Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Masa-masa muda atau beranjak dewasa ini merupakan salah satu fase manusia yg cukup indah, dimana dapat mencoba atau mengeksplorasi segala aspek kehidupan yg nantinya jadi sebuah cerita & pengalaman berharga.
Namun, pada masa ini juga para anak muda mengalami keresahan atau kegelisahan yg jadi beban serta menimbulkan overthinking bagi dirinya sendiri. Selain itu, keresahan seperti apa sih yg dialami anak-anak muda 20-an keatas?
1. Gelisah Terhadap Masa Depan
Dalam konteks ini memang kerap jadi momok dalam pikiran anak-anak muda yg sedang beranjak dewasa & biasanya memikirkan hal-hal negatif atau ketakutan dimasa depan nantinya. Selain itu, ketakutannya pun bermacam-macam seperti memikirkan karir, persayangan, kondisi atau keadaan hidup, & lain-lainnya. Namun, seperti yg kita ketahui bahwa masa depan merupakan sebuah rahasia dalam kehidupan, dimana kebenarannya pun masih terbilang abu-abu.
2.Lingkaran Pertemanan yg Semakin Mengecil
Mungkin untuk beberapa akbar anak-anak muda yg sudah menginjak usia 20-an keatas tanpa ia sadari atau menyadari bahwa circle pertemanannya semakin menyusut dengan bertambahnya umur. Hal itu mungkin disebabkan dengan adanya tujuan atau cita-cita dari pribadi masing-masing atau sanggup memfilter circle pertemanannya dari yg toxic jadi lebih baik. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa ini menciptakan perasaan yg merindu tentang momen atau kenangan dulu saat bersama-sama.
3.Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain
Membandingkan pencapaian yg sudah diraih oleh orang lain atau teman memang jadi beban bagi diri sendiri. Selain itu dengan adanya media sosial yg semakin pesat perkembangannya pun jadi instrumen baru untuk ajang pamer dalam pencapaian ataupun membagikan seputar kisah-kisah bahagianya yg sudah diraih. Namun, tanpa disadari bahwa hal ini akan menimbulkan perasaan yg iri, bahkan menciptakan semakin insecure atau merasa diri sendiri tidak berguna.
4.Pernikahan
Sebagian akbar permasalahan satu ini memang didominasi oleh para kaum hawa, namun tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laku pun juga terlibat. Permasalahan satu ini kerap terjadi dengan adanya stimulus pertanyaan-pertanyaan dari para kerabat ataupun sanak saudara, bahkan stigma masyarakat pun jadi faktor pendukung kepada keresahan atau kegelisahan. Disisi lain, seperti yg kita ketahui bahwa perkawinan bukan cuma sekedar mengatakan sah melainkan harus dilandaskan oleh mensayangi & menerima satu sama lain akan kekurangan maupun kelebihan pasangan serta komitmen.
5.Sulit Berbaur
Dengan berjalannya umur yg begitu cepat tanpa disadari sudah menginjak kepala dua & mungkin beberapa tahun kemudian akan berganti jadi tiga. Namun, hasrat harap berbaur atau mencari teman baru untuk nongkrong pun semakin terasa hilang, bahkan dapat dikatakan dalam fase ini mungkin sudah nyaman dengan yg lama, walaupun berjumlah hitungan jari. Hal itu mungkin didasari oleh enggannya ada sebuah drama-drama ataupun kembali menjaga image didepan orang baru.
Spoiler for Refrensi:
Pengalaman & Observasi
Pict:
alodokter.com
health.kompas.com
hipwee.com
youngontop.com
gaya.tempo.co
idntimes.com
Hari ini 04:04