• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ketika natal menjadi sebuah Universal

locke cole

IndoForum Beginner A
No. Urut
13984
Sejak
10 Apr 2007
Pesan
1.460
Nilai reaksi
36
Poin
48
guys.. gw kok liat di film2 kyna klo diluar negeri Natal merupakan sebuah hal yang universal dan dirayain oleh semua org (kristen / non)
yg gw dgr 50% lebih penduduk amrik cm agama KTP doank, tp apapun agama mereka mereka merayakan natal kok.
di Amerika natal dikenal dengan semangat 'saling memberi', dgn santa claus sbg icon utama. jd bukanlah hal aneh klo ada org kristen / non mengucap met natal ke org yg non/kristen
klo di jepang lbh aneh lgi... agama mereka khan sebagian besar Shinto, tp mereka juga merayakan natal (pernah liat g klo di buku doraemon, nobita blg selamat natal ke org laen ? )
jd klo diluar negeri natal bisa menjadi sbuah hal yg universal knapa di indonesia g isa ??
apakah SARA di negeri kita ud parah bgt ><
gimana menurut luw ??
 
keliatannya aku juga turut merayakan idul fitri kok dulu dengan makan ketupat
kalo natal aku liat temen temenku yang non katholik kristen juga seneng seneng aja tuch
malahan dulu waktu SMA
kalo kamu mau tahu bahwa yang memimpin koor di gereja saat natal adalah orang islam
temenku dulu
henat kan
 
yaaaa yang jadi masalah kan prinsip hidup dari insan masing2,wong kita aja enjoy2 aja kalo ada waisak,idul fitri,DLL,,yaaa yang seperti itu yg harusnya diteladani masyarakat indonesia,toleransi umat beragama itu penting sekali biar ga jadi salah paham dan timbul provokasi antara insan yg satu dan yg lainnya,dan oleh karena itu kita harus bisa menghargai agama sesama kita seperti halnya menghargai agama kita,prinsip cintailah musuh mu dan sesamamu seperti kau mencintai dirimu sendiri kan harus diterapkan dalam berbagai hal!
 
hmmm kyna yg post disini blon pada ngerti maksud gw --'
maksud gw klo diluar negeri natal itu bukanlah hari raya agama, tp hari libur umum, seperti layaknya hari valentine, ato taon baru...
gimana menurut luw semua.. ??
 
ya kl menurut gw kesadaran dan cara berpikir mereka lebih maju dari pada negara kita....

mereka menganggap hal tersebut adalah saat yg tepat buat bersuka cita, saling membagi kesenangan, memberi hadiah atau sekedar ucapan tanpa memandang RAS....

nah kl di negara kita hal tersebut sulit untuk bisa terjadi karena menurut gw... :
1. pola pikir dari masyarakat kita masih tergolong rendah (bukan bodoh)
2. adanya fatwa dari MUI bahwa tidak boleh mengucapkan natal karena berarti meng-amin-i yesus.
3. karena kristiani di negara ini sangat minoritas jadi biarpun ada tidak terasa oleh kita


regard


TmPL
 
hmmm kyna yg post disini blon pada ngerti maksud gw --'
maksud gw klo diluar negeri natal itu bukanlah hari raya agama, tp hari libur umum, seperti layaknya hari valentine, ato taon baru...
gimana menurut luw semua.. ??

nahh... ini yang harus diwaspadai....

agama akan menjadi tidak berarti kalo ternyata paham humanisme menjadi lebih kuat...

yang terjadi di US atau negara-negara besar adalah pokoknya saya berbuat baik, tidak peduli saya beragama atau tidak... yang akhir nya menjadikan tempat ibadah menjadi sepi...

hal lain nya yaitu perayaan agama menjadi ajang komersialisme... perasaan dalam sejarah gereja tidak ada tradisi santa claus yang berpakaian merah dan mengendarai kereta kuda dan keharusan memakai pohon natal.. namun setiap natal sekarang bisa dilihat berapa banyak duit yang harus dihabiskan terutama di US untuk membeli ornamen natal...

di US, natal sebenar nya tidak identik dengan perayaan saling memberi. namun karena perayaan natal yang berdekatan dengan hari thanksgiving.. jadi sebenar nya hari thanksgiving sudah melebihi hari natal.. dan di jepang hari natal hanya menjadi hari libur nasional yang peuh dengan perayaan..

