Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi ane, tidak ada yg penting melebihi dua hal ini; iman & semangat hidup.
Karena opsi perdana bukan wilayah bahasan kita, maka ane harap menuliskan pandangan sederhana terkait, ketika seseorang kehilangan semangat hidup. (Seseorang itu dapat saya, dapat anda, atau siapapun. Bebas PoV)
.
Ane pernah sangat terluka akibat kehilangan seseorang yg paling ane sayangi. Ane pernah jatuh tersungkur akibat gagal bisnis dengan kerugian yg cukup akbar di usia yg baru menginjak 20-an.
Karena saat itu, ane menganggap semua itu adalah penting.
Beruntungnya, waktu sering berbaik hati menyembuhkan segalanya.
Belakangan, seiring usia bertambah ane baru menyadari bahwa semangat hidup adalah modal, sesuatu yg penting, & layak dipertahankan, kalau perlu diperjuangkan.
Ane dapat mengatakan demikian, juga lantaran pernah kehilangan semangat hidup.
Apakah GanSis pernah kehilangan semangat hidup?
Saat seseorang kehilangan semangat hidup, ia cenderung anti-sosial, malas, tidak memiliki gairah untuk mengerjakan apapun, down, merasa tertekan, depresi, menyakiti diri sendiri, & di level yg parah, ia dapat hingga berpikir untuk mengakhiri hidup yg berpeluang benar-benar mengakhiri hidup.
Dengan demikian, apa yg lebih menyakitkan melebihi kehilangan semangat hidup?
Mengapa seseorang dapat hingga kehilangan semangat hidup? Tidak sering sebab uang, tidak juga jabatan, popularitas, atau sejenisnya, tetapi tidak sedikit lantaran keluarga yg toxic. Entah mengapa, ane sering menemukan kasus yg demikian.
Banyak orang yg kehilangan semangat hidup akibat orang-orang terdekat yg semestinya jadi penyemangat, tetapi justru bertindak sebagai racun (toxic). Pelaku kejahatan terselubung, yg membunuh mental secara perlahan serta mengikis semangat hidup seseorang dengan cara yg senyap tetapi menyakitkan.
Akan tetapi sebenarnya, penyebab setiap orang kehilangan semangat hidup tentu berbeda satu sama lain.
Untuk itu, di sini ane harap berbagi tips sederhana bagaimana cara supaya kita tidak kehilangan semangat hidup. Atau, apa yg harus kita lakukan saat kita kehilangan semangat hidup.
Berikut;
1. Berkumpul-lah dengan orang-orang positif
Percaya, enggak, kalau lingkungan terdekat atau pergaulan itu sangat memengaruhi hidup seseorang?
Kalau ane, 100% percaya. Karakter seseorang dapat terbentuk oleh kebiasaan. Dan kebiasaan baik atau buruk juga dapat tergantung oleh dengan siapa biasanya ia bergaul.
Pernah tertawa ngakak saat melihat acara komedi? Jika iya, artinya kelucuan acara tersebut menular.
Pernah merasa ikut emosi saat melihat tetangga bertengkar? Jika iya, artinya energi negatif dari pertengkaran tersebut menular.
Saat seseorang tertekan, lalu ia memilih mengurung diri di kamar, ia justru kian tertekan. Berbeda ceritanya ketika seseorang tertekan, misalnya sebab beban hidupnya terlalu berat atau kehilangan gairah hidup, ia memilih keluar rumah, mengikuti seminar motivasi Ippho Santosa, Merry Riana, Tung Desem Warharap, atau yg lainnya, ane yakin, ia akan kembali bersemangat.
Karena apa? Apa yg ada dalam diri oranglain itu, percaya tidak percaya, bakal memancar, menular, & mempengaruhi diri kita. Berlaku juga sebaliknya.
Ketika kehilangan gairah hidup, barangkali ada yg salah dengan lingkungan anda sejauh ini.
Maka ingatlah nasihat lama ini; berteman boleh dengan siapa saja, tetapi pastikan sahabat terdekatmu adalah orang-orang yg positif.
2. Jangan pernah menggantungkan semangat hidup pada oranglain
"Aku semangat bekerja karena ada dia."
"Aku semangat berkarya demi si dia."
Pertanyaannya, bagaimana kalau anda kehilangan si dia? Apakah anda akan tetap semangat berkarya & bekerja? Atau semangat anda akan lenyap bersama hilangnya si dia?
Jangan pernah menggantungkan semangat hidup pada oranglain. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada oranglain. Jangan pernah berharap pada oranglain.
Karena pasti, cepat atau lambat anda akan merasakan sakitnya kecewa. Saat dalam kekecewaan yg klimaks, apalagi kalau tidak bermuara pada kehilangan semangat hidup?
Namanya manusia, kita tidak mungkin sekalipun tidak kecewa. Namun paling tidak, semangatlah untuk diri anda sendiri. Cintailah diri anda sepenuh hati.
3. Mendekat kepada Tuhan
Mendekat kepada Tuhan adalah solusi paling sakti, paling vital, sekaligus final.
Untuk segala tipe persoalan hidup, terlebih saat anda kehilangan gairah hidup.
Tanpa disadari, kehilangan gairah hidup terjadi seringkali akibat seorang hamba jauh dari Tuhan-nya.
Jika seseorang dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah merasa takut dengan segala macam hinaan, ia tidak merasa bangga dengan segala tipe pujian. Ia sering positif, & ada semacam energi positif dalam dirinya yg dapat menular pada oranglain.
Jadi apalagi?
Tidak ada yg lebih penting melebihi iman (kepada Tuhan), sebelum semangat hidup.
Jika anda seorang nasrani, mendekatlah pada Tuhan anda. Jika anda seorang hindu, budha, atau konghucu, mendekatlah pada Tuhan anda. Anda dapat mengerjakan meditasi, yoga, atau sejenisnya.
Jika anda seorang muslim, mendekatlah pada Tuhan anda. Sujud adalah inti hidup. Jika anda dapat menikmati manisnya sujud, menghamba pada Tuhan, percayalah, segala masalah anda sudah selesai.