• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ketika semua umat beragama saling beradu argumen dan pendapat

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
2733248042_7465c50153.jpg



Kenapa saya angkat tema ini pada artikel saya kali ini? Ya, karena memang sekarang ini kerukunan umat beragama sedang diuji kesetiaanya dengan banyaknya konflik antar umat beragama, baik di Indonesia, maupun di dunia. Banyak kasus kriminal mengangkat tameng dari semua kesalahan mereka, yaitu agama. Mereka menamakan diri mereka atas nama agama dalam berperang antar umat manusia. Banyak juga yang menghina umat agama lain. Karena kebutaan mereka, mereka menghina umat agama lain, menginjak-injak harkat dan martabat agama yang orang lain itu peluk. Sehingga timbullah perpecahan di antara umat beragama.

Kenapa sih ini semua terjadi ? simpel saja sebenarnya. Mereka berpikir satu hal bahwa agama mereka lebih baik. Mereka termakan ajaran-ajaran dari agama mereka masing-masing, tanpa mencernanya lebih lanjut. Mereka hanya mengiyakan semua kata-kata dari masing-masing kitab suci mereka masing-masing, mereka berkata “ Ini kan kata-kata Tuhan. Ia pasti tidak salah.” Atau “ini kan Dharma yang Sang Buddha ajarkan. Pasti Sang Buddha tidak salah dong!” Benar. Itu semua benar. Bahkan saya acungi sepasang jempol saya untuk itu semua. Tuhan, itu tidak pernah salah. Sang Buddha sendiri juga tidak salah. Ia adalah Guru Dharma yang selalu terjaga semua ucapannya, dan Ia tidak akan mengucapkan sesuatu yang salah tentang Dharma.

Sebenarnya, kita semua harus tahu. Bahwa Dhamma yang sesungguhnya, tidak hanya diterima secara mentah-mentah, tanpa penjelasan yang jelas. Sang Buddha sendiri mengatakan bahwa “Ia harus meneliti apapun yang dijelaskan, baik dari kitab suci, baik itu dari guru agamanya sendiri.” (kurang lebih itulah intinya -red). Jadi, ketika kita mendengar sebuah tuntutan dari sebuah kitab suci, ataupun dari seorang guru agama, kita harus menganalisanya secara mendalam. Karena semuanya, ajaran yang benar, adalah ajaran dimana kita sendiri yang meyakini ajaran itu benar.

Tuhan jahat?? Ha! Anda salah besar. Justru ketika anda melihat suatu tuntutan dari sebuah kitab suci, sebetulnya anda yang sedang dikuasai oleh Mara, yang menyumbat telinga dan hati anda dari kata-kata Tuhan yang Maha sempurna. Anda justru menjatuhkan pemeluk agama lain dengan interpretasi anda sendiri yang dangkal, Anda berpikir bahwa agama si A itu agama pembunuh, atau agama si B itu berhala banget, patung semua disembah. Anda harus melihat ke dalam diri anda sendiri. Anda sebenarnya yang menyembah berhala, karena Anda ‘menyembah’ dan meyakini pendapat Anda yang salah, dan mematrikan kesalahan itu di dalam diri Anda, sehingga diri Anda menjadi buta, dan anda justru semakin dekat dengan alam penderitaan yang menyakitkan.

Marilah kita semua. Kali ini saya tidak menyuruh Anda semua untuk berdoa. Saya hanya meminta bahwa, tolong, mengacalah pada diri sendiri. Sadari, dan resapi, bahwa Dhamma yang benar sesungguhnya adalah Dhamma olahan kita. Karena Dhamma harusnya diresapi di dalam diri kita. Bukan kita terima mentah-mentah.
 
nice posting....

Sadar ga, kalo kita udah melakukan hal itu, saling beradu argumen dan pendapat?

wah, masih banyak "PR" yang harus dikerjakan nih...

jadi? mari melatih diri dan belajar memperbaiki kesalahan2 yang sudah diperbuat.
 
setiap umat pasti suka beradu pendapat dengan umat umat di agama lain.
tapi sebenarnya sih.. ga usah menjelek jelekkan agama lain. kalo mereka ngatain agama kita , biarkan saja dia toh yg kena karma nya ... ^_^
 
@Lomx
Terima kasih sudah menunjukkan/menuliskan pendapat anda.

Saya sendiri beranggapan, masalah lintas agama ini jauh lebih pelik dari ejek mengejek atau hina menghina atau debat mendebat. Karma bakal diterima sendiri, itu sudah menjadi kebenaran mutlak.

Threat ini sendiri bertujuan mengajak kita semua selaku umat Buddha agar bisa menciptakan toleransi antar umat beragama tanpa harus ada usaha untuk 'memirip-miripkan' atau 'mencampuradukkan' beberapa agama. Cukup hanya dengan menyadari perbedaan keyakinan, bahwa anda memilih A dan saya memilih B. Menyadari kita adalah manusia merdeka. Yang paling tidak, kebebasan kita memeluk agama dijamin oleh konstitusi negara ini.

Namun terkadang semangat dari bhineka tunggal ika, toleransi antar umat beragama, bisa diartikan lain, dengan misalnya menyatukan beberapa kemiripan sehingga seakan-akan dua kepercayaan yang berbeda sebenarnya sama saja. Ini agak ambiguitas saya rasa. Bila kita di doktrin terus tentang misal, 'semua agama sama saja, hanya caranya yang berbeda' maka kita akan terbuai pada kesamaan semu.

Ide dari tulisan sendiri, adalah bagaimana menghormati kepercayaan yang beda dengan kita. Dalam hal ini semua kepercayaan di muka bumi yang non Buddhis sesuai dengan pengakuan Sangha.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.