• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kerinduan

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Baru teringat kemaren, siang, tiba-tiba gak tahu kenapa, aku ingat dengan ibu bapak yang sudah berpulang. Langsung aku mandi, bersih. Naik motor ke rumah abang. Pasang dupa di altar orang tua.

Papan berwarna merah dengan tulisan pictograp Cina berwarna keemasan itu, satu-satunya sarana untuk mengingat bahwa aku pernah punya orang tua.

Ada rasa rindu yang sangat dalam. Ada air mata yang tertahan. Ada jantung yang bergemuruh. Ada setitik sesal. Ada banyak kecewa, karena sampai hari ini aku belum bisa memenuhi permintaan ibu, kawin dan bikin cucu untuknya. Sampai pada hari dia berpulang, permintaan tak terucap itu semakin keras kedengarannya.

Di rumah sederhana dengan halaman berukuran sekitar 6 X 2 meter, disitu dulu ibu tinggal dengan abangku yang sampai saat ini masih tinggal di sana. Di halaman itu pula aku mendapati beberapa bunga anggrek yang dulu aku rawatkan untuk ibu - yang memang suka anggrek, sekarang berbunga indah, sehat dan subur.

Anggrek bulan warna putih yang biasanya malas berbunga di daerah panas seperti di sini, kali ini memamerkan keindahannya yang bisa aku bilang ‘luar biasa’. Begitu juga beberapa jenis Vanda (diantaranya Mokara) yang ungu dan jingga sedang mekar 12 kuntum penuh satu tangkai. Kemudian ada juga anggrek-anggrek mini berwarna kecoklatan yang juga tak mau kalah. Apalagi jenis dendrobium yang memang rajin berbunga sepanjang hari.

Teratai kuning di bak kecil juga bermekaran. Beberapa adenium yang sudah kubonsai. Sudah lama aku tidak perhatian pada bunga-bunga peninggalan ibu ini.

Sepotong nostalgia hadir, waktu dulu aku ditemani ibu (duduk di kursi memperhatikan dan sedikit mengarahkan) mengganti pot beberapa tanaman anggrek yang akarnya sudah penuh. Antusias
wajah ibu masih terbayang jelas. Dan sedikit kaget, waktu aku dengan ‘kejam’ memotong bagian akar mati sekaligus membagi satu rumpun anggrek menjadi dua.

Dan biasanya kami lanjutkan dengan menikmati secangkir kopi kental dengan obrolan mengasikkan pada bunga-bunga anggrek yang tumbuh sehat. Gimana juga aku beli sekian banyak buku panduan untuk mengatasi red spider yang suka hidup di adenium. Dan, gimana caranya merendam Anggrek Bulan yang kena busuk akar - dengan larutan fungisida.

Dan, itu sangat indah. Melihat bunga-bunga ini bermekaran sekarang, membuahkan semangat baru. Aku merasa ibu kembali hadir menemaniku menikmati indahnya tanaman-tanaman berbunga indah ini, hari ini. Walau kali ini tanpa kata, tanpa kopi kental, komunikasi dengan ibu serasa dua arah. Dan kerinduan menjadi semakin dalam.

Dan, tak terasa, 3 batang dupa yang tadi aku bakar di altar orang tuaku sudah semakin pendek. Siang yang sunyi ini berlalu dengan doa, kehilangan, haru dan kerinduan.

Sampai pagi ini, pukul 2.14 WIB tanggal 19 November 2004, aku masih dibuai rindu, pada orang yang paling sayang paling melindungi, paling mengerti, paling berkorban, paling bijak, paling perhatian, paling baik, paling murah hati, paling tanpa pamrih - padaku.

Sayangi ibu juga bapak selagi masih ada. Seperti bunga-bunga indah yang bermekaran di halaman sempit tapi cantik ini, mereka juga tidak kekal, dalam hitungan waktu, segera layu, gugur dan mati…..

Hanya kasih sayang mereka yang abadi.
 
seperti ada lagu, kasih ibu sepanjang masa...

ayah ibu ngga ada bekasnya, ngga ada bekas ayah bekas ibu,
sedangkan pacar, suami, istri ada bekasnya... bekas pacar, bekas suami, Bekas istri

tapi ngga ada bekas anak...
 
Aku senang tulisan yang ini banyak yang baca, soalnya aku rasa ini bisa menginspirasi teman-teman kalau lagi sebel sama ibu atau bapaknya....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.