• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Kesal, Menteri Agus Gebrak Meja DPR

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
nS35N.jpg
Berlarut-larutnya rapat kerja Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 tak urung membuat Menteri Keuangan Agus Martowardojo kesal.

Mantan Direktur Utama bunk Mandiri ini pun menggebrak meja lantaran anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat tak juga menyepakati pembahasan asumsi ekonomi makro untuk menentukan anggaran. "Bahan bakar minyak tidak jadi naik, tapi inflasi terjadi. Siapa yang menderita? Rakyat!" kata dia sambil menggebrak meja.
Sebelum insiden itu terjadi, Agus dan anggota Komisi XI tengah membahas beberapa masalah seperti pertumbuhan ekonomi, suku bunga, inflasi, lifting minyak, serta nilai tukar rupiah.

Dalam rapat itu, Fraksi PDI Perjuangan dan Gerindra meminta pemerintah untuk memasukan indikator kesejahteraan dan kemakmuran seperti angka pengangguran dan kemiskinan dalam asumsi makro. Anggota fraksi PDI Perjuangan, Arif Budimanta, menyatakan indikator tersebut harus dihitung agar ada ukuran untuk menentukan realisasi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

"Selama ini pertumbuhan ekonomi tinggi tapi ukuran rakyat sejahtera apa? Banyak yang belum merasakan langsung pertumbuhan ekonomi," katanya.

Pernyataan itu menuai tanggapan beragam dan durasi rapat pun menjadi lebih panjang. Agus mulai tampak kesal dan melakukan interupsi, meminta agar DPR menyepakati penentuan asumsi makro, Menurut dia, indikator kemakmuran lebih berhubungan dengan alokasi anggaran yang seharusnya dibahas setelah asumsi makro ekonomi ditentukan.

Agus lantas meminta agar DPR mendukung setiap langkah pemerintah. Sebelum menggebrak meja, ia menyatakan harapan agar rapat tersebut tak molor seraya memaparkan kejadian 2012 saat terjadi inflasi lantaran DPR meminta kenaikan harga minyak masuk sebagai asumsi makro ekonomi. "Sepakati dulu pembahasan ini, jangan melantur," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.