• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ketika Istrimu Selingkuh

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
2588305_20240304070145.jpg

Ketika Istrimu Selingkuh
Oleh:Anna Jameela

Wanita adalah sosok lembut yg Allah ciptakan sebagai fitrahnya. Namun, bukan berarti wanita lemah serta tidak pernah mengerjakan perbuatan salah seperti yg dilakukan oleh lelaki. Dalam rumah tangga, lelaki adalah pemimpin. Kewajiban memberi nafkah lahir batin adalah tugas utama lelaki, khususnya suami. Nafkah lahir batin mencakup banyak ranah, salah satunya kasih sayang. Banyak kasus rumah tangga berantakan cuma karena masalah yg satu ini.

Jika dalam artikel sebelumnya saya menulis artikel berjudul, Ketika Suamimu Selingkuh. Maka kali ini saya harap sedikit mengulas & membuka sekelumit tabir alasan wanita (istri) selingkuh. Tentunya setelah melihat banyak kejadian hancurnya rumah tangga akibat seorang istri mengkhianati suaminya.

Seperti salah satu kasus, yg baru saja saya temui. Sebuah rumah tangga yg sudah dibangun selama dua belas tahun, kandas di tengah jalan disebabkan istrinya ketahuan selingkuh. Di saat proses perceraian sedang berjalan, wanita dalam kasus ini silaturahim ke rumah. Tanpa diminta, beliau menceritakan sendiri kronologis kejadian & apa penyebab ia berani mengerjakan hal itu.

Sembari berurai airmata, ia memulai cerita, Mbak, saya tahu pasti di sini saya jadi bahan omongan, bagiku nggak papa, Mbak. Orang lain tidak mengerti masalah rumah tanggaku. Aku yg lebih tahu. Aku sakit hati sama suamiku. Sudah sering saya melihat SMS mesra dia dengan wanita lain, setiap kutanya, SMS orang nyasar, katanya, Mbak. Sejak anak kedua kami lahir hingga saat ini, dia tidak menafkahiku secara batin. Sudah tiga tahun dia nggak pernah menyentuhku sama sekali. Di rumah, saya diacuhkannya. Uang belanjaku dibatasinya. Kalau ditegur, dia diam & marah.

Jadi itu alasan Mbak selingkuh?

Ya! Aku sakit hati, Mbak. Merasa tidak dihargai. Aku juga butuh kasih sayang, saya juga butuh seks, saya juga berharap dimanja. Dia sudah berubah, nggak seperti dulu lagi.

Saya mencoba bertanya, Dimana kenal sama selingkuhanmu, Mbak?

Saat rumah tanggaku bermasalah. Mantan pacarku SMS, katanya dapat nomor dari teman sekolahku dulu. Kami janjian ketemu, ternyata dia tinggal nggak jauh dari rumah kami yg lama. Dari situlah awalnya. Aku berjumpa dengan mantan pacarku & menceritakan semua masalahku.

Mbak menyesal tidak sekarang, setelah mengerjakan hal tersebut?

Nggak. Mungkin begini sudah jalannya. Toh, pacarku ini lebih sayang sama saya ketimbang suamiku.

Ya, tetapi saranku, Mbak harus tetap minta maaf kepada suami, biar bagaimanapun juga, terlepas Mbak mengerjakan ini disebabkan karena suami atau tidak, hal tersebut tidak baik, Mbak. Aku mengerti perasaan Mbak. Sekarang kan kalian sudah berpisah, Mbak juga rugi, anak-anak Mbak kasihan jadi korban, & Mbak tetap punya tanggungjawab dosa kepada Allah.

Iya, Mbak. Aku tahu. Aku sudah taubat.

Itulah, sekelumit percakapanku dengan salah satu wanita yg selingkuh bermotif dendam. Kurang kasih sayang, tidak terpenuhi hak batinnya, serta merasa tidak dihargai sebagai istri, adalah salah satu faktor pemicu seorang istri berselingkuh.

Suami, adalah sosok yg Allah kirim untuk menjaga wanitanya. Tidak cuma sebatas menjaga secara lahiriah, namun juga secara batiniah. Jika pada artikel sebelumnya saya menyebut bahwa suami adalah sosok manja, butuh perhatian, serta kasih sayang dari wanitanya. Pun sebaliknya istri. Apalagi wanita (istri) sudah jelas-jelas diisyaratkan Nabi SAW seperti tulang rusuk yg bengkok. Sudah sepatutnya ia punya hak dijaga, dirawat & diperhatikan.

