• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ketika Instagram Memengaruhi Kehidupan Lebih Dalam

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ketika Instagram Memengaruhi Kehidupan Lebih Dalam

Saat mudik lebaran kemarin, banyak hal yg saya diskusikan dengan sahabat-sahabat saya. Mulai dari sahabat SMP, SMA bahkan perkuliahan. Beragam tema mulai kami angkat, dari hal yg sudah lazim seperti pernikahan, pekerjaan, studi Magister & banyak hal tidak penting lainnya.

Satu hal menarik yg kami bicarakan adalah bagaimana pola & tingkah laku pengguna Instagram. Media sosial dengan pengguna hingga 800 juta lebih ini mulai memberikan akibat psikologis kepada banyak penggunanya.
Berdasarkan salah satu riset yg dapat anda baca disini, Instagram merupakan media sosial terburuk bagi kesehatan mental.

disebutkan bahwa anak muda yg menghabiskan lebih dari 2 jam di media sosial, lebih mudah berada dalam kondisi tertekan, stress & semacamnya. Aplikasi berbagi foto & video ini dekat hubungannya dengan kegelisahan, depresi, & perasaan kehilangan.

Masih berdasarkan riset yg sama, berdasarkan urutan manfaat positif, Youtube berada di peringkat pertama, disusul oleh Twitter. Lalu Facebook, di urutan ke empat adalah Snapchat, & yg terakhir adalah Instagram. Terbukti, Instagram mulai memberkan akibat negatif khususnya dari sisi kepuasan hidup.

Mungkin banyak yg tidak setuju dengan hasil survei tersebut. Ada juga yg menolak karena merasa Instagram adalah media sosial yg menyenangkan, sanggup membangun komunitas & menambah wawasan. Tapi dari hasil dialog saya & beberapa rekan, kami sepertinya sama-sama sepakat bahwa Instagram juga dapat memberikan pengaruh yg kurang baik dari sisi psikologis.

Ketika Instagram Memengaruhi Kehidupan Lebih Dalam


Sejatinya, Instagram adalah tempat pamer. Iya, PAMER Salah satu kebutuhan dasar manusia yg diperlukan di era digital ini adalah pengakuan. Dan media sosial memberikan ruang kepada setiap penggunanya untuk mendapatkan pengakuan tersebut, baik itu pengakuan karena karya atau karena sensasi semata.

Instagram memfasilitasi penggunanya untuk berbagi berbagai hal. Entah itu foto, karya desain, video, & semacamnya. Dan harus diakui, konten terbanyak yg dimuat di Instagram adalah hal-hal membahagikaan & momen hits yg terjadi kepada diri seseorang.

Ada yg sedang liburan, kuliah di luar negeri, bridal shower, pernikahan, unboxing barang mewah, dll. Bahkan makin kesini, model postingan semakin beragam & benar-benar terkesan harap pamer. Mulai dari mobil baru, rumah baru, hingga struk belanjaan pun di posting. Intinya, semua momen berkesan haruslah di rekam di Instagram.

Sebagai pengguna, tentu saja membagikan konten apapun di Instagram adalah hal yg sah. Tidak ada hukum yg dilanggar selagi memang itu merupakan milik sendiri. Silakan berbagi apa saja, karena toh kuota internet beli sendiri. Tidak ada hak bagi siapapun untuk mengatur apa yg harap kita posting.
Tapi seiring waktu, berbagi kebahagiaan ini mulai terasa menyakitkan bagi beberapa orang. Iya, Instagram tidak selamanya membawa akibat positif bagi penggunanya.

Salah seorang rekan saya pernah bercerita bahwa ia sendiri mulai merasa risih dengan berbagai postingan rekan sejawatnya di Instagram. Hal ini dikarenakan ia merasa tertinggal dibandingkan dengan teman-temannya dari sisi pencapaian hidup. Ada yg sudah menikah & punya anak. Ada juga yg masih single, tetapi melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Ketika Instagram Memengaruhi Kehidupan Lebih Dalam


Ada juga yg bekerja tetapi dengan pencapaian yg luar biasa. Sedangkan ia ? Masih cuma sebatas pekerja kantoran biasa di Ibukota, & masih jomblo, masih dengan gelar Sarjana.

Teman saya yg lain pun pernah merasa sedikit depresi karena terus-terusan melihat postingan tentang anak bayi oleh rekan sejawatnya. Ada perasaan tertekan bila melihat kawan yg lain membagikan foto bayi & segala pernak-pernik kehidupan motherhood. Hal ini mungkin disebabkan Ia yg sudah beberapa tahun menikah belum diberikan rezeki anak oleh Sang Maha Kuasa. Padahal bila dibandingkan dengan kami-kami yg sejawatnya ini, ia merupakan kawan yg memiliki progress kehidupan yg jauh lebih cepat. Sudah menyelesaikan studi S-2, sudah menikah, & bekerja di BUMN ternama di negeri ini.

Dan saya yakin, masih banyak orang yg merasakan hal seperti ini, termasuk anda. Iya, sama, saya juga merasakan kok ! Yang lain liburan, kita masih kerja. Yang lain makan di kafe, kita masih di warteg. Yang lain sudah menikah, kita masih jadi jomblo. Dan begitulah siklus Instagram ini terus berlanjut hingga kita merasa puas dengan apa yg dimiliki, entah kapan itu.

Kita tidak dapat mengubah apa yg dilakukan orang lain. Kita sama sekali tidak berhak untuk mengatur apa saja yg akan dibagikan oleh sesama pengguna Instagram. Mengutip dari Buku 7 Habits of Highly Effective People, kita cuma dapat mengendalikan diri kita sendiri untuk menciptakan kondisi seideal mungkin. The happiness is yours.


Ketika Instagram Memengaruhi Kehidupan Lebih Dalam

Hari ini 04:40
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.