Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jadi setelah cukup lama ngetrit di kaskus, TS mencoba platform lain yg boleh dikatakan berbeda sekali dengan kaskus, yaitu kompasiana.
Dari sejarah & latar belakang berkembangnya kedua platform ini saja, setahu TS sudah sangat berbeda.
Kaskus adalah forum tempat orang berbagi, berdiskusi & berdebat. Jaman dulu di kompas juga ada yg serupa, yaitu forum kompas (TS sempat aktif di situ). Forum kompas akhirnya mati, sementara Kaskus bertahan meski harus rela berubah di sana-sini.
Kompasiana lahir saat forum kompas masih hidup & mengambil peran yg berbeda.
Kompasiana lebih merupakan platform blogging, di mana penulis mencurahkan ide, opini, & informasi; untuk dibaca publik.
(Format yg justru dapat dikatakan sedikit mirip dengan format kaskus sekarang ini.)
Kira-kira sudah hampir sebulan TS mencoba menulis di kompasiana.
Seperti awal-awal TS nge-trit di forum, tulisan TS cuma sedikit dikunjungi orang. Entah apakah nanti juga dapat seperti di kaskus, pelan-pelan tulisan TS di kompasiana dapat lebih banyak pembaca.
Hanya saja dalam waktu yg relatif pendek ini, rasa-rasanya sudah terlihat tabiat kaskus & kompasiana yg jauh berbeda.
1. Kaskus tetaplah kaskus yg sejatinya adalah sebuah forum.
Kaskus yg formatnya sudah berubah, ternyata sebenarnya, spirit berforumnya masih sangat kental kalau dibandingkan dengan kompasiana (yang memang dari awal formatnya blog). Interaksi antara TS dengan pembaca, antara pembaca dengan pembaca, masih jauh lebih aktif di kaskus, daripada di kompasiana.
Memang kalau dibandingkan dengan trit-trit kaskus jaman dahulu. Trit-trit sekarang sudah ada pergeseran, tetapi interaksi antar anggotanya sebagai sebuah forum belum hilang.
2. Kaskus jauh lebih savage dibanding kompasiana.
Aturan di kompasiana tentang tanggapan yg sopan, positif, dll; sangat terasa.
Isi komentar di bawah sebuah tulisan, dapat dikatakan sering bernada positif.
Beda dengan kaskus di mana setuju & tidak setuju, bebas diutarakan bahkan tanpa memikirkan masalah sopan santun, atau opsi kata.
3. Kaskus menyediakan ragam opsi cara untuk mengekspresikan emosi untuk anggotanya.
Emoticon, text editor yg dapat diatur warna, ukuran, format paragraf, dll.
Kompasiana terasa lebih datar, lebih formal, mungkin memang nuansa itu yg dikedepankan oleh kompas sebagai induknya.
--++--
Kesimpulan, kaskus tetaplah sebuah forum, di mana ada dinamika pro & kontra mengenai sebuah topik yg diangkat oleh seorang TS.
Tak perlu risau tentang buzzer, cebong, kadrun, ahoker, kampret (yg sdh punah).
Justru keberadaan mereka itu menciptakan kaskus tidak se-steril kompasiana.
Seperti permen Bertie Bott's flavor di cerita anak-anak, Harry Potter, begitulah rasanya berkaskus ria. Terkadang ketemu opini & komentar yg enak dibaca. Terkadang ketemu opini & komentar yg bikin kita pharap muntah dan/atau marah-marah.
Justru di situlah nikmatnya ber-kaskus ria.
Sumber : opini pribadi. Hari ini 02:56
Dari sejarah & latar belakang berkembangnya kedua platform ini saja, setahu TS sudah sangat berbeda.
Kaskus adalah forum tempat orang berbagi, berdiskusi & berdebat. Jaman dulu di kompas juga ada yg serupa, yaitu forum kompas (TS sempat aktif di situ). Forum kompas akhirnya mati, sementara Kaskus bertahan meski harus rela berubah di sana-sini.
Kompasiana lahir saat forum kompas masih hidup & mengambil peran yg berbeda.
Kompasiana lebih merupakan platform blogging, di mana penulis mencurahkan ide, opini, & informasi; untuk dibaca publik.
(Format yg justru dapat dikatakan sedikit mirip dengan format kaskus sekarang ini.)
Kira-kira sudah hampir sebulan TS mencoba menulis di kompasiana.
Gbr scrinshut statistik kompasiana ane.
Seperti awal-awal TS nge-trit di forum, tulisan TS cuma sedikit dikunjungi orang. Entah apakah nanti juga dapat seperti di kaskus, pelan-pelan tulisan TS di kompasiana dapat lebih banyak pembaca.
Hanya saja dalam waktu yg relatif pendek ini, rasa-rasanya sudah terlihat tabiat kaskus & kompasiana yg jauh berbeda.
1. Kaskus tetaplah kaskus yg sejatinya adalah sebuah forum.
Kaskus yg formatnya sudah berubah, ternyata sebenarnya, spirit berforumnya masih sangat kental kalau dibandingkan dengan kompasiana (yang memang dari awal formatnya blog). Interaksi antara TS dengan pembaca, antara pembaca dengan pembaca, masih jauh lebih aktif di kaskus, daripada di kompasiana.
Memang kalau dibandingkan dengan trit-trit kaskus jaman dahulu. Trit-trit sekarang sudah ada pergeseran, tetapi interaksi antar anggotanya sebagai sebuah forum belum hilang.
2. Kaskus jauh lebih savage dibanding kompasiana.
Aturan di kompasiana tentang tanggapan yg sopan, positif, dll; sangat terasa.
Isi komentar di bawah sebuah tulisan, dapat dikatakan sering bernada positif.
Beda dengan kaskus di mana setuju & tidak setuju, bebas diutarakan bahkan tanpa memikirkan masalah sopan santun, atau opsi kata.
3. Kaskus menyediakan ragam opsi cara untuk mengekspresikan emosi untuk anggotanya.
Emoticon, text editor yg dapat diatur warna, ukuran, format paragraf, dll.
Kompasiana terasa lebih datar, lebih formal, mungkin memang nuansa itu yg dikedepankan oleh kompas sebagai induknya.
--++--
Gbr scrinshut trit kaskus ane.
Kesimpulan, kaskus tetaplah sebuah forum, di mana ada dinamika pro & kontra mengenai sebuah topik yg diangkat oleh seorang TS.
Tak perlu risau tentang buzzer, cebong, kadrun, ahoker, kampret (yg sdh punah).
Justru keberadaan mereka itu menciptakan kaskus tidak se-steril kompasiana.
Seperti permen Bertie Bott's flavor di cerita anak-anak, Harry Potter, begitulah rasanya berkaskus ria. Terkadang ketemu opini & komentar yg enak dibaca. Terkadang ketemu opini & komentar yg bikin kita pharap muntah dan/atau marah-marah.
Justru di situlah nikmatnya ber-kaskus ria.
Sumber : opini pribadi. Hari ini 02:56