namun diatas semua itu.... makna natal yang sebenar nya pudar seiring dengan semua yang terjadi.. sekarang kita dapat bertanya... maukah natal di indonesia dirayakan sebagai hari libur biasa saja dengan menggantikan kabar gembira kedatangan Tuhan Yesus yang menyelamatkan dengan dongeng2 sinterklas dan hadiah2 nya????

mana yang kalian pilih??? natal bermakna atau natal hanya sebagai hari libur untuk bersenang-senang saja???

salam damai,
 
natal itu bukan kelairan jesus,tapi santa klaus..bahkan di kitab kita kelahiran jesus tidak dirinci secara dtil ...kapan tepatnya...hanya di gambarkan situasi dan keadaan saat itu..

dan yang pasti bukan musim dingin...
 
natal itu bukan kelairan jesus,tapi santa klaus..bahkan di kitab kita kelahiran jesus tidak dirinci secara dtil ...kapan tepatnya...hanya di gambarkan situasi dan keadaan saat itu..

dan yang pasti bukan musim dingin...

terlepas dari segala perdebatan tentang tanggal kelahiran Tuhan Yesus yang pasti, saya rasa makna natal yang sebenar nya bagi umat Kristen adalah suatu peristiwa dimana Yesus yang menjadi bukti nyata kasih Allah Bapa kepada kita yang rela menjadi manusia dan wafat bagi dosa-dosa kita.

memang kalau dibilang kapan hari lahir Yesus yang sebenar nya?? saya rasa tidak ada yang berani memberikan jawaban 100% mengenai tanggal nya... yang ada saat ini adalah suatu perkiraan..

memang pemilihan tanggal 25 desember berasal dari Gereja untuk menggantikan hari kelahiran dewa matahari pada jaman itu.. Gereja memperkenalkan ajaran Kristen dan melihat tidak ada salah nya menggantikan hari tersebut sebagai suatu hari dimana umat Kristen bisa mengenang kembali karya Keselamatan terbesar dalam sejarah umat manusia yaitu kelahiran Yesus yang adalah fajar harapan baru bagi umat Kristen.

dalam GK ada yang disebut Kalender liturgi yang telah disusun secara baik dengan menghadirkan 2 perayaan besar di dalam nya. 2 perayaan iman yang kita rayakan bersama sebagai bentuk kasih Allah kepada umat Nya. kalender liturgi selalu dimulai dengan 4 minggu persiapan menantikan kedatangan Tuhan Yesus..

in my humble opinion, Gereja tidak ingin kita terlalu fokus kepada tanggal berapa sebenar nya Tuhan Yesus dilahirkan, tetapi justru makna natal tersebut yang harus kita rayakan sebagai suatu pengalaman iman. kalaupun nanti nya ada seseorang dengan bukti yang cukup berani mengatakan dengan pasti akan tanggal Yesus dilahirkan, pasti Gereja akan berpikir untuk merubah hari natal... tetapi untuk saat ini kalender liturgi sudah disusun dengan perputaran yang sungguh baik sehingga setiap hari jikalau kita mengikuti perputaran kalender liturgi tersebut, kita juga akan merasakan seperti kita mengikuti perjalanan hidup Yesus dari peristiwa kelahiran sampai kematian dan kebangkitan Nya.

Dalam Gereja juga kita hanya mengenal st. nicholas (santo nikolaus) yaitu seorang uskup dalam jubah uskup nya yang dirayakan oleh Gereja pada tanggal 6 Desember, bukan image seorang tua yang hidup di kutub utara dengan baju merah dan mengendarai kereta yang ditarik oleh rusa. Image uskup Nicholas dirubah oleh orang belanda menjadi seseorang yang berjubah hijau dan didampingi oleh seorang pengawal, piet hitam... kemudian image ini diubah kembali oleh Coca Cola di USA menjadi seorang tua gembul yang berjubah merah seperti warna trademark nya Coca Cola..


salam damai,
 
@medy aja
natal itu bukan kelairan jesus,tapi santa klaus..bahkan di kitab kita kelahiran jesus tidak dirinci secara dtil ...kapan tepatnya...hanya di gambarkan situasi dan keadaan saat itu..

dan yang pasti bukan musim dingin...
Memang benar, namun tanggal 25 Desember sudah ditetapkan melalui penghitungan berdasarkan tanggal kematian Yesus. Nanti kalau sempat akan saya jelaskan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.