• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kerugian Banjir Capai Puluhan Miliar Setiap Hari

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
459Rq.jpg
Banjir yang melanda kota Jakarta sejak minggu lalu yang hingga sampai saat ini masih belum surut sudah melumpuhkan aktivitas masyarakat dan perekonomian Jakarta.

Hujan yang menguyur ibukota disebabkan curah hujan yang cukup tinggi mengakibabkan volume air yang melebihi kapasitas daya tampung 13 sungai yang melintasi kota Jakarta, ditambah drainase yang selama ini pemeliharaannya masih belum sempurna.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, mengatakan banjir besar yang melanda kota Jakarta, bukan lagi lima tahunan, namun sudah menjadi tahunan yang selalu mengancam aktivitas ekonomi dan aktivitas masyarakat.

Dia memaparkan beberapa pusat bisnis di Jakarta hampir berhenti total akibat akses jalan yang menggenangi sehingga tidak bisa dijangkau oleh pengungjung atau konsumen seperti Kawasan Mangga Dua, kawasan Kepala Gading,kawasan Jatinegara.

Di kawasan Mangga Dua, ujar Sarman, setidaknya terdapat enam pusat perdagangan yakni Pasar Pagi, ITC, WTC, Mangga Dua Square, Mall Mangga Dua serta Harco Mangga Dua dengan perkiraan jumlah pedagang mencapai 20.000 toko, omzet rata-rata Rp5 juta per kios, maka taksiran kerugian mencapai Rp50 miliar per hari.

Di kawasan Kelapa Gading kerugian pengusaha diperkirakan mencapai Rp40 miliar setiap hari akibat ratusan toko, perkantoran, mall tutup bahkan beberapa kantor cabang bunk mengalihkan pelayanan nasabah ke kantor bunk terdekat akibat tidak bisa beroperasi.

Sedangkan di kawasan Tanah Abang omzet pedagang di perkirakan turun sampai 60 persen akibat para pembeli tidak dapat menembus akses menuju tanah abang.

Adapun Omzet di Tanah Abang diperkirakan mencapai Rp200 miliar per hari dengan situasi yang normal. Sedangkan di kawasan Jatinegara Barat hampir semua toko tutup, aktivitas perdagangan di sana hampir lumpuh.

Sementara itu, di Kawasan Industri Pulogadung sempat terkena banjir di beberapa titik dengan ketinggian mencapai 50 centimeter, namun belum sampai mengganggu aktivitas sekitar 300 pabrik yang ada dikawasan tersebut.

Sedangkan di Kawasan Berikat Nusantara sampai saat ini proses produksi industri padat karya khususnya garmen dan tekstil masih berjalan normal.

"Diharapkan kedua kawasan industri ini bisa terhindar dari banjir karena akan sangat mengganggu proses produksi dan pengusaha akan mengalami kerugian yang sangat besar seperti yang dialami tahun yang lalu," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pers, Minggu 19 Januari 2014.

Kerugian Transportasi

Dia menuturkan berdasarkan pengamatan di pelabuhan Tanjung Priok, sebagai dampak banjir, mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kemacetan yang begitu panjang dengan waktu tempuh yang begitu lama menuju pelabuhan.

Keadaan tersebut, tambahnya, mengakibatkan kerugian dari sisi transportasi mencapai Rp9 miliar, belum termasuk kerugian akibat keterlambatan keluar dan masuknya barang ekspor import dari pelabuhan Tanjung Priok.

Namun, ungkapnya, dampak banjir tahun ini memang masih belum separah tahun lalu, karena tahun lalu banjir sempat menggenangi jantung ibukota seperti Bundaran HI, Jl Thamrin dan Sudirman sebagai pusat perkantoran elit ibukota, Rasuna Said bahkan memasuki istan negara dan kantor Gubernur DKI Jakarta yang mengakibatkan hampir lumpuhnya aktivitas ekonomi dan kerugian yang mencapai Rp20 triliun.

Dia berharap banjir tahun ini tidak separah tahun lalu dan diharapkan setiap tahun dampaknya akan semakin menurun karena akan mengganggu iklim investasi kota Jakarta.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.