yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Banyaknya trotoar di Jakarta tak berarti selalu berguna sesuai dengan fungsinya. Seperti halnya di salah satu titik kemacetan Jakarta Pusat, yakni Jalan Jenderal Sudirman. Bila pagi hari melintas di jalan itu, tak terbayang kemacetan yang terjadi.
Situasi itu membuat para pengendara tak sabar untuk saling mendahului. Tak ayal, trotoar pun menjadi sasaran pengendara motor melawan kemacetan.
Dari depan gerbang Gelora Bung Karno di Jalan Jenderal Sudirman, para pengendara motor sudah mengetahui celah menaikkan motor mereka. Ada tepi trotoar yang konbloknya lebih rendah dari konblok lain. Itu dimanfaatkan pengendara motor untuk menaiki motor mereka.
Pengendara sepeda motor langsung mempercepat laju kendaraannya begitu berada di trotoar, sedangkan pengendara di badan jalan justru terhenti.
Para pengendara motor yang telah hafal dengan trotoar itu menurunkan motor mereka sebelum tiang pegangan pejalan kaki di atas trotoar itu.
Namun pengendara yang belum tahu, mereka 'bablas' sampai di ujung trotoar atau pintu gerbang lain GBK, Istora, dan JCC yang tak jauh dari tangga halte Transjakarta Polda.
Yang tidak mereka ketahui, tepat di depan gerbang itu berdiri dua orang polisi. Kepolisian lalu lintas ini siap memberi tilang kepada para pengendara yang melanggar.
"Waduh Pak maaf saya buru-buru," kata pengendara itu kepada polisi.
Tanpa ragu polisi mengeluarkan satu berkas catatan dan menuliskan identitas pengendara serta motornya.
Polisi yang lain sibuk mengatur lalu lintas seperti bus berhenti sembarangan sehingga membuat kemacetan kian mengular.
Sementara pengendara lain di belakang pengendara yang kena tilang, mereka sibuk memundurkan motor. Ada pula yang mengalami kesulitan mengeluarkan motor dari trotoar karena ada sebatang besi pemisah di tengahnya.
Meskipun mengalami sama-sama panik, para pengendara justru saling membantu mengeluarkan motor dari trotoar selebar sekitar 1,5 meter itu. Setelah berhasil keluar dari trotoar, motor kembali ke jalan raya.
Pejalan kaki mengeluh
Aksi pengendara sepeda motor yang "menguasai" trotoar itu membuat sejumlah pejalan kaki mengeluh. Mereka merasa tidak nyaman dengan keberadaan motor di atas trotoar.
"Jelas tidak enak. Kami jalan di jalur yang benar. Mereka seenaknya naik," kata Vania (26) pekerja di salah satu bunk.
"Itu dia saya juga bingung. Emang mereka maksudnya sama kayak kita. Sama mau sampai cepat, tapi salah cara," ujar Taufik (28), seorang karyawan di perusahaan desain.
"Jalan kita minggir-minggir. Jadi dekat tembok. Padahal trotoar ini luas. Malu sama bule yang suka lewat, masa Jakarta jadi contoh kayak gini," ungkap pejalan kaki lain, Abel.
Kondisi ini memang terlihat saat para pejalan kaki harus menepi ke dekat pagar Senayan itu. Mereka terpaksa berjalan di bawah tangga jembatan penyeberangan halte Transjakarta.
Sesekali tanpa sadar para pejalan kaki ini berjalan dekat motor. Para pengendara motor yang cukup mahir pun mampu 'ngeles' dari orang pejalan kaki.
Ini juga menjadi ketakutan tersendiri bagi pejalan kaki. "Wajar bila mereka suka 'ngeles' belokan mereka kan sering di jalan. Kalau kita yang jalan kaki ambil lurus aja," kata Abel.
"Coba mereka jadi kita. Pasti takut kena tabrak. Sejago apapun mereka gaya di motor, ya, siapa tahu tiba-tiba kena. Kalau gitu memang mereka (pengendara) motor mau tanggung jawab," tambah Dara, teman Abel.
Harapan bagi pemerintah baru
Meski mengaku resah setiap harinya saat menggunakan trotoar jalan, segudang harapan untuk pemerintahan baru pun mereka utarakan. Mereka ingin semua fasilitas dikembalikan sesuai dengan fungsinya.
"Jokowi kan baru dilantik sudah ada juga menterinya. Tidak ada salahnya memperhatikan hal kecil seperti trotoar ini. Itu juga buat buktikan pemerintahan mereka lebih maju," kata Dara.
"Kalau saya mau bilang untuk Jakarta aja. Pemerintahan nanti yang dipegang Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) bisa perbaiki ini semua," ucap Hasyif (24).
"Intinya semua yang terbaik buat Jakarta kita dukung. Perubahan terus tambahan buat transportasi masyarakat juga secepatnya deh biar yang macam trotoar bisa kepakai benar-benar," tutur teman Hasyif, Elsa.