facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
Telinga merupakan salah satu organ vital manusia yang kerap disepelekan kesehatannya. Padahal, fungsinya bukan hanya sekadar untuk mendengarkan, tapi juga turut menjaga keseimbangan tubuh, mencegah infeksi, serta mengatur suhu tubuh.
Karena itu, gangguan kecil yang terjadi pada telinga bisa sangat berbahaya. Tidak hanya bagi pendengaran, tapi juga sistem tubuh secara keseluruhan. Dilansir Men's Health,berikut 6 hal yang dapat mengganggu fungsi telinga Anda:
Tidak menggunakan penutup telinga
Membiarkan telinga dalam keadaan terbuka saat berada di tempat dengan suara yang keras, dapat merusak reseptor pendengaran di dalam telinga. Jika pekerjaan menuntut Anda berada di lingkungan bersuara keras, earplug atau sumbat telinga adalah suatu kewajiban. Akan lebih baik jika penggunaan earplug ditambah dengan penggunaan earmuffyang dapat menghalau suara.
"Di dalam telinga terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi sebagai reseptor suara. Suara keras dapat merusak bulu tersebut, dan sayangnya bulu tersebut tidak dapat tumbuh kembali," ujar pakar THT dari Corsicana, Texas, Matthew Parker Branch, M.D.
Olahraga Kasar
Bagi pecinta olahraga, pertandingan gulat menjadi salah satu olahraga yang menarik untuk ditonton dan dipelajari. Sayangnya, olahraga yang satu ini penuh dengan risiko yang cukup berbahaya pada organ-organ vital Anda. Termasuk telinga. Salah satu bahayanya adalah auricular hematoma, atau yang lebih dikenal dengan kuping belang (cauliflower ear). Kelainan ini menyebabkan daun telinga menggembung seperti bengkak. Seperti yang biasa ditemukan pada telinga pegulat, petinju, atau pemain rugby.
"Hal itu terjadi akibat selaput yang memisahkan daun telinga dengan pembuluh darah disekitarnya rusak/lepas. Sehingga darah dapat masuk ke dalamnya," papar Dr Branch.
Tindik telinga
Melihat anting-anting menggantung atau menempel di telinga Anda, memang dapat meningkatkan penampilan. Tapi, jangan coba-coba untuk melakukan tindik telinga terlalu sering atau lebih dari satu . Sebab, tindikan di bagian keras daun telinga dapat menyebabkan perichondritis, yaitu infeksi serius pada bagian daun telinga luar.
"Jika terdapat bercak kemerahan, bengkak atau nyeri pada daun telinga, segera lepas tindikan Anda dan periksakan diri ke dokter," urai Dr Branch.
Cotton bud
Penggunaan cotton bud masih sangat populer dan menjadi pilihan ketika hendak membersihkan telinga. Padahal, kasus infeksi yang diakibatkan oleh penggunaan cotton bud terlalu seringtidaklah sedikit. Bukan hanya infeksi, cotton bud bahkan bisa merusak gendang telinga.
Penggunaan obat tetes
Saat mengalami sakit radang telinga luar, beberapa orang kerap mengobatinya dengan obat tetes telinga. Jika Anda salah satunya, pastikan obat itu diperoleh dari resep dokter. Karena membeli obat tetes di apotik lalu memakainya tanpa petunjuk dokter tidak hanya dapat menyembuhkan, tapi juga bisa menyebabkan tuli permanen akibat cairan obat yang merembes masuk dalam gendang telinga.
Menyelam
Risiko yang ada ketika menyelam, bukan hanya teriris karang atau tersengat anemon beracun, tapi juga barotrauma atau pecahnya gendang telinga akibat tekanan udara. Kondisi ini biasanya ditemukan akibat penyelaman mendadak yang terlalu dalam.
"Batas aman ketika menyelam adalah 60 kaki atau 18 meter per menit. Jika dilakukan lebih cepat dari itu, tekanan udara dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga," urai Dr Branch.
Karena itu, gangguan kecil yang terjadi pada telinga bisa sangat berbahaya. Tidak hanya bagi pendengaran, tapi juga sistem tubuh secara keseluruhan. Dilansir Men's Health,berikut 6 hal yang dapat mengganggu fungsi telinga Anda:
Tidak menggunakan penutup telinga
Membiarkan telinga dalam keadaan terbuka saat berada di tempat dengan suara yang keras, dapat merusak reseptor pendengaran di dalam telinga. Jika pekerjaan menuntut Anda berada di lingkungan bersuara keras, earplug atau sumbat telinga adalah suatu kewajiban. Akan lebih baik jika penggunaan earplug ditambah dengan penggunaan earmuffyang dapat menghalau suara.
"Di dalam telinga terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi sebagai reseptor suara. Suara keras dapat merusak bulu tersebut, dan sayangnya bulu tersebut tidak dapat tumbuh kembali," ujar pakar THT dari Corsicana, Texas, Matthew Parker Branch, M.D.
Olahraga Kasar
Bagi pecinta olahraga, pertandingan gulat menjadi salah satu olahraga yang menarik untuk ditonton dan dipelajari. Sayangnya, olahraga yang satu ini penuh dengan risiko yang cukup berbahaya pada organ-organ vital Anda. Termasuk telinga. Salah satu bahayanya adalah auricular hematoma, atau yang lebih dikenal dengan kuping belang (cauliflower ear). Kelainan ini menyebabkan daun telinga menggembung seperti bengkak. Seperti yang biasa ditemukan pada telinga pegulat, petinju, atau pemain rugby.
"Hal itu terjadi akibat selaput yang memisahkan daun telinga dengan pembuluh darah disekitarnya rusak/lepas. Sehingga darah dapat masuk ke dalamnya," papar Dr Branch.
Tindik telinga
Melihat anting-anting menggantung atau menempel di telinga Anda, memang dapat meningkatkan penampilan. Tapi, jangan coba-coba untuk melakukan tindik telinga terlalu sering atau lebih dari satu . Sebab, tindikan di bagian keras daun telinga dapat menyebabkan perichondritis, yaitu infeksi serius pada bagian daun telinga luar.
"Jika terdapat bercak kemerahan, bengkak atau nyeri pada daun telinga, segera lepas tindikan Anda dan periksakan diri ke dokter," urai Dr Branch.
Cotton bud
Penggunaan cotton bud masih sangat populer dan menjadi pilihan ketika hendak membersihkan telinga. Padahal, kasus infeksi yang diakibatkan oleh penggunaan cotton bud terlalu seringtidaklah sedikit. Bukan hanya infeksi, cotton bud bahkan bisa merusak gendang telinga.
Penggunaan obat tetes
Saat mengalami sakit radang telinga luar, beberapa orang kerap mengobatinya dengan obat tetes telinga. Jika Anda salah satunya, pastikan obat itu diperoleh dari resep dokter. Karena membeli obat tetes di apotik lalu memakainya tanpa petunjuk dokter tidak hanya dapat menyembuhkan, tapi juga bisa menyebabkan tuli permanen akibat cairan obat yang merembes masuk dalam gendang telinga.
Menyelam
Risiko yang ada ketika menyelam, bukan hanya teriris karang atau tersengat anemon beracun, tapi juga barotrauma atau pecahnya gendang telinga akibat tekanan udara. Kondisi ini biasanya ditemukan akibat penyelaman mendadak yang terlalu dalam.
"Batas aman ketika menyelam adalah 60 kaki atau 18 meter per menit. Jika dilakukan lebih cepat dari itu, tekanan udara dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga," urai Dr Branch.