• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Kesal Sering Dipalak, Sopir & Kernet Elf Bantai Preman

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
yOiz.jpg

BANDUNG- Kesal sering dimintai uang atau dipalak, seorang sopir dan kernetnya melakukan penganiayaan terhadap preman dengan sebilah golok dan botol hingga tewas.

Peristiwa pembunuhan sendiri terjadi pada Kamis 23 Agustus kemarin sekira pukul 22.30 WIB. Dalam waktu singkat, kedua pelaku yakni WG (33) yang berprofesi sebagai sopir dan kernetnya DG (26) ditangkap.

Kejadian bermula saat korban bernama Lukman (30) mendatangi kedua pelaku di garasinya Jalan Pasir Impun, RT 1 RW 2, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

"Korban meminta uang dan diberikan oleh WG Rp 5ribu, tapi korban meminta lebih, hingga akhirnya keduanya terlibat cek-cok," kata Kapolsekta Antapani Kompol Iwan Wahyudin, Jumat (24/8/2012).

Iwan menuturkan, WG yang khilaf lalu mengambil sebilah golok dan meminta bantuan DG yang juga membawa pecahan botol.

"Keduanya lalu menganiaya korban dengan golok dan botol hingga meninggal dunia dengan luka di bagian leher sebelah kiri, kepala belakang, dan lengah sebelah kiri," katanya.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sebilah golok dan pecahan botol yang digunakan untuk menganiaya korban hingga tewas.

"Pelaku dijerat Pasal 351 KUHPidana menganai penganiayaan yang menyebabkan kematian. Keduanya terancam hukuman penjara di atas 12 tahun," tegasnya.

Sementara itu, DW mengaku kesal dengan perbuatan Lukman yang sering meminta uang kepadanya. Terlebih korban memalak dengan cara memaksa.

"Saya kesal dengan korban. Sudah tahu selama mudik saya cape jadi sopir, ditambah dia minta uangnya maksa. Ya jadinya saya khilaf," ujar DW yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir Elf jurusan Bandung-Garut ini.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.