Kasih sayang dalam rumah tangga haruslah seimbang. Tidak semestinya seorang suami meminta perhatian, dilayani dengan baik, tetapi lupa pada kewajiban, serta lupa memenuhi hak-hak istrinya.

Ada tipe suami yg dengan memberi nafkah saja dirasa cukup. Tak perlu merayu, tak perlu menggoda istrinya, bahkan merasa tak perlu memanjakan istrinya dengan quality time. Yang penting kan sudah memberi nafkah, mencukupi keperluan di rumah, itu sudah bukti sayang & cukup. Suami semacam ini barangkali lupa, bahwa di luar sana banyak sekali lelaki yg siap kapan saja memberi perhatian lebih pada istrinya apabila hal tersebut tak sanggup sang suami lakukan.

Banyak yg lelaki lupakan dari wanitanya. Yakni menjaga. Menjaga perasaan istri, menghargai pengorbanannya, memuji serta merayunya mengingat sifat dasar wanita yg lebih bermain perasaan daripada logika. Kalau seorang istri mendapatkan kebutuhan itu di dalam rumahnya sendiri, insya Allah istri akan sering loyal kepada suaminya.

Bagi seorang istri, pengabdian setelah menikah itu nomor satu. Diajak berjuang bersama pun mereka mau, asalkan sang suami memperlakukannya bak ratu. Ini memang tidak mutlak, tetapi sangat penting untuk direnungkan oleh para lelaki. Tak ada asap kalau tak ada api. Itu peribahasa paling lugas & gampang dicerna.

Istri selingkuh 14% persen dari faktor suami. Ini hasil survey yg sangat akurat. Bahkan rata-rata saat ditanya jawabannya sama seperti wanita yg pada kasus di atas. Hasil survey juga menyatakan bahwa istri yg selingkuh diakibatkan masalah finansial lebih sedikit daripada yg kurang perhatian & kasih sayang. Itu berarti, hak batin lebih utama daripada sekedar nafkah berupa materi.

Kelak, di yaumul hisab, suami adalah orang yg perdana kali ditanya, Mengapa istrimu dapat hingga berbuat demikian? Bukankah tugas menjaga istri itu adalah tugas suami?

Sangat ganjil apabila seorang istri yg penuh kasih sayang, perhatian, & kebaikan-kebaikan sang suami, tiba-tiba selingkuh tanpa sebab. Pemimpin lah yg semestinya sanggup mengayomi istri serta membawa rumah tangganya jadi lebih baik lagi. Seandainya para suami sadar hal ini, tentu mereka akan menjaga istri-istri mereka supaya tidak berbuat sesuatu yg jelas-jelas dilarang oleh Allah.

Istri itu tergantung bagaimana suaminya memperlakukannya. Banyak sekali istri yg diam menahan perasaan sendirian akibat ulah suaminya yg peduli & tidak memedulikan sama sekali. Para suami harus sadar bahwa hal ini sangat menyakiti sang istri. Kasih sayang dalam rumah tangga harus senantiasa dipupuk dijaga & dibina.

Mengapa banyak para suami yg terkejut ketika mendapati istrinya selingkuh? Intropeksi diri adalah hal paling utama yg harus suami lakukan apabila hal tersebut terjadi. Mengapa? Apa penyebabnya?

Ironisnya, ketika seorang suami mendapati istrinya bersama laki-laki lain, seketika itu juga ia menceraikan istrinya. Perceraian adalah jalan terakhir apabila ketika diberi peringatan sang istri tidak juga mau berubah. Suami wajib marah & cemburu manakala mendapati istrinya terindikasi selingkuh. Namun apakah tidak lebih bijak kalau kedua belah pihak juga saling introspeksi diri masing-masing. Tidak terburu-buru saling menyalahkan, karena itu bukan sikap orang dewasa.


