Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi kaum atau kelompok 'mending-mending' biasanya akan berpikir....
"Untuk apa menghabiskan uang ratusan juta hingga milyaran rupiah cuma buat nyalon kepala desa? Itupun belum tentu menang"
"Mendingan duitnya dipake buat beli mobil Esemka, motor Ngenmex atau usaha"
Rame-Rame Nyalon Kades
Ada keunikan tersendiri kalau membahas soal pemilihan kepala desa di Indonesia. Apalagi di daerah-daerah tertentu yg selama ini memang diketahui ketat & 'panas'.
Sejak bulan Juli 2021, di banyak wilayah sedang diselenggarakan pilkades serentak (walau banyak juga yg waktunya terus diundur karena pandemik).
Khususnya di pulau Jawa, pilkades sangat identik dengan pesta rakyat hingga adu kekuatan uang & ilmu hitam. Banyak calon kepala desa yg rela menghabiskan uangnya hingga milyaran rupiah demi jadi seorang kepala desa.
Lalu apa istimewanya jadi kepada desa? Apa enaknya jadi kades? Hingga rela mengerjakan sesuatu yg mungkin dianggap konyol oleh beberapa orang
Ada beberapa alasan kenapa orang berbondong bondong mendaftarkan dirinya untuk nyalon sebagai kades. Berikut ini adalah beberapa alasannya :
1. Ingin Merubah Keadaan Desa
Walau terdengar klise, sebetulnya alasan ini memang biasa saja. Malah beberapa akbar masyarakat mengatakan bahwa itu semua cuma modus & basi
2. Tergiur DD (danang Desa) & ADD (Alokasi danang Desa)
Sejak dikucurkannya bantuan danang Desa dari pemerintah pusat yg nilainya dapat 1 milyar lebih menciptakan antusiasme warga untuk mencalonkan diri jadi kades sangat besar. Salah satu faktornya karena tergiur oleh DD & ADD.
Padahal sudah banyak kepala atau mantan kepala desa yg dibui gara gara korupsi danang Desa....
3. Gengsi & Harga Diri
Bagi beberapa orang di wilayah tertentu jadi kades adalah kebanggaan yg sangat luar biasa. Dan untuk meraih posisi tersebut memang dibutuhkan pengorbanan yg tak sedikit.
Pengalaman 'Gila' Tentang Pilkades
Saya punya pengalaman langsung terkait dengan proses pemilihan kepala desa di beberapa daerah di pulau Jawa. Seperti di wilayah Kresidenan III Cirebon, Kuningan, Indramayu & Majalengka. Hingga beberapa kabupaten di provinsi Banten.
Saya mengamati betul bagaimana panasnya proses pencalonan hingga hari pencoblosan. Masing-masing calon dengan segala kekuatannya saling unjuk gigi. Mulai dari menyebar uang hingga pencitraan habis hadapatn.....
Makanya jangan kaget kalau banyak calon kepala desa yg dapat menghabiskan uang hingga 1 milyar lebih. Dan itu dianggap biasa saja.....
Dibanyak desa di wilayah Cirebon, Indramayu & Kab. Kuningan, pemilihan kepala desa sudah mirip seperti perang. 3 bulan sebelum pemilihan semua calon sudah siaga penuh. Mulai dari logistik, timses yg grasak grusuk, hingga menyiapkan punggawa anti ilmu hitam....
Lebih Gila dari Pilpres
Bentrokan antar pendukung cakades
Saya tidak tahu apakah fenomena pemilihan Pilkades semacam ini dapat disebut sebagai salah satu kearifan lokal? Jawabannya tentu saja dapat iya dapat tidak....
Bagi orang kota yg tidak memahami bagaimana kerasnya proses pilkades pasti akan berpikir "Gila nyalon kades aja sampe segila itu?"
Iya memang gila! Hasil pengamatan saya selama di lapangan, saya banyak menemukan hal-hal unik terkait dengan proses pilkades. Seperti berikut ini :
1. Membentuk Timses
Setiap calon kades akan menciptakan timses layaknya pemilihan anggota DPR hingga presiden. Tugas timses biasanya mengerjakan pengenalan kepada masyarakat calon pemilih
2. Rokok, Kopi, & Amplop Ratusan Juta
Selama berbulan-bulan seorang calon kades harus membiayai timses dengan rokok, kopi & uang lelah. Yang kalau diakumulasikan nilainya dapat mencapai ratusan juta rupiah
3. Menyewa 'Tuyul'
Tuyul? Iya tuyul! Tapi bukan tuyul seperti dalam cerita film yg kerjanya nyolong duit. Melainkan sebuah istilah atau mengatakan lain untuk menyebut regu survey bayaran.
Di Jawa Barat & Banten, istilah 'tuyul' ini sangat identik dengan pilkades. Seorang calon kepala desa yg memiliki danang lebih akan menyewa jasa 'tuyul' (tim survei bayaran) untuk menganalisis basis respon & perkiraan jumlah raihan suara.
Ada beberapa 'tuyul' yg terkenal di daerah Jawa Barat. sebut saja 'tuyul' asal Karawang & Cirebon.
4. Membentengi Rumah Calon Kades
Percaya atau tidak tetapi ini fakta. Bahwa di beberapa daerah di Indonesia (khususnya di pulau Jawa) masih banyak yg percaya bahwa sesama calon akan saling menyerang dengan ilmu hitam atau sejenisnya.
Menurut informasi yg saya terima, bahwa seorang calon kepala desa harus menjaga diri karena biasanya akan dikirimi guna-guna oleh calon kades lainnya.
Dan saya pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika salah satu rumah calon kades yg pintu rumahnya dilempari oleh banyak (maaf) tahi manusia.... Edan!
Saya, napelogini..............Terima kasih
Photo : Google & Dokpri
Referensi : klik