruitmen warga Indonesia ke paramiliter bentukan Malaysia tidak sama dengan soal pengiriman tenaga kerja Indonesia lainnya.
Karena milisi Askar Wataniah juga untuk menjaga wilayah perbatasan, soal tersebut sudah masuk ke wilayah sistem pertahanan nasional sehingga sudah semestinya Departemen Pertahanan juga turun tangan. Pemerintah juga harus terus memantau wilayah perbatasan. Selain itu, perkembangan ekonomi dan pembangunan di wilayah perbatasan juga harus dikembangkan. (DIK)
Jadi malaysia pake......wni lawan wni.....alias cukup keluar uang buat wni lawan wni.....BTW, yang direkut itu rata2x pribumi-loh....jadi masih nasionalis kah mereka? ternyata nasionalisme itu bukan tergantung ras........tapi perut ya?
Berita Terkait:
taken from : http://www.kompas.com/read.php?cnt=....l=1&mn=1&idx=1
Quote:
Pemerintah Harus Tegas Sikapi Milisi Malaysia
Kamis, 14 Februari 2008 | 11:04 WIB
JAKARTA, KAMIS-Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, DI Yogyakarta) menolak keras langkah Malaysia yang merekrut pemuda Indonesia di wilayah perbatasan menjadi anggota paramiliter Askar Wataniah.
Kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Kamis (14/2) pagi, Soetardjo menilai langkah Malaysia merongrong kedaulatan Indonesia. Seperti diberitakan, Malaysia merekrut pemuda Indonesia di wilayah perbatasan masuk ke milisi Askar Wataniah. Milisi ini untuk memperkuat dua brigade tentara Malaysia yang menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan.
Menurut rencana, hingga 2010 bakal direkrut 40 ribu orang. Malaysia membayar seorang Askar Wataniah sekitar Rp 2-3 juta per bulan. Bagi Soetardjo, pemerintah mesti bertindak tegas. "Mereka yang masih bersedia bergabung ke milisi bentukan Malaysia bukan lagi warga negara Indonesia. Ditangkap saja. Bekas Kapolri saja ditangkap," kata Soetardjo.
Namun Soetardjo juga mengingatkan agar pemerintah juga mengutamakan pembangunan wilayah perbatasan. Ketimpangan wilayah perbatasan kadang kala memicu rakyat di perbatasan merasa bukan orang Indonesia. (DIK)