Asadullah Al Faruq, penulis buku Ketika Keluarga Tak Seindah Surga, menuturkan bahwa seorang istri memiliki hak atas suaminya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, Dan mereka (istri-istrimu) mempunyai hak atasmu. Hadits tersebut dikeluarkan oleh At Tirmidzi & ia menshahihkan. Di antara hak istri (yang tentu jadi kewajiban suami) adalah memberikan kasih sayang, perhatian atau pergaulan yg baik, sebagaimana Allah berfirman, Dan bergaullah dengan mereka secara patut. (QS An Nisa : 19)


Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini, Bertutur sapa dengan baiklah kalian kepada mereka, & berlakulah dengan baik dalam semua perbuatan & penampilan kalian kepada mereka dalam batas yg sesuai dengan kemampuan kalian. Dengan demikian, memberi kasih sayang & perhatian merupakan kewajiban yg apabila dilalaikan oleh suami, maka ia berdosa. Karena Allah berfirman, Dan para wanita mempunyai hak yg seimbang dengan kewajibanmu menurut cara yg maruf. (QS. Al Baqarah : 228)



Rasulullah SAW bersabda, Orang mukmin yg paling sempurna imannya adalah yg paling baik akhlaknya & paling kasih sayang kepada istrinya. (HR Ahmad & Tirmidzi).



Jika suami tidak memberi kasih sayang, perhatian atau perlakuan yg baik kepada istri, maka ia berdosa. Banyak sekali dalil-dalil yg memerintahkan suami supaya bertakwa kepada Allah dalam memenuhi hak istri & tidak boleh mengurangi hak-haknya kecuali yg dibenarkan menurut syariat. Demikian dihinggakan oleh Syaikh Shalih Al Fauzan dalam Kitabul Muntaqa Syaikh Fauzan, 3/244.



Demikian sedikit kutipan dari penuturan Asadullah Al Faruq, penulis buku-buku munakahat, keluarga sakinah & Islamic Parenthing. Penuturan tersebut menjelaskan betapa pentingnya seorang suami memenuhi hak kasih sayang kepada istrinya. Pemaparan di atas sudah sangat jelas, betapa sesuatu yg tampak kecil & sering diabaikan oleh suami kepada istrinya, ternyata merupakan dosa akbar yg kelak dipikul, tak cuma oleh istri, tetapi juga dipertanggungjawabkan sang suami.



Bagi para suami, mungkin kasih sayang itu dianggap kurang perlu, sehingga sering disepelekan. Namun kebanyakan dari mereka tidak sadar, sesuatu yg mereka anggap sepele dapat menjerumuskan mereka pada dosa akbar yg kelak turut menyeret mereka dalam pertanggungjawaban di yaumul hisab.



Pesan saya kepada seluruh suami :



Jaga istrimu atau kau rela ia dijaga lelaki lain yg tidak halal baginya, tetapi kalian turut andil dalam kemaksiatan tersebut. Tidak dapatkah kalian merenung sejenak, membayangkan apabila datang laki-laki lain mengusap air mata istrimu ketika ia menangis, memeluk & menenangkannya dikala ia gundah, menawarkan sejuta rayuan berdapat yg mematikan. Jika hal itu dapat kalian lakukan sendiri, mengapa harus membiarkan pencuri lain menyusup dalam rumah tangga kalian? Apakah kalian rela berbagi peran dengan lelaki lain?



Lihat!



Lihatlah paras istrimu yg melayanimu 1 x 24 jam tanpa henti. Ia layani semua kebutuhanmu & anak-anakmu, melupakan kepentingannya sendiri. Karena ia butuh surga. Istrimu manusia, bukan malaikat yg senantiasa taat. Hargailah ia sedikiit saja, manjakan, kasihi. Percayalah, ia jadikan kalian raja dalam istana, apabila haknya terpenuhi dengan baik. Fitrah lelaki memiliki ego yg lebih tinggi, tetapi itu bukan alasan kalian tak sanggup memenuhi kewajiban sebagai pemberi nafkah lahir batin seperti yg sudah ditetapkan oleh Allah SWT.



Semoga banyak suami yg sadar bahwa menyanyangi & memberi perhatian bukan saja tugas sang istri, namun juga tugas suami sebagai pengayom yg baik, imam yg baik, serta lelaki yg sering sanggup dibanggakan di tengah keterbatasannya sebagai manusia. Dengan demikian, insya Allah tidak banyak kasus perceraian yg terjadi akibat istri selingkuh karena ada lelaki tangguh dengan perisai kasih sayang yg senantiasa siap menibas apabila hembusan syaitan mulai masuk ke dalam rumah tangga mereka.


Semoga. Aamiin.



Sumber :https://www.wahidnews.com/2016/02/ke...selingkuh.html